MASAKINI.CO – Banjir melanda 12 desa yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara sejak Minggu (13/9/2026) malam. Bencana tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah setempat sejak sore hari.
Staf Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Haslinda Juwita, mengatakan banjir terjadi sekitar pukul 21.30 WIB akibat meningkatnya debit sejumlah sungai di Aceh Tenggara.
“Curah hujan yang tinggi sejak sore hari mengakibatkan debit air Sungai Lawe Bulan, Sungai Lawe Kisam dan Sungai Lawe Kinga mengalami peningkatan,” kata Haslinda, Rabu (16/9/2026).
Berdasarkan laporan Pusdalops PB BPBD Kabupaten Aceh Tenggara yang diterima BPBA dan diperbarui pada Rabu (16/9/2026), banjir berdampak pada 363 kepala keluarga atau 1.324 jiwa. Tidak ada warga yang mengungsi maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Banjir melanda lima desa di Kecamatan Babusalam, yakni Pulonas, Kota Kutacane, Pulo Latong, Gumpang Jaya dan Kutacane Lama. Kemudian dua desa di Kecamatan Lawe Bulan, yaitu Pulonas Baru dan Lawe Rutung.
Selanjutnya, banjir juga terjadi di Desa Pancar Iman dan Kuning I, Kecamatan Bambel; Desa Peseluk Pesimbe, Kecamatan Deleng Pokhkison; Desa Kuta Lesung, Kecamatan Lawe Sumur; serta Desa Simpang Empat Tanjung, Kecamatan Darul Hasanah.
Selain menggenangi permukiman, banjir bandang juga membawa material berupa kayu dan batu. Air bercampur lumpur masuk dan menggenangi sejumlah rumah warga.
Dampak lainnya, dua unit jembatan Billy yang menjadi akses penghubung antarkecamatan turut terdampak. Jembatan tersebut sebelumnya telah ditinjau oleh Kementerian Pekerjaan Umum saat melakukan kunjungan ke Aceh Tenggara.
Sejumlah tanggul di Sungai Lawe Bulan, Lawe Kisam dan Lawe Kinga juga dilaporkan jebol. Sementara itu, tanggul sementara di sekitar jembatan Desa Simpang Empat Tanjung, Kecamatan Darul Hasanah, mengalami amblas.
“Untuk penanganan awal, BPBD Kabupaten Aceh Tenggara telah melakukan kajian cepat, mengerahkan anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi untuk melakukan pendataan, serta menurunkan satu unit alat berat excavator,” ujar Haslinda.









Discussion about this post