MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Agustus 17, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

Aininadhirah by Aininadhirah
17 Juli 2026
in Cerita
0

Di Atas Kursi Roda, Asmiati Menyimpan Rindu pada Suami yang Belum Bisa Diziarahinya | Foto: Aininadhirah/@masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Hidup Asmiati (59) berubah dalam waktu yang nyaris bersamaan. Perempuan yang selama ini dikenal aktif di lingkungan tempat tinggalnya itu harus kehilangan kaki kirinya akibat komplikasi diabetes. Di saat masih menjalani perawatan di rumah sakit, ia kembali menerima ujian yang lebih berat: suami yang mendampinginya selama ini meninggal dunia.

Kabar duka itu tidak langsung disampaikan kepada Asmiati. Keluarga memilih menunggu hingga kondisinya lebih stabil setelah menjalani operasi amputasi. Akibatnya, ia tidak sempat mengantarkan kepergian suaminya untuk terakhir kali.

RelatedPosts

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

“Saya lagi di rumah sakit, ternyata suami saya sudah tidak ada. Sampai sekarang saya juga belum tahu di mana makamnya, saya belum bisa mengunjunginya,” ucapnya lirih, Jumat (17/7/2026).

Perjalanan Asmiati menghadapi penyakit bermula ketika ia didiagnosis menderita diabetes. Ia sempat menjalani pengobatan alternatif, namun kondisinya terus memburuk hingga akhirnya harus dirawat di rumah sakit.

“Karena darah manis akhirnya diamputasi. Pertama berobat alternatif, lalu dibawa ke rumah sakit karena sering diinfus jadi berair sehingga harus diamputasi,” katanya.

Sekitar satu bulan menjalani perawatan, Asmiati akhirnya menjalani operasi amputasi di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.

Sebelum sakit, keseharian Asmiati jauh dari kata diam. Ia dikenal sebagai sosok yang aktif membantu berbagai kegiatan di gampong. Ketika ada hajatan maupun warga yang berduka, ia hampir selalu hadir untuk memasak bersama ibu-ibu lainnya. Di sela aktivitas itu, ia juga berjualan secara daring untuk membantu perekonomian keluarga.

“Dulu saya aktif memasak di kampung. Kalau ada acara atau ada orang meninggal, saya selalu ikut membantu. Saya juga jualan online, banyak yang pesan,” kenangnya.

Kini, kursi roda menjadi teman setianya beraktivitas. Ruang geraknya memang berubah, tetapi keinginannya untuk kembali mandiri tidak ikut hilang.

Harapan yang ia simpan pun sederhana. Ia ingin memiliki kaki palsu agar dapat kembali berjalan dan menjalani aktivitas seperti sebelum sakit.

“Saya pengen punya kaki palsu saja. Saya masih mau beraktivitas seperti biasa lagi,” ujarnya.

Bagi Asmiati, kehilangan kaki dan kepergian suami bukan akhir dari perjalanan hidup. Di tengah cobaan yang datang berturut-turut, ia masih berusaha menjaga semangat untuk bangkit. Harapan itu kini bertumpu pada kesempatan untuk kembali berdiri, melangkah, dan kembali menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang selama ini begitu dekat dengannya.

Tags: amputasi diabetesAsmiatiBantuan Disabilitasbantuan sosialdisabilitas
Previous Post

Harga Emas di Banda Aceh Anjlok Rp70 Ribu, Antam Ikut Ambruk

Next Post

Pencegahan Stunting di Banda Aceh Fokus pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Related Posts

1.744 Warga Kecamatan Ulee Kareng Terima Bansos Pangan

1.744 Warga Kecamatan Ulee Kareng Terima Bansos Pangan

by Redaksi
15 April 2026
0

MASAKINI.CO - Sebanyak 1.744 warga dari sembilan gampong di Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh menerima bantuan sosial (bansos) pangan....

Korban Bencana di Sumatra Terima Bantuan Rp3 Juta per KK untuk Perabot Rumah

by Riska Zulfira
30 Desember 2025
0

MASAKINI.CO - Pemerintah memastikan akan menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp3 juta per kepala keluarga (KK) kepada korban banjir Sumatera untuk...

Warga Dayah Usen Keluhkan Menu Bantuan MBG yang Monoton Pascabanjir

by Redaksi
18 Desember 2025
0

MASAKINI.CO – Sejumlah warga terdampak banjir di Kampung Dayah Usen, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, mengeluhkan menu bantuan makanan...

Next Post

Pencegahan Stunting di Banda Aceh Fokus pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Rumah Warga di Ingin Jaya Ludes Terbakar, BPBD Kerahkan Lima Armada

Discussion about this post

CERITA

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co