MASAKINI.CO – Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan lebih dari 150 ribu anak kurang mampu dan putus sekolah di berbagai daerah dapat mengakses program Sekolah Rakyat pada 2027 mendatang.
Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah memperluas akses pendidikan sekaligus menangani persoalan anak tidak sekolah dan anak jalanan di Indonesia.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan, target perluasan Sekolah Rakyat merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk mempercepat penanganan anak-anak yang belum mendapatkan layanan pendidikan.
“Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan anak-anak yang selama ini sulit mengakses pendidikan bisa mendapatkan kesempatan belajar,” ujar Saifullah, mengutip infopublik.id, Senin (10/8/2026).
Ia mengatakan, pemerintah dalam jangka panjang menargetkan pembangunan minimal satu gedung permanen Sekolah Rakyat di setiap kabupaten/kota. Setiap fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas lebih dari 2.000 peserta didik.
Saat ini, program Sekolah Rakyat telah menjangkau lebih dari 43 ribu anak di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut diproyeksikan terus meningkat setelah pembangunan sarana dan prasarana permanen selesai dilakukan.
Dalam pelaksanaannya, Sekolah Rakyat juga melibatkan kolaborasi lintas kementerian dengan memanfaatkan berbagai fasilitas pemerintah. Salah satunya penggunaan aset gedung milik Kementerian Perhubungan di Politeknik Penerbangan Indonesia sebagai lokasi pembelajaran bagi anak-anak yang sebelumnya beraktivitas di pasar maupun fasilitas publik.
Menurut Saifullah, menjangkau anak jalanan agar kembali bersekolah bukan pekerjaan mudah. Para pendamping harus melakukan pendekatan langsung untuk menemukan dan meyakinkan anak-anak tersebut agar bersedia mengikuti pendidikan.
“Menghimpun anak-anak jalanan untuk mau bersekolah bukanlah perkara mudah. Para pendamping di lapangan bahkan harus meluangkan waktu hingga 24 jam penuh hanya untuk melacak keberadaan anak-anak tersebut,” katanya.
Dalam program rintisan terbaru, sebanyak 400 anak jalanan berhasil dijangkau. Dari jumlah tersebut, 300 anak telah lolos asesmen dan siap mengikuti proses pembelajaran.
Sementara itu, lebih dari 100 anak lainnya masih menjalani masa matrikulasi di sentra-sentra milik Kemensos. Tahap tersebut dilakukan untuk mengatasi berbagai kendala, seperti kemampuan membaca yang belum memadai maupun persoalan kesehatan.
Kemensos berharap pengembangan Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi jangka panjang dalam memperluas kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus memutus rantai anak putus sekolah di Indonesia.









Discussion about this post