MASAKINI.CO – Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menegaskan Program Sekolah Rakyat (SR) ditujukan khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, anak yang berisiko putus sekolah, hingga mereka yang telah berhenti mengenyam pendidikan.
Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
“Program Sekolah Rakyat ini memang digagas langsung oleh Bapak Presiden untuk menampung anak-anak dari keluarga dengan kondisi paling rentan, baik secara sosial maupun ekonomi,” kata Gus Ipul, mengutip infopublik.id, Senin (15/6/2026).
Ia menjelaskan, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan verifikasi calon peserta didik berdasarkan data kesejahteraan yang dimiliki pemerintah.
Sasaran utama program tersebut adalah anak-anak yang belum pernah bersekolah, berisiko putus sekolah, maupun yang telah berhenti sekolah karena kendala ekonomi dan sosial.
Mensos menegaskan proses penerimaan peserta didik harus berlangsung transparan dan berbasis data yang valid. Karena itu, ia meminta seluruh penyelenggara menutup ruang bagi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
“Tidak boleh ada praktik jual beli kursi, tidak boleh ada pungutan, dan tidak boleh ada titipan dari pihak mana pun. Menteri tidak boleh titip, gubernur tidak boleh titip, bupati maupun wali kota juga tidak boleh titip,” tegasnya.
Menurut Gus Ipul, prinsip tersebut penting agar bantuan pendidikan benar-benar diterima oleh kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Selain akses pendidikan, Sekolah Rakyat juga diarahkan untuk membangun karakter dan kepercayaan diri peserta didik. Ia meminta para guru tidak hanya menjalankan kurikulum, tetapi juga memberikan pendampingan yang humanis kepada anak-anak dari kelompok rentan.
Dalam kunjungannya, Mensos menyaksikan penampilan seni siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 3 Pekanbaru dan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 31 Pekanbaru.
Ia mengaku bangga dengan perkembangan para siswa yang dinilai semakin percaya diri dan disiplin selama mengikuti program tersebut.
“Anak-anak kini lebih percaya diri, lebih disiplin, kondisi fisiknya lebih sehat, dan memiliki semangat yang lebih kuat untuk meraih cita-cita,” ujarnya.
Mensos juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, keberhasilan Sekolah Rakyat tidak terlepas dari sinergi pemerintah pusat dan daerah.
Pemerintah daerah, kata dia, mendukung penyediaan lahan dan fasilitas, sementara pembiayaan operasional program ditanggung pemerintah pusat melalui APBN.










Discussion about this post