MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Februari 23, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Berani Laporkan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Riska Zulfira by Riska Zulfira
15 Oktober 2024
in Cerita
0
Kronologis Santri di Aceh Barat Disiram Air Cabai Oleh Istri Pimpinan Dayah

Ilustrasi kekerasan terhadap anak. I foto: dok iStockphoto

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Rentetan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak semakin marak di Aceh. Kekerasan terhadap perempuan dan anak ini terjadi tak hanya saat adanya kekerasan dalam bentuk fisik, namun berkata buruk dan memarahi juga termasuk dalam kekerasan psikis.

Kasus-kasus kekerasan ini telah mewarnai sepanjang tahun 2023 hingga 2024. Harusnya menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.

RelatedPosts

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

Tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam melaporkan kekerasan membuat banyak kasus bisa terungkap dan jumlah laporan meningkat.

Tahun lalu, angka kekerasan di Aceh tembus sebanyak 1.098 kasus, dengan rincian ada 464 kasus Kekerasan Terhadap Perempuan (KTP) dan 634 kasus Kekerasan Terhadap Anak (KTA) yang terlapor.

Namun apakah angka tersebut angka sebenarnya? Nyatanya tidak.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP3A, Tiara Sutari, jumlah kasus kekerasan pada perempuan diibaratkan seperti fenomena puncak gunung es.

Sebab, jumlah kasus yang terjadi sebenarnya jauh lebih tinggi dari yang dilaporkan.

Tiara menjelaskan melaporkan kasus kekerasan atau pelecehan seksual bukanlah hal yang mudah bagi korban. Butuh keberanian dan dukungan dari banyak pihak untuk mengungkap tabir kejahatan itu.

Padahal keberanian melaporkan kasus kekerasan adalah langkah awal yang sangat penting untuk melindungi korban dan mencegah terjadinya kasus serupa di masa mendatang.

Meski ada peningkatan kesadaran masyarakat dalam melaporkan kasus kekerasan, masih banyak kasus yang tidak terungkap karena korban atau saksi takut melaporkan.

Biasanya kondisi itu diakibatkan karena adanya tekanan sosial, rasa malu, anggapan kekerasan itu aib hingga kurangnya pemahaman tentang hak-hak korban.

Acap kali, stigma negatif terhadap korban kekerasan itu menyebar begitu cepat dalam lingkungan masyarakat. Harusnya masyarakat tak ikut-ikutan mengucilkan korban, malah tetangga atau orang terdekat memiliki peran untuk membuka tabir kekerasan ini.

“Orang terdekat atau tetangga harus berperan untuk melaporkan ke kami jika ditemukan adanya kekerasan yang terjadi,” ujar Tiara.

Plt Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak DP3A Aceh, Tiara Sutari

Dukungan Terhadap Korban

Dengan dukungan penuh dari masyarakat, diharapkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Aceh dapat terus ditekan, serta korban dapat memperoleh perlindungan dan keadilan yang mereka butuhkan.

Persoalan pencegahan dan perlindungan perempuan dan anak harus terus ditingkatkan, karena modus kejahatan yang semakin canggih akibat derasnya perkembangan teknologi informasi.

Menurut Tiara, DP3A Aceh telah menyediakan berbagai layanan pelaporan dan pendampingan bagi korban kekerasan, termasuk hotline pengaduan dan pusat layanan terpadu. Layanan ini dirancang untuk memudahkan korban melaporkan kejadian tanpa merasa terintimidasi.

Selain itu, DP3A Aceh juga bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian, lembaga bantuan hukum, serta organisasi non-pemerintah, untuk memastikan bahwa setiap laporan kekerasan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Kami tidak hanya menerima laporan, tapi juga mendampingi korban secara menyeluruh, ini adalah bentuk komitmen kami untuk melindungi perempuan dan anak di Aceh,” lanjut Tiara.

Tiara Sutari menegaskan bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat luas.

Dengan melaporkan kekerasan, masyarakat telah berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi semua pihak, terutama kelompok rentan.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) para korban kekerasan dapat melapor melalui layanan call center Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129.

Disana para petugas akan menghubungi UPTD mana yang berkesinambungan dengan laporan masuk. Maka Tiara mengimbau kepada warga agar berani melaporkan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Karena kita di Aceh juga memiliki qanun nomor 11 tahun 2008,” pungkasnya.

Tags: DP3A AcehJumlah kekerasan terhadap perempuanKekerasan Terhadap Perempuan dan AnakPerlindungan Perempuan dan Anak
Previous Post

Reza Rizki Membelah Banjir Demi Tarkam

Next Post

Ini Alasan Pedagang Banda Aceh Mendeklarasikan Dukungan ke Illiza-Afdhal

Related Posts

Perempuan dan Anak Hadapi Risiko Berlapis Pascabencana

by Redaksi
12 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Aceh menegaskan komitmennya dalam memberikan perlindungan dan pendampingan kepada perempuan dan anak pascabencana banjir dan longsor, menyusul...

Komitmen Perlindungan Anak di Industri Sawit

Komitmen Perlindungan Anak di Industri Sawit

by Ulfah
27 Agustus 2025
0

MASAKINI.CO – Isu anak dalam industri sawit tidak hanya menyangkut pekerja anak, tetapi juga menyentuh aspek kehidupan mereka di lingkungan...

DP3A Aceh Gencarkan Edukasi Perlindungan Anak di Ruang Digital

DP3A Aceh Gencarkan Edukasi Perlindungan Anak di Ruang Digital

by Redaksi
23 Juni 2025
0

KMASAKINI.CO – Pesatnya perkembangan teknologi informasi telah membawa kemudahan dan peluang baru, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan serius,...

Next Post

Ini Alasan Pedagang Banda Aceh Mendeklarasikan Dukungan ke Illiza-Afdhal

Kisah Pengusaha Jambu di Kudus, Sukses Berkat Pemberdayaan BRI

Kisah Pengusaha Jambu di Kudus, Sukses Berkat Pemberdayaan BRI

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...