MASAKINI.CO – Sebuah lukisan pegunungan Oita di atas kanvas sutra kini menghiasi ruang pertemuan Wali Kota Banda Aceh. Lukisan karya seniman Jepang itu menjadi simbol persahabatan yang dibawa delegasi Friendship Force Oita Club saat bertemu Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, Senin (14/9/2026).
Lukisan tersebut diserahkan Ketua Delegasi Friendship Force Oita Club, Tomoji Tanabe, kepada Illiza setelah pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai di pendopo wali kota.
Illiza mengatakan pemberian tersebut memiliki nilai yang tidak dapat diukur dengan materi. Baginya, lukisan itu menjadi pengingat hubungan persahabatan antara masyarakat Banda Aceh dan Oita, Jepang.
Kunjungan tujuh anggota Friendship Force Oita Club itu merupakan bagian dari program pertukaran persahabatan internasional yang berlangsung pada 8–15 September 2026. Sebelum ke Banda Aceh, rombongan telah mengunjungi sejumlah wilayah di Aceh, termasuk Sabang.
Menurut Illiza, Friendship Force memberikan pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat karena para peserta tidak sekadar berkunjung, tetapi juga tinggal di rumah warga dan mengenal tradisi serta budaya setempat.
Ia mengatakan hubungan Aceh dan Jepang memiliki sejarah yang kuat, terutama setelah tsunami 2004. Saat itu, pemerintah dan masyarakat Jepang ikut memberikan dukungan dalam proses pemulihan Aceh.
“Pemulia jame adat geutanyoe,” ujar Illiza saat menyambut rombongan.
Ia berharap hubungan Banda Aceh dan Oita dapat terus berkembang melalui pertukaran masyarakat maupun kerja sama lainnya. Illiza juga menyampaikan salam kepada Wali Kota Oita dan mengundang para anggota Friendship Force untuk kembali ke Banda Aceh bersama keluarga dan teman-teman mereka.
Tanabe menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan selama rombongan berada di Aceh. Ia mengatakan rombongannya telah berada di Indonesia sekitar dua pekan.
Ia juga mengundang Illiza untuk berkunjung ke Oita. Menurut Tanabe, Wali Kota Oita merupakan anggota Friendship Force Oita Club.
Tujuh delegasi yang berkunjung terdiri atas Tomoji Tanabe, Mariko Kudo, Hideko Goto, Tomoko Akaki, Hatsue Nishimoto, Tomoaki Hirose, dan Aiko Hirose.
Pertemuan tersebut turut dihadiri perwakilan Friendship Force Aceh, Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Jalaluddin, Kepala Dinas Pariwisata Rosdi, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulaiman Bakri.









Discussion about this post