MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Agustus 30, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Taman Putroe Phang Dihidupkan Kembali, Banda Aceh Hadirkan Pasar Seni dan Budaya

Riska Zulfira by Riska Zulfira
16 Juli 2026
in Daerah
0

Flayer pengumuman Banda Aceh Art and Cultural Market Putroe Phang yang digelar mulai Juli hingga Agustus 2026. | Foto: Diskominfotik Banda Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh mulai menghidupkan kembali Taman Putroe Phang sebagai ruang publik kreatif dan destinasi wisata budaya melalui kegiatan Banda Aceh Art and Cultural Market Putroe Phang yang digelar mulai pertengahan Juli hingga Agustus 2026.

Kegiatan yang digagas Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh tersebut akan berlangsung setiap Sabtu dan Minggu sore, mulai pukul 15.00 hingga 18.25 WIB. Pelaksanaan perdana dijadwalkan pada 18–19 Juli 2026 mendatang, kemudian berlanjut pada 1–2 Agustus, 15–16 Agustus, serta 29–30 Agustus 2026.

RelatedPosts

Aceh Percepat Pembukaan Jalur Ro-Ro Krueng Geukuh-Penang, PT PEMA Disiapkan Jadi Pengelola

Banda Aceh Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Award 2026 Kategori Inovasi Daerah

Seluruh Fraksi DPRA Setujui Pertanggungjawaban APBA 2025

Kepala Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh, Rosdi, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk menjadikan Taman Putroe Phang sebagai ruang pertemuan antara seni, budaya, komunitas, dan ekonomi kreatif masyarakat.

“Selama ini belum ada ruang kreatif yang aktif dan berkelanjutan di Banda Aceh. Seniman dan pelaku ekonomi kreatif juga masih membutuhkan ruang tampil sekaligus akses pasar. Karena itu, Taman Putroe Phang memiliki potensi besar untuk dioptimalkan sebagai pusat aktivitas seni, budaya, dan komunitas,” ujar Rosdi, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, kegiatan tersebut akan menghadirkan tiga rangkaian utama, yakni Art and Cultural Stage berupa pertunjukan seni dan budaya, Banda Aceh Art Market sebagai ruang promosi serta transaksi produk ekonomi kreatif, dan Community Hub sebagai wadah kolaborasi komunitas serta generasi muda.

Rosdi menilai, pengembangan ruang kreatif seperti Taman Putroe Phang tidak hanya bertujuan menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku seni dan UMKM kreatif untuk memperkenalkan karya mereka.

“Kegiatan ini menjadi wadah untuk melestarikan seni dan budaya daerah sekaligus memberikan ruang bagi pelaku ekonomi kreatif agar lebih dekat dengan masyarakat,” katanya.

Ia mengajak masyarakat Banda Aceh untuk menghadiri kegiatan tersebut bersama keluarga dan komunitas.

“Kami mengajak seluruh warga kota untuk hadir dan memeriahkan kegiatan ini setiap Sabtu dan Minggu di Taman Putroe Phang. Selain menikmati pertunjukan seni, masyarakat juga dapat mendukung para pelaku ekonomi kreatif lokal,” ujar Rosdi.

Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap Taman Putroe Phang kembali menjadi ruang publik yang hidup, tempat masyarakat berkumpul, berekspresi, dan menikmati kekayaan seni budaya Aceh sekaligus memperkuat daya tarik wisata kota.

Tags: Banda Aceh Art MarketDispar Banda AcehPemerintah Banda AcehSeni Budaya AcehTaman Putroe PhangUMKM AcehWisata Banda Aceh
Previous Post

Mualem Buru Formula Penguatan UMKM di Forum Gubernur Seluruh Indonesia

Next Post

Tutup Celah Judi Online, 32 Ribu Rekening Diblokir hingga 2,8 Juta Pengajuan Ditolak

Related Posts

UMKM Aceh Cetak Transaksi Rp7,98 Miliar di KKI 2026, Bukti Produk Lokal Makin Kompetitif

by Riska Zulfira
27 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Aceh mencatatkan capaian positif dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Total...

Pedagang Ranup Dipindahkan dari Masjid Raya, Pemko Banda Aceh Siapkan Lokasi Baru

by Redaksi
25 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh merelokasi sementara para pedagang sirih (ranup) dari kawasan Masjid Raya Baiturrahman ke area depan...

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

by Aininadhirah
25 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Di tangan Jumadin, kupiah meukeutop bukan sekadar penutup kepala khas Aceh. Dari produk yang lekat dengan identitas budaya...

Next Post

Tutup Celah Judi Online, 32 Ribu Rekening Diblokir hingga 2,8 Juta Pengajuan Ditolak

Gigi Ngilu Jangan Diabaikan, Kenali 5 Varian Sensodyne Sesuai Keluhan Sebelum Membeli

Discussion about this post

CERITA

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co