MASAKINI.CO – Pewarta Foto Indonesia (PFI) Aceh mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Roadshow Pameran Foto Kebencanaan “Sumatera Bangkit” yang akan digelar di Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, pada 3–8 Agustus 2026.
Sebagai salah satu tuan rumah dalam rangkaian pameran di tiga provinsi, yakni Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara, PFI Aceh melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Banda Aceh untuk memastikan kesiapan pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ketua PFI Aceh, Muhammad Anshar, mengatakan audiensi bersama Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal dan Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah menjadi langkah awal membangun dukungan terhadap kegiatan yang mengangkat isu kebencanaan tersebut.
“Kami berharap Pemerintah Kota Banda Aceh dapat memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pameran ini,” kata Anshar, Selasa (14/7/2026).
Ia menjelaskan, pameran Sumatera Bangkit akan menghadirkan karya para pewarta foto yang merekam berbagai peristiwa bencana di sejumlah daerah. Melalui foto jurnalistik, masyarakat akan diajak melihat kembali perjalanan bencana, dampaknya bagi kehidupan warga, serta semangat masyarakat dalam bangkit dan memulihkan kondisi pascabencana.
Menurut Anshar, Aceh menjadi lokasi penting dalam rangkaian pameran tersebut mengingat daerah ini memiliki pengalaman panjang menghadapi bencana besar, khususnya gempa dan tsunami pada 2004 lalu.
Selain pameran foto, rangkaian kegiatan juga akan dilanjutkan dengan peluncuran buku ensiklopedia kebencanaan di Yogyakarta.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menyatakan Pemerintah Kota Banda Aceh mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai fotografi dapat menjadi media edukasi yang kuat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.
“Tentu kami siap mendukung. Momentum kebencanaan ini dapat dimanfaatkan melalui pameran foto sebagai media edukasi sekaligus pengingat,” ujar Illiza.
Sementara itu, Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah menilai pameran tersebut tidak hanya menjadi ruang apresiasi terhadap karya jurnalistik, tetapi juga memiliki nilai edukasi bagi masyarakat.
Menurutnya, karya foto kebencanaan mampu merekam sejarah sekaligus menyampaikan pesan kemanusiaan kepada publik.
“Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan karya jurnalistik yang bernilai sejarah, tetapi juga menjadi media edukasi tentang kebencanaan dan kemanusiaan,” kata Irwansyah.
Melalui Roadshow Pameran Foto “Sumatera Bangkit”, PFI Aceh berharap masyarakat dapat memahami pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana serta melihat potret ketangguhan warga dalam menghadapi berbagai situasi bencana.









Discussion about this post