MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Maret 14, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

2.600 Keluarga di Aceh Besar Berisiko Stunting, Pemerintah Fokus Pencegahan dan Pendampingan

Riska Zulfira by Riska Zulfira
13 November 2025
in Daerah
0
2.600 Keluarga di Aceh Besar Berisiko Stunting, Pemerintah Fokus Pencegahan dan Pendampingan

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPP dan PA) Aceh Besar, Fadhlan. | Foto: Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPP dan PA) Aceh Besar, Fadhlan, menyebutkan saat ini terdapat 2.610 keluarga berisiko stunting di kabupaten tersebut.

Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga berisiko stunting juga masuk dalam kategori keluarga miskin, sehingga membutuhkan pendampingan intensif agar tidak melahirkan anak stunting baru.

RelatedPosts

Pekan Raya Ramadhan Banda Aceh Ditutup, Perputaran Uang Tembus Rp2 Miliar

Pemprov Aceh Cairkan THR untuk 41 Ribu ASN, Total Rp205,7 Miliar

Wali Kota Banda Aceh Buka BSI Fest Ramadhan di Masjid Raya Baiturrahman

“Mereka menjadi prioritas dalam program pencegahan agar tidak melahirkan generasi stunting baru,” ujar Fadhlan, Kamis (13/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah memutus rantai risiko stunting sejak dalam kandungan melalui edukasi gizi, pendampingan keluarga, dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan.

Melalui Gerakan Nasional Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Pemerintah Aceh Besar menggerakkan seluruh potensi internal aparatur sipil negara (ASN), penyuluh KB, dan masyarakat untuk saling membantu keluarga berisiko. Bentuk dukungan dilakukan melalui pemberian bahan pangan bergizi, edukasi pola makan sehat, serta perbaikan sanitasi lingkungan.

Saat ini, upaya pendampingan dilakukan secara menyeluruh melalui 1.812 kader keluarga berisiko stunting yang tersebar di seluruh gampong di Aceh Besar. Para kader ini terdiri dari PKK, kader KB, dan bidan gampong, yang bertugas melakukan pendampingan ibu hamil, memantau tumbuh kembang anak, serta memastikan keluarga menjalankan pola hidup bersih dan sehat.

“Dari ibu hamil, balita, hingga pasangan usia subur, semua kami dampingi agar bisa mencegah stunting dari akar penyebabnya. Karena mencegah jauh lebih penting daripada mengobati,” tambahnya.

Fadhlan menjelaskan, kondisi keluarga berisiko biasanya disebabkan oleh beberapa faktor utama, seperti kekurangan gizi ibu hamil, pernikahan usia muda, sanitasi rumah tangga yang buruk, dan minimnya pengetahuan tentang gizi seimbang. Karena itu, pemerintah terus melakukan verifikasi dan validasi data untuk memastikan program bantuan dan edukasi tepat sasaran.

Berdasarkan data Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (PPGBM) dari Posyandu, angka stunting di Aceh Besar kini berada di kisaran 16 persen, sementara hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan angka lebih tinggi, yakni sekitar 32 persen.

“Perbedaan data bukan masalah utama. Yang penting adalah bagaimana seluruh pihak bekerja bersama menurunkan angka tersebut. Kita ingin pastikan tidak lahir lagi anak-anak stunting di Aceh Besar,” ujarnya.

Selain pemberian makanan tambahan, pemerintah juga terus melakukan kegiatan penyuluhan, pembinaan kader, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan berbagai pihak, termasuk PKK, Dinas Kesehatan, dan tokoh masyarakat.

“Pendekatan berbasis keluarga dan gampong menjadi kunci untuk memastikan setiap keluarga berisiko mendapat perhatian langsung,” tuturnya.

Tags: Dinas KesehatanDPPKBPP dan PA Aceh BesarPemkab aceh besarPosyanduRisiko stuntingStunting
Previous Post

Bea Cukai Lhokseumawe Soroti Tren dan Bahaya Pakaian Bekas Impor 

Next Post

Inflasi Pangan Aceh Tertinggi Ketiga Nasional, Capai 4,66 Persen

Related Posts

Masyarakat menikmati hidangan bubur kanji glee taron, dan beberapa makanan khas Aceh Besar saat berbuka puasa | Foto: MC Aceh Besar

Kanji Glee Taron, Paduan 44 Dedaunan Hutan yang Jadi Primadona Berbuka di Aceh Besar

by Redaksi
25 Februari 2026
0

MASAKINI.CO – Bubur Kanji Glee Taron kembali menjadi sajian istimewa saat Ramadan di Aceh Besar. Kuliner tradisional ini dikenal luas...

Aceh Besar Diusulkan Jadi Prioritas Blue Coast, Fokus Penguatan Ekonomi Pesisir Berkelanjutan

by Redaksi
13 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Kabupaten Aceh Besar diusulkan sebagai daerah prioritas program Indonesia Blue Coast. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar menyatakan dukungan...

Atap Bocor dan Dinding Retak, Puskesmas Pulo Aceh Butuh Perbaikan Mendesak

by Riska Zulfira
12 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Kondisi Puskesmas Pulo Aceh di Gampong Lampuyang, Pulo Breueh, membutuhkan perbaikan segera. Sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan, sementara...

Next Post

Inflasi Pangan Aceh Tertinggi Ketiga Nasional, Capai 4,66 Persen

Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya Salurkan Bantuan untuk 100 Warga Rentan dari Dana Otsus 2025

Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya Salurkan Bantuan untuk 100 Warga Rentan dari Dana Otsus 2025

Discussion about this post

CERITA

Menunggu Lebaran di Tenda Pengungsian

12 Maret 2026

Culture Shock Ramadan Banda Aceh bagi Mahasiswa Non-Muslim

11 Maret 2026

Sepi Pembeli, Nurmala Tetap Setia Menjual Wajan Tanah Liat

9 Maret 2026

Belajar Menerima “Tidak”: Pelajaran Kedewasaan dari Sebuah Penolakan

8 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co