MASAKINI.CO – Kantor Staf Presiden (KSP) menargetkan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Binjai–Langsa, khususnya seksi Binjai–Pangkalan Brandan, dapat beroperasi penuh dan memenuhi seluruh kaidah teknis sebelum libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Target tersebut dibahas dalam rapat koordinasi percepatan pembangunan JTTS yang melibatkan KSP, PT Hutama Karya (Persero), Pemerintah Provinsi Sumatra Utara, Kementerian Pekerjaan Umum, serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Sumatra Utara.
Kepala Staf Kepresidenan RI Dudung Abdurachman meminta berbagai kendala yang masih menghambat penyelesaian ruas tersebut segera dituntaskan. Salah satu yang menjadi perhatian ialah persoalan pengadaan dan administrasi pertanahan di koridor Binjai–Pangkalan Brandan, termasuk pada akses Pangkalan Brandan.
Menurut Dudung, penyelesaian persoalan tersebut penting agar ruas tol dapat beroperasi sesuai standar teknis sekaligus menjamin keamanan, keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan masyarakat.
“Saya menginstruksikan, sebelum libur Natal tahun 2026 dan Tahun Baru 2027, tol harus beroperasi dengan memenuhi seluruh kaidah teknis jalan tol,” kata Dudung dalam keterangannya, Kamis (24/9/2026).
Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan untuk menyelesaikan kendala di lapangan, termasuk persoalan administrasi dan pengadaan tanah.
“Terkait kondisi di lokasi akses Pangkalan Brandan, kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait. Dukungan dan sinergi antar-pemangku kepentingan diperlukan agar penyelesaian konstruksi di lokasi tersebut dapat kami laksanakan sesuai kaidah teknis dan ketentuan yang berlaku,” ujar Iwan.
Dalam pertemuan itu, Kementerian Pekerjaan Umum juga meminta dukungan KSP untuk melanjutkan pembangunan ruas Pangkalan Brandan–Langsa. Kelanjutan ruas tersebut menjadi bagian dari upaya menyambungkan jaringan JTTS dari Sumatra Utara hingga Aceh.
Jalan Tol Binjai–Langsa direncanakan memiliki panjang sekitar 130,7 kilometer yang terbagi dalam lima seksi, yakni Binjai–Stabat, Stabat–Tanjung Pura, Tanjung Pura–Pangkalan Brandan, Pangkalan Brandan–Kuala Simpang, serta Kuala Simpang–Langsa.
Hingga saat ini, sekitar 57,5 kilometer hingga Pangkalan Brandan telah beroperasi. Ruas tersebut sebelumnya telah digunakan untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas pada periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
Pemerintah menilai penyelesaian koridor tersebut tidak hanya berkaitan dengan kelancaran perjalanan, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan konektivitas antara Sumatra Utara dan Aceh.







Discussion about this post