MASAKINI.CO – Berawal dari sepiring masakan yang baru selesai dibuat, Nova Miladyarti menemukan cara sederhana untuk mengabadikan sesuatu yang saat itu terasa begitu baru baginya.
Setelah menikah, perempuan yang lebih dikenal di dunia fotografi dengan nama Kak Nova Mila itu mulai belajar memasak. Setiap kali berhasil membuat masakan, ia membawanya ke teras rumah lalu memotretnya. Kebiasaan sederhana itu dilakukan hampir setiap hari.
“Sebelum nikah tidak bisa masak sama sekali, tapi setelah nikah saya belajar masak, bagi saya ini skill baru yang harus saya abadikan, jadi setiap setelah masak itu saya bawa ke teras rumah untuk di potret, dan setiap hari begitu,” ujarnya, Rabu (16/9/2026).
Dari kebiasaan tersebut, ketertarikannya terhadap fotografi makanan semakin tumbuh. Hingga sekitar enam tahun terakhir, Nova mulai serius menekuni dunia food photography dan menjadikannya bagian dari aktivitas yang terus ia jalani hingga sekarang.
Keseriusannya berkembang ketika pandemi Covid-19. Saat itu, banyak kelas fotografi yang dibuka dan menjadi kesempatan bagi Nova untuk belajar lebih dalam mengenai teknik memotret makanan.
Di tengah proses belajar tersebut, kesempatan untuk memotret produk milik orang lain datang dari seorang teman yang memiliki usaha makanan. Awalnya hanya membantu memotret, tetapi setelah satu pekerjaan selesai, permintaan lain mulai berdatangan.
“Nah waktu masa covid itu banyak yang membuka kelas fotografi, disitu mulai serius belajar fotografi makanan, dan kebetulan ada teman yang punya usaha makanan minta bantu untuk difotoin produknya, terus lama-lama kok makin banyak permintaannya begitu,” ujarnya.
Dari permintaan yang semakin banyak, Nova kemudian melihat peluang bahwa kegemarannya bisa dikembangkan menjadi pekerjaan. Pilihan itu terasa cocok dengan kehidupannya sebagai ibu rumah tangga sekaligus ibu dari tiga orang putra.
Ia tidak harus meninggalkan rumah untuk bekerja. Pelaku UMKM yang membutuhkan foto produk cukup mengirimkan makanan mereka ke rumah Nova. Setelah proses pemotretan selesai, hasilnya dikirim kembali dalam bentuk file.
“Kemudian baru kepikiran untuk jadikan bisnis, kan bisa dari rumah juga sambil jaga anak, tapi bisa juga menjalankan hobi kita, umkm yang mau di promosikan kirim produknya kerumah, kemudian kita kirim fotonya via file dan kita dapat uangnya,dan ini menarik sehingga keterusan sampai sekarang,” ujarnya.

Namun, menjadi ibu sekaligus fotografer bukan berarti semua bisa berjalan tanpa jeda. Ada masa ketika Nova harus menghentikan aktivitas fotografi sementara, terutama saat mengandung anak.
Bagi fotografer kuliner, mengambil gambar bukan sekadar mengarahkan kamera. Posisi tubuh dan sudut pengambilan gambar juga menjadi bagian penting, terutama ketika harus memotret minuman dari sudut rendah.
“Sebagai seorang ibu, dan ketika dalam keadaan hamil besar, itu saya berhenti dulu karna agak sulit, apalagi motret foto minuman, itu kan harus kita sesuaikan dari bawah pengambilannya, jadi agak sulit juga,” ujarnya.
Meski sempat berhenti, Nova kembali melanjutkan hobinya. Ia juga terus meningkatkan kemampuan dengan mengikuti berbagai pelatihan food photography bersama fotografer nasional.
Perlahan, hasil kerja keras itu mulai memperlihatkan perubahan. Produk makanan yang dahulu hanya ia potret untuk kesenangan sendiri, kini datang dari berbagai pelaku usaha hingga kafe.
Sesekali Nova melihat kembali foto-foto lamanya. Dari sana ia menyadari betapa jauh perjalanan yang sudah dilaluinya.
“Ketika lihat foto-foto yang lama, saya ga nyangka bisa sejauh ini, yang dulunya hanya motret masakan sendiri, tapi sekarang malah sering foto masakan orang lain bahkan hingga caffe-caffe,” ujarnya.
Di tengah perjalanan tersebut, Kompakers Aceh turut menjadi ruang bagi Nova untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuannya. Komunitas yang berdiri sejak 2016 itu mempertemukan perempuan-perempuan yang memiliki ketertarikan pada memasak sekaligus fotografi makanan.
“Komunitas kompakers aceh menjadi ruang untuk saya mengembangkan hobi saya saat ini, komunitas ini berdiri sejak 2016, berisi perempuan-perempuan yang mempunyai hobi memasak dan suka memotret makanan,” katanya.
Bagi Nova, kesibukan sebagai ibu tidak harus menjadi alasan untuk meninggalkan sesuatu yang disukai. Mengurus anak, menjalani masa kehamilan hingga menyusui memang membuat langkahnya terkadang melambat. Tetapi ia memilih untuk tetap kembali dan melanjutkan apa yang sudah dimulainya.
“Meskipun saya seorang ibu, harus mengurus anak,hamil,menyusui, tapi tidak berhenti untuk terus mengembangkan hobi saya, meskipun naik turun tapi tetap menjalaninya,” ujarnya.
Kini, dari rumahnya di kawasan Meunasah Papeun-Lamreung, Nova menjalani dua peran yang berjalan berdampingan. Ia tetap menjadi ibu bagi tiga putranya, sekaligus menekuni profesi yang berawal dari kebiasaan sederhana memotret masakan sendiri.
Enam tahun menekuni food photography membuat Nova melihat bahwa perjalanan sebuah hobi tidak selalu harus dimulai dengan rencana besar. Terkadang, semuanya berawal dari rasa penasaran, kemauan belajar, lalu keberanian untuk mencoba menjadikannya sesuatu yang lebih.
Dari teras rumah, kamera dan sepiring masakan menjadi awal. Kini, karya Nova telah sampai pada meja-meja makan milik orang lain, produk UMKM hingga kafe-kafe yang membutuhkan sentuhan visual untuk memperkenalkan makanan mereka.










Discussion about this post