MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Juli 19, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

Aininadhirah by Aininadhirah
19 Juli 2026
in Cerita
0

Kerajinan tangan Atri Bamboo yang sudah dikenal di berbagai mancanegara,Sabtu (18/7/2026) | Foto : Aininadhirah/@masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Dari tangan-tangan terampil di Lhoknga, anyaman bambu karya Atri Bamboo kini telah menembus pasar mancanegara. Usaha yang bermula dari kerajinan lokal tersebut terus berkembang dan mulai menerima pesanan dari berbagai negara, termasuk Bangkok, Singapura, dan Malaysia.

Setiap hari, bambu diolah menjadi berbagai produk kerajinan dengan bentuk dan ukuran beragam. Mulai dari souvenir berukuran kecil hingga meja makan, tempat salat, dan berbagai hiasan berukuran besar dengan nilai jual jutaan rupiah.

RelatedPosts

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

Gigi Ngilu Jangan Diabaikan, Kenali 5 Varian Sensodyne Sesuai Keluhan Sebelum Membeli

Keberanian yang Mengantar Ghaisya ke Podium Emas

Owner Atri Bamboo, Atriani, mengatakan rumah produksi usahanya berada di Lhoknga dan proses produksi dilakukan setiap hari.

“Rumah produksi kita ada di Lhoknga, dan setiap hari kita produksi anyaman bambu ini,” ujar Atriani, Sabtu (18/7/2026).

Atriani, Owner Atri Bamboo yang sudah memulai usahanya sejak lima tahun yang lalu | Foto : Aininadhirah/@masakini.co

Usaha tersebut telah berjalan selama lima tahun. Dari waktu ke waktu, Atri Bamboo tidak hanya dikenal di pasar lokal, tetapi juga mulai mendapatkan pesanan dari luar negeri.

“Usaha kami sudah berjalan lima tahun dan sudah mulai ekspor keluar juga, seperti Bangkok, Singapura, Malaysia dan banyak lagi,” katanya.

Salah satu pesanan terbaru datang dari Malaysia. Sebanyak 4.000 anyaman bambu berukuran kecil dipesan untuk dijadikan souvenir dalam sebuah pesta. Pesanan tersebut kini tengah dikerjakan oleh Atri Bamboo.

“Ini baru saja ada yang pesan dari Malaysia 4.000 pcs anyaman kecil-kecil untuk souvenir pesta mereka dan sedang kami buat juga,” ujar Atriani.

Untuk menjalankan usaha tersebut, Atriani kini memiliki tujuh karyawan tetap. Namun, ketika pesanan dalam jumlah besar datang, ia tidak hanya mengandalkan tenaga kerja di rumah produksinya.

Pesanan ribuan produk justru menjadi kesempatan bagi masyarakat sekitar untuk ikut terlibat dalam proses produksi. Atriani mengajak warga satu kampung yang ingin bekerja sama untuk membantu menyelesaikan pesanan.

“Karyawan tetap itu ada tujuh orang, tapi kalau ada pesanan yang banyak sampai ribuan seperti itu kami mengajak satu kampung untuk produksi. Bagi yang mau terlibat itu boleh,” katanya.

Produk yang dihasilkan Atri Bamboo memiliki rentang harga yang cukup beragam, mulai dari sekitar Rp20 ribu hingga mencapai Rp5 juta. Produk dengan harga jutaan rupiah biasanya berupa kerajinan berukuran besar dan membutuhkan proses pengerjaan lebih kompleks.

“Harga mulai dari yang kecil itu Rp20 ribuan hingga Rp5 jutaan. Biasanya kalau sudah yang jutaan itu pesanannya meja makan dari bambu, tempat salat, dan hiasan lain yang besar-besar,” ujar Atriani.

Bagi Atri Bamboo, bambu bukan sekadar bahan kerajinan. Dari material yang sederhana itu, lahir produk yang mampu membawa nama Lhoknga hingga ke pasar internasional sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Kini, setiap pesanan yang datang dari luar negeri tidak hanya menjadi keuntungan bagi satu usaha, tetapi juga membuka kesempatan bagi warga untuk ikut bekerja dan terlibat dalam proses produksi. Dari sebuah rumah produksi di Lhoknga, anyaman bambu perlahan menemukan jalannya menuju berbagai penjuru dunia.

Tags: anyaman bambuAtri Bambooekspor kerajinanLhokngaUMKM Aceh
Previous Post

Kemendikdasmen Petakan Sekolah Minim Murid, Kebijakan Disiapkan Bersama Daerah

Next Post

Hari Anak Nasional, Hutan Kota Banda Aceh Disulap Jadi Ruang Belajar Alam

Related Posts

Mualem Bawa Agenda Percepatan Ekonomi Aceh ke Forum APPSI

by Ahmad Mufti
17 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) membawa agenda percepatan pembangunan ekonomi dan penguatan sinergi pusat-daerah saat menghadiri Rapat Kerja...

Taman Putroe Phang Dihidupkan Kembali, Banda Aceh Hadirkan Pasar Seni dan Budaya

by Riska Zulfira
16 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh mulai menghidupkan kembali Taman Putroe Phang sebagai ruang publik kreatif dan destinasi wisata budaya...

Mualem Buru Formula Penguatan UMKM di Forum Gubernur Seluruh Indonesia

by Ahlul Fikar
16 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh membidik penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai salah satu strategi mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Langkah...

Next Post

Hari Anak Nasional, Hutan Kota Banda Aceh Disulap Jadi Ruang Belajar Alam

Oknum Polisi Terduga Perampok Toko Emas di Tapaktuan Ditangkap

Discussion about this post

CERITA

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

17 Juli 2026

Gigi Ngilu Jangan Diabaikan, Kenali 5 Varian Sensodyne Sesuai Keluhan Sebelum Membeli

16 Juli 2026

Keberanian yang Mengantar Ghaisya ke Podium Emas

8 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...