MASAKINI.CO – Dari tangan-tangan terampil di Lhoknga, anyaman bambu karya Atri Bamboo kini telah menembus pasar mancanegara. Usaha yang bermula dari kerajinan lokal tersebut terus berkembang dan mulai menerima pesanan dari berbagai negara, termasuk Bangkok, Singapura, dan Malaysia.
Setiap hari, bambu diolah menjadi berbagai produk kerajinan dengan bentuk dan ukuran beragam. Mulai dari souvenir berukuran kecil hingga meja makan, tempat salat, dan berbagai hiasan berukuran besar dengan nilai jual jutaan rupiah.
Owner Atri Bamboo, Atriani, mengatakan rumah produksi usahanya berada di Lhoknga dan proses produksi dilakukan setiap hari.
“Rumah produksi kita ada di Lhoknga, dan setiap hari kita produksi anyaman bambu ini,” ujar Atriani, Sabtu (18/7/2026).

Usaha tersebut telah berjalan selama lima tahun. Dari waktu ke waktu, Atri Bamboo tidak hanya dikenal di pasar lokal, tetapi juga mulai mendapatkan pesanan dari luar negeri.
“Usaha kami sudah berjalan lima tahun dan sudah mulai ekspor keluar juga, seperti Bangkok, Singapura, Malaysia dan banyak lagi,” katanya.
Salah satu pesanan terbaru datang dari Malaysia. Sebanyak 4.000 anyaman bambu berukuran kecil dipesan untuk dijadikan souvenir dalam sebuah pesta. Pesanan tersebut kini tengah dikerjakan oleh Atri Bamboo.
“Ini baru saja ada yang pesan dari Malaysia 4.000 pcs anyaman kecil-kecil untuk souvenir pesta mereka dan sedang kami buat juga,” ujar Atriani.
Untuk menjalankan usaha tersebut, Atriani kini memiliki tujuh karyawan tetap. Namun, ketika pesanan dalam jumlah besar datang, ia tidak hanya mengandalkan tenaga kerja di rumah produksinya.
Pesanan ribuan produk justru menjadi kesempatan bagi masyarakat sekitar untuk ikut terlibat dalam proses produksi. Atriani mengajak warga satu kampung yang ingin bekerja sama untuk membantu menyelesaikan pesanan.
“Karyawan tetap itu ada tujuh orang, tapi kalau ada pesanan yang banyak sampai ribuan seperti itu kami mengajak satu kampung untuk produksi. Bagi yang mau terlibat itu boleh,” katanya.
Produk yang dihasilkan Atri Bamboo memiliki rentang harga yang cukup beragam, mulai dari sekitar Rp20 ribu hingga mencapai Rp5 juta. Produk dengan harga jutaan rupiah biasanya berupa kerajinan berukuran besar dan membutuhkan proses pengerjaan lebih kompleks.
“Harga mulai dari yang kecil itu Rp20 ribuan hingga Rp5 jutaan. Biasanya kalau sudah yang jutaan itu pesanannya meja makan dari bambu, tempat salat, dan hiasan lain yang besar-besar,” ujar Atriani.
Bagi Atri Bamboo, bambu bukan sekadar bahan kerajinan. Dari material yang sederhana itu, lahir produk yang mampu membawa nama Lhoknga hingga ke pasar internasional sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Kini, setiap pesanan yang datang dari luar negeri tidak hanya menjadi keuntungan bagi satu usaha, tetapi juga membuka kesempatan bagi warga untuk ikut bekerja dan terlibat dalam proses produksi. Dari sebuah rumah produksi di Lhoknga, anyaman bambu perlahan menemukan jalannya menuju berbagai penjuru dunia.










Discussion about this post