MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Februari 25, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

PMT Posyandu Harus Makanan Olahan Bergizi, Bukan Siap Saji

Riska Zulfira by Riska Zulfira
19 Juli 2025
in Daerah
0

Kepala Puskesmas Kecamatan Kuta Malaka, dr. Masyiththah saat dijumpai, Sabtu (19/7/2025) | Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kepala Puskesmas Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar, dr. Masyiththah menegaskan bahwa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di posyandu harus berupa makanan yang diolah dan sesuai dengan usia serta kebutuhan gizi sasaran, bukan makanan kemasan atau siap saji.

“Misalnya roti marie, itu tidak boleh langsung diberikan. Harus diolah dulu, bisa dibuat bubur atau makanan lain yang lebih sesuai,” kata dr. Masyiththah, Sabtu (19/7/2025).

RelatedPosts

Aceh Besar Raih Penghargaan BRIN, Nilai IDSD 2025 Tembus 3,80

Kanji Glee Taron, Paduan 44 Dedaunan Hutan yang Jadi Primadona Berbuka di Aceh Besar

Sambai Oen Peugaga, Kuliner Ramadan Penuh Khasiat

Ia menjelaskan PMT yang diberikan di posyandu merupakan PMT penyuluhan yang semuanya diolah oleh masyarakat menggunakan dana desa. PMT tidak diberikan secara seragam, melainkan disesuaikan dengan kelompok usia seperti balita, remaja, ibu hamil dan lansia.

“Jadi semua siklus hidup dilayani di sana, maka makanan tambahan pun harus disesuaikan. Untuk lansia, misalnya, bisa berupa telur atau susu sedangkan remaja bisa jus sehat. Yang penting bukan makanan instan atau mentah,” jelasnya.

Dalam hal ini, Petugas gizi dari puskesmas hanya bertugas melakukan kontrol kualitas dan memberikan arahan menu yang boleh dan tidak boleh digunakan.

Menurut dr. Masyiththah, mengunjungi posyandu sebulan sekali menjadi hal penting dan mesti dilakukan secara rutin terutama anak-anak untuk memantau bagaimana perkembangan tumbuh kembang anak untuk menghindari stunting.

Saat ini, dari total 507 balita di 15 desa Kecamatan Kuta Malaka 99 anak masih tergolong stunting. Meski begitu, angka stunting di wilayah ini terus menunjukkan penurunan, dari sebelumnya 24 persen menjadi 19 persen per Juni 2025.

Penanganan stunting menurutnya tidak bisa hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan saja. “Kami libatkan semua pihak, dari Muspika, kepala desa, kader, hingga tokoh masyarakat,” jelasnya.

Puskesmas juga rutin melakukan pelatihan kepada kader posyandu agar kompetensi mereka meningkat, khususnya dalam hal penimbangan dan pencatatan data. Kesalahan dalam menimbang tinggi dan berat badan bisa berdampak pada akurasi data yang diinput ke sistem E-PPGBM.

“Kami pastikan semua balita tertimbang setiap bulan. Kalau ada yang tidak hadir, kader kami akan jemput bola ke rumah-rumah,” jelasnya.

Selain posyandu balita, Puskesmas Kuta Malaka juga mulai menggiatkan posyandu remaja sebagai bagian dari integrasi layanan primer (ILP).

“Remaja kita juga diberikan edukasi gizi dan diberikan makanan tambahan seperti jus sehat. Semua siklus hidup kami dampingi,” tambahnya.

Tags: Dinas Kesehatan Aceh BesarPMTPosyanduPuskesmas Kuta MalakaStunting
Previous Post

Manchester United Siapkan Starting Lineup Baru untuk Musim 2025-26

Next Post

Arsenal Pimpin Daftar Pembayaran Berlebihan Musim Panas 2025

Related Posts

Dinkes Aceh Besar Fokus Tangani Stunting pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan

by Redaksi
23 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Kesehatan memfokuskan penanganan stunting pada periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), mulai...

2.600 Keluarga di Aceh Besar Berisiko Stunting, Pemerintah Fokus Pencegahan dan Pendampingan

2.600 Keluarga di Aceh Besar Berisiko Stunting, Pemerintah Fokus Pencegahan dan Pendampingan

by Riska Zulfira
13 November 2025
0

MASAKINI.CO - Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPP dan PA) Aceh Besar, Fadhlan, menyebutkan saat...

BKKBN Dampingi 38.004 Keluarga Berisiko Stunting di Aceh

by Riska Zulfira
12 November 2025
0

MASAKINI.CO - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Aceh terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting dengan strategi baru...

Next Post

Arsenal Pimpin Daftar Pembayaran Berlebihan Musim Panas 2025

Curanmor Marak di Banda Aceh, Polisi Lakukan Razia Rutin

Curanmor Marak di Banda Aceh, Polisi Lakukan Razia Rutin

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co