MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Mei 25, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

2.600 Keluarga di Aceh Besar Berisiko Stunting, Pemerintah Fokus Pencegahan dan Pendampingan

Riska Zulfira by Riska Zulfira
13 November 2025
in Daerah
0
2.600 Keluarga di Aceh Besar Berisiko Stunting, Pemerintah Fokus Pencegahan dan Pendampingan

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPP dan PA) Aceh Besar, Fadhlan. | Foto: Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPP dan PA) Aceh Besar, Fadhlan, menyebutkan saat ini terdapat 2.610 keluarga berisiko stunting di kabupaten tersebut.

Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga berisiko stunting juga masuk dalam kategori keluarga miskin, sehingga membutuhkan pendampingan intensif agar tidak melahirkan anak stunting baru.

RelatedPosts

Illiza Ajak Konten Kreator Jadi Ujung Tombak Syiar Islam di Ruang Digital

Aceh dan ASDP Buka Rute RoRo Jakarta–Malahayati untuk Pangkas Biaya Logistik

Sejumlah Daerah di Aceh Belum Laporkan Capaian SPM, Pemerintah Gelar Bimtek Pascabencana

“Mereka menjadi prioritas dalam program pencegahan agar tidak melahirkan generasi stunting baru,” ujar Fadhlan, Kamis (13/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah memutus rantai risiko stunting sejak dalam kandungan melalui edukasi gizi, pendampingan keluarga, dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan.

Melalui Gerakan Nasional Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Pemerintah Aceh Besar menggerakkan seluruh potensi internal aparatur sipil negara (ASN), penyuluh KB, dan masyarakat untuk saling membantu keluarga berisiko. Bentuk dukungan dilakukan melalui pemberian bahan pangan bergizi, edukasi pola makan sehat, serta perbaikan sanitasi lingkungan.

Saat ini, upaya pendampingan dilakukan secara menyeluruh melalui 1.812 kader keluarga berisiko stunting yang tersebar di seluruh gampong di Aceh Besar. Para kader ini terdiri dari PKK, kader KB, dan bidan gampong, yang bertugas melakukan pendampingan ibu hamil, memantau tumbuh kembang anak, serta memastikan keluarga menjalankan pola hidup bersih dan sehat.

“Dari ibu hamil, balita, hingga pasangan usia subur, semua kami dampingi agar bisa mencegah stunting dari akar penyebabnya. Karena mencegah jauh lebih penting daripada mengobati,” tambahnya.

Fadhlan menjelaskan, kondisi keluarga berisiko biasanya disebabkan oleh beberapa faktor utama, seperti kekurangan gizi ibu hamil, pernikahan usia muda, sanitasi rumah tangga yang buruk, dan minimnya pengetahuan tentang gizi seimbang. Karena itu, pemerintah terus melakukan verifikasi dan validasi data untuk memastikan program bantuan dan edukasi tepat sasaran.

Berdasarkan data Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (PPGBM) dari Posyandu, angka stunting di Aceh Besar kini berada di kisaran 16 persen, sementara hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan angka lebih tinggi, yakni sekitar 32 persen.

“Perbedaan data bukan masalah utama. Yang penting adalah bagaimana seluruh pihak bekerja bersama menurunkan angka tersebut. Kita ingin pastikan tidak lahir lagi anak-anak stunting di Aceh Besar,” ujarnya.

Selain pemberian makanan tambahan, pemerintah juga terus melakukan kegiatan penyuluhan, pembinaan kader, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan berbagai pihak, termasuk PKK, Dinas Kesehatan, dan tokoh masyarakat.

“Pendekatan berbasis keluarga dan gampong menjadi kunci untuk memastikan setiap keluarga berisiko mendapat perhatian langsung,” tuturnya.

Tags: Dinas KesehatanDPPKBPP dan PA Aceh BesarPemkab aceh besarPosyanduRisiko stuntingStunting
Previous Post

Bea Cukai Lhokseumawe Soroti Tren dan Bahaya Pakaian Bekas Impor 

Next Post

Inflasi Pangan Aceh Tertinggi Ketiga Nasional, Capai 4,66 Persen

Related Posts

Pemkab Aceh Besar Kucurkan Rp20 Miliar, Pulo Aceh Dikebut dari Jalan hingga Irigasi

by Redaksi
28 April 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menggelontorkan anggaran lebih dari Rp20 miliar untuk mempercepat pembangunan di Kecamatan Pulo Aceh pada...

Layanan RSUD Aceh Besar Kembali Normal Pasca Mogok Tenaga Medis

by Riska Zulfira
21 April 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar bergerak cepat memastikan layanan kesehatan di RSUD Aceh Besar kembali normal pasca aksi mogok...

Jaga Kebersihan Lingkungan, Gampong Lam Asan Kelola Sampah Secara Mandiri

Jaga Kebersihan Lingkungan, Gampong Lam Asan Kelola Sampah Secara Mandiri

by Redaksi
11 April 2026
0

MASAKINI.CO - Gampong Lam Asan, Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar, memiliki Tempat Pengolahan Sampah - Reduce, Reuse, Recycle (TPS-3R)...

Next Post

Inflasi Pangan Aceh Tertinggi Ketiga Nasional, Capai 4,66 Persen

Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya Salurkan Bantuan untuk 100 Warga Rentan dari Dana Otsus 2025

Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya Salurkan Bantuan untuk 100 Warga Rentan dari Dana Otsus 2025

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co