MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh mulai menyiapkan pembebasan lahan untuk pengalihan Jalan Dr. Syarief Thayeb ke Jalan Seulanga. Pengalihan jalan tersebut direncanakan untuk mendukung integrasi kawasan pelayanan kesehatan di sekitar RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUZA) dan Rumah Sakit Jiwa Aceh.
Sosialisasi pembebasan lahan digelar di Kantor Camat Kuta Alam, Senin (14/9/2026), dan diikuti pemilik tanah serta bangunan yang terdampak rencana pembangunan jalan.
Asisten Pemerintah Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Banda Aceh sekaligus Ketua Tim Persiapan Pembebasan Lahan, Bachtiar, mengatakan pembangunan jalan alternatif tersebut merupakan bagian dari rencana penataan dan integrasi kawasan rumah sakit yang mencakup wilayah Gampong Beurawe, Gampong Bandar Baru, dan Gampong Lambhuk.
Menurutnya, integrasi kawasan pelayanan kesehatan juga mengacu pada ketentuan Permenkes Nomor 40 Tahun 2022.
“Setiap rumah sakit yang mendapatkan pelayanan BPJS harus disatukan, tidak boleh dipisah-pisah,” kata Bachtiar.
Ia menjelaskan, total lahan yang terdampak pengadaan untuk rencana pengalihan jalan mencapai 9.096,72 meter persegi.
Lahan tersebut tersebar di tiga gampong, yakni Gampong Beurawe seluas 4.418,04 meter persegi, Gampong Bandar Baru 3.599,68 meter persegi, dan Gampong Lambhuk 1.079 meter persegi.
Bachtiar mengatakan, tahapan awal yang akan dilakukan adalah pengukuran lahan milik warga yang terdampak. Pengukuran dijadwalkan berlangsung pada Rabu (16/9/2026).
“Izinkan kami untuk mengukur yang insyaallah akan dilakukan pada hari Rabu lusa. Setelah itu akan kami undang kembali ibu-bapak untuk ditentukan harganya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, nilai ganti rugi lahan akan ditentukan berdasarkan hasil penilaian dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) sesuai luasan lahan yang dibebaskan.
Bachtiar memastikan proses perencanaan hingga pelaksanaan pembebasan lahan dilakukan secara transparan. Karena itu, ia meminta dukungan masyarakat yang lahannya terdampak agar tahapan pengadaan lahan dapat berjalan sesuai rencana.
“Kami meminta masyarakat bersedia memberikan pembebasan lahannya,” katanya.








Discussion about this post