MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, April 12, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Masyarakat Aceh Diingatkan Tak Tergiur Iming-iming Kerja di Luar Negeri

Riska Zulfira by Riska Zulfira
2 Juli 2025
in Daerah
0
Masyarakat Aceh Diingatkan Tak Tergiur Iming-iming Kerja di Luar Negeri

Kepala Bidang Pengaduan, Mediasi dan Advokasi Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh, Chairullah | Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) mengingatkan masyarakat Aceh agar lebih berhati-hati menerima tawaran bekerja ke luar negeri.

Pasalnya, kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang menjerat warga Aceh terus terungkap, dengan modus iming-iming pekerjaan layak di luar negeri, padahal korban justru dieksploitasi.

RelatedPosts

1.000 Paket Pangan Murah Disediakan untuk Warga Banda Aceh

Jaga Kebersihan Lingkungan, Gampong Lam Asan Kelola Sampah Secara Mandiri

Mualem Lantik 3 Kepala SKPA, Kinerja Digenjot di Tengah Sistem Kerja 4 Hari

Kepala BP3MI Aceh melalui Kepala Bidang Pengaduan, Mediasi, dan Advokasi, Chairullah menyampaikan saat ini negara tujuan paling banyak bagi pekerja migran asal Aceh adalah Malaysia. Namun ironisnya, sebagian korban yang diberangkatkan secara ilegal berakhir pada pekerjaan yang jauh dari harapan.

“Banyak korban yang awalnya dijanjikan bekerja di Malaysia, tapi ternyata sampai di sana malah dipaksa menjadi pekerja seks komersial (PSK). Mereka sudah dijemput agen di sana, semuanya sudah diatur,” ujarnya, Rabu (2/7/2025).

BP3MI menekankan agar masyarakat Aceh tidak mudah tergiur dengan bujuk rayu pihak tertentu yang menawarkan gaji tinggi dan pekerjaan mudah di luar negeri. Sebab, jika tidak melalui agen resmi, risiko menjadi korban perdagangan orang sangat besar.

“Tolong dicek betul, apakah agen yang menawarkan ini resmi atau tidak? Kalau tidak jelas, itu patut dicurigai. Jangan sampai sudah sampai di negeri orang malah diperkerjakan tidak sesuai harapan,” tegasnya.

Ia menambahkan, tawaran resmi hanya datang dari agen atau perusahaan penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang memiliki izin. Masyarakat diminta waspada terhadap calo atau perorangan yang memberikan tawaran kerja tanpa proses resmi.

Ia menjelaskan, ada lima skema penempatan tenaga kerja yang sah, yakni G to G (antar-pemerintah), G to P (pemerintah ke perusahaan), P to P (antar perusahaan), UKPS, dan perseorangan.

Namun, penempatan secara perseorangan memiliki risiko lebih tinggi dan tetap harus diawasi secara ketat. Sebelum berangkat ke luar negeri, kata Chairullah, calon pekerja wajib memiliki dokumen lengkap seperti paspor, kontrak kerja, visa kerja atau permit dan BPJS Ketenagakerjaan. Semua ini, merupakan bagian dari standar perlindungan tenaga kerja migran yang prosedural.

“Makanya kami tegaskan jika ada yang menawarkan dan statusnya tidak jelas apalagi tanpa biaya penempatan sudah pasti tidak benar, jadi bisa dilaporkan ke kami,” terangnya.

Tags: acehBP3MI Acehcari kerjaLuar Negeri
Previous Post

UIN Ar-Raniry Luncurkan Program Magister Peace and Development Studies

Next Post

BPBA Latih Tim TRC Berikan Pertolongan Pertama Darurat Bencana

Related Posts

LKPJ 2025 Dipaparkan, Pendapatan Aceh Tembus Target

by Riska Zulfira
7 April 2026
0

MASAKINI.CO - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat...

Stok Hewan Meugang Idul Fitri di Aceh Aman, Sapi Capai 16.381 Ekor

Untuk Kedua Kali, Presiden Salurkan Sapi Meugang ke Aceh Jelang Idulfitri

by Riska Zulfira
18 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Presiden Prabowo Subianto kembali menyalurkan bantuan sapi untuk tradisi meugang di Aceh menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Ini menjadi...

Lebih dari Dua Bulan Pascabencana, 13 Desa di Aceh Masih Gelap Tanpa Listrik

by Riska Zulfira
11 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Sebanyak 13 desa di wilayah terdampak bencana di Aceh hingga kini masih belum teraliri listrik. Padahal, bencana telah...

Next Post
BPBA Latih Tim TRC Berikan Pertolongan Pertama Darurat Bencana

BPBA Latih Tim TRC Berikan Pertolongan Pertama Darurat Bencana

Boneka Unta Jadi Oleh-oleh Jemaah Haji Aceh

Boneka Unta Jadi Oleh-oleh Jemaah Haji Aceh

Discussion about this post

CERITA

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026
Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co