MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Agustus 30, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Wagub Aceh Minta Baitul Mal Perkuat Transparansi untuk Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat

Ahmad Mufti by Ahmad Mufti
15 Juli 2026
in Daerah
0

Wakil Gubernur ACeh, Fadhlullah saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Baitul Mal se-Aceh di Aula Hotel Rasamala, Banda Aceh, Rabu (15/7/2026). | Foto: Adpim Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fadh menegaskan pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf oleh Baitul Mal harus mengedepankan transparansi dan akuntabilitas. Menurutnya, kepercayaan masyarakat menjadi faktor utama dalam meningkatkan potensi dana umat di Aceh.

Hal tersebut disampaikan Dek Fadh saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Baitul Mal se-Aceh di Aula Hotel Rasamala, Banda Aceh, Rabu (15/7/2026). Rakor tersebut diikuti komisioner Baitul Mal kabupaten dan kota se-Aceh.

RelatedPosts

Aceh Percepat Pembukaan Jalur Ro-Ro Krueng Geukuh-Penang, PT PEMA Disiapkan Jadi Pengelola

Banda Aceh Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Award 2026 Kategori Inovasi Daerah

Seluruh Fraksi DPRA Setujui Pertanggungjawaban APBA 2025

Dek Fadh mengatakan, semakin besar kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana umat, maka semakin besar pula potensi zakat, infak, sedekah, dan wakaf yang dapat dihimpun untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Dalam pengelolaan zakat, sedekah, dan wakaf, transparansi adalah hal yang paling penting. Kalau pengelolaannya transparan, insya Allah masyarakat akan percaya kepada Baitul Mal. Ini menjadi salah satu kunci utama,” ujar Dek Fadh.

Ia menilai Baitul Mal memiliki posisi strategis bagi Aceh karena merupakan lembaga yang lahir dari amanat perdamaian Aceh melalui MoU Helsinki. Karena itu, pengelolaan lembaga tersebut harus dilakukan secara profesional dengan menjaga amanah masyarakat.

Dek Fadh mencontohkan pengelolaan Wakaf Baitul Asyi di Arab Saudi yang hingga kini tetap berjalan sesuai dengan ikrar wakaf dan manfaatnya terus diberikan kepada masyarakat Aceh.

“Wakaf memiliki amanah yang harus dijaga. Apa yang sudah diikrarkan harus dilaksanakan sesuai tujuan wakaf tersebut,” katanya.

Selain mendorong penguatan tata kelola Baitul Mal, Dek Fadh juga mengungkapkan Pemerintah Aceh telah mengusulkan agar zakat dapat menjadi pengurang pajak dalam revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA).

Menurutnya, kebijakan tersebut dapat memperluas partisipasi masyarakat dan perusahaan dalam menunaikan zakat melalui Baitul Mal.

“Jika zakat menjadi pengurang pajak, maka penerimaan zakat melalui Baitul Mal akan meningkat. Pada akhirnya manfaatnya akan kembali kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Baitul Mal Aceh, Tgk Muhammad Yunus, mengatakan Rakor Baitul Mal se-Aceh menjadi momentum memperkuat koordinasi antarlembaga dalam meningkatkan pengelolaan dana umat.

Ia mengakui salah satu tantangan yang masih dihadapi Baitul Mal adalah belum maksimalnya dukungan dari pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.

“Persoalan yang kita hadapi hampir sama. Tanpa dukungan pimpinan daerah, program-program Baitul Mal tidak dapat berjalan secara optimal,” kata Muhammad Yunus.

Ia menyebutkan, saat ini sumber pendapatan Baitul Mal masih didominasi zakat profesi ASN. Padahal, potensi zakat dari sektor perusahaan di Aceh sangat besar dan dapat menjadi sumber tambahan untuk memperluas program pemberdayaan masyarakat.

“Kami berharap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Aceh dapat menyalurkan zakat melalui Baitul Mal. Potensinya besar dan bisa memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Tags: Baitul Mal AcehDek FadhRakor Baitul Maltransparansi Baitul Malwakaf AcehZakat Aceh.zakat pengurang pajak
Previous Post

Perempuan Asal Lamdingin Ditemukan Meninggal Mengapung di Krueng Aceh

Next Post

Enam Tersangka Dugaan Ikhtilat di Banda Aceh Terancam 30 Kali Cambuk, Ditahan 20 Hari

Related Posts

Baitul Mal Aceh Salurkan Rp7,92 Miliar Modal Usaha untuk 1.584 Warga

by Aininadhirah
19 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Baitul Mal Aceh (BMA) menyalurkan bantuan modal usaha berbasis individu tahap kedua sebesar Rp7,92 miliar kepada 1.584 penerima...

Wagub Aceh Minta TASPEN Salurkan Zakat Melalui Baitul Mal Aceh

by Redaksi
19 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah meminta PT TASPEN (Persero) ikut memperkuat pengelolaan zakat di Aceh dengan menyalurkan kewajiban zakat...

YARA Salurkan Infak Rp10 Juta ke Baitul Mal Aceh

by Redaksi
7 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) menyalurkan infak sebesar Rp10 juta kepada Baitul Mal Aceh (BMA) sebagai bentuk dukungan...

Next Post

Enam Tersangka Dugaan Ikhtilat di Banda Aceh Terancam 30 Kali Cambuk, Ditahan 20 Hari

Dua Pelaku Curanmor Honda CRF di Lamgugob Dibekuk, Motor Dijual ke Aceh Utara Rp5,5 Juta

Discussion about this post

CERITA

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co