MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Agustus 24, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Pemko Banda Aceh Susun Rencana Aksi Gender dan Perubahan Iklim

Ahmad Mufti by Ahmad Mufti
9 Juli 2026
in Daerah
0

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal membuka FGD dan Workshop Penyusunan Rencana Aksi Daerah Gender dan Perubahan Iklim (RAD-GPI) Kota Banda Aceh di Amel Convention Hall, Selasa (8/7/2026). | Foto: Diskominfotik Banda Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh mulai menyusun Rencana Aksi Daerah Gender dan Perubahan Iklim (RAD-GPI) sebagai langkah memastikan setiap kebijakan pembangunan mampu memberikan perlindungan dan manfaat yang setara bagi seluruh masyarakat, terutama kelompok rentan yang terdampak perubahan iklim.

Komitmen tersebut ditandai dengan pembukaan Focus Group Discussion (FGD) dan Workshop Penyusunan RAD-GPI Kota Banda Aceh oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, di Amel Convention Hall, Rabu (8/7/2026).

RelatedPosts

Duta GenRe Banda Aceh Didorong Jadi Mitra Pemerintah Suarakan Aspirasi Anak Muda

Sawah di Aceh Besar Dialiri Pompa untuk Cegah Gagal Panen

Kasus Kekerasan Seksual Anak di Aceh, CFD Banda Aceh Gelar Diskusi Parenting Besok

Kegiatan yang diinisiasi Aceh Climate Change Initiative Universitas Syiah Kuala (ACCI USK) bersama Tim RAD-GPI Kota Banda Aceh itu mendapat dukungan dari Badan PBB untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (UN Women).

Dalam sambutannya, Illiza mengatakan penyusunan RAD-GPI merupakan bagian dari upaya menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin nyata di Kota Banda Aceh sebagai wilayah pesisir. Berbagai risiko seperti banjir, genangan, cuaca ekstrem, abrasi, gangguan layanan dasar, hingga penurunan kualitas lingkungan dinilai perlu direspons melalui kebijakan yang inklusif, berbasis bukti, dan responsif gender.

Menurutnya, penyusunan RAD-GPI akan menjadi bagian dari perencanaan pembangunan daerah, termasuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kota Banda Aceh 2025–2029, penguatan Pengarusutamaan Gender (PUG), serta Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG).

“Keberhasilan RAD-GPI tidak hanya diukur dari tersusunnya dokumen, tetapi dari sejauh mana dokumen tersebut dapat diterjemahkan menjadi kebijakan, program, dan pelayanan publik yang benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Illiza.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen membangun kota yang tangguh terhadap perubahan iklim sekaligus adil bagi perempuan dan laki-laki, ramah terhadap anak dan penyandang disabilitas, serta inklusif bagi seluruh warga.

“Bagi Pemko Banda Aceh, membangun ketahanan iklim harus berjalan seiring dengan perlindungan sosial, kesetaraan, dan keadilan. Melalui program prioritas pada perempuan, disabilitas, dan anak untuk lingkungan inklusif, kami ingin memastikan setiap kebijakan pembangunan memberi perlindungan dan manfaat yang setara bagi seluruh masyarakat, khususnya kelompok yang menghadapi kerentanan lebih besar,” ujarnya.

FGD dan workshop tersebut diikuti 145 peserta yang berasal dari berbagai unsur, meliputi organisasi perangkat daerah (OPD), akademisi, organisasi masyarakat sipil, komunitas, serta mitra pembangunan. Kegiatan ini menjadi bagian dari penyusunan kebijakan daerah yang mengintegrasikan isu perubahan iklim dengan perspektif kesetaraan gender dalam pembangunan Kota Banda Aceh.

Tags: Pemerintah Kota Banda AcehRencana Aksi Daerah Gender dan Perubahan Iklim (RAD-GPI)Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal
Previous Post

Lahan Bekas Banjir di Pidie Jaya Kembali Produktif, BI Aceh Panen Perdana Bawang Merah

Next Post

Bea Cukai Gagalkan Dugaan Penyelundupan Nyaris 1.000 Mayam Emas Aceh oleh WNA Asal China

Related Posts

Riset KIL Dorong Warisan Budaya Aceh Jadi Produk Bernilai Ekonomi

by Redaksi
22 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Kekayaan budaya Aceh mulai diarahkan tidak hanya sebagai warisan yang dilestarikan, tetapi juga sebagai sumber ekonomi kreatif berbasis...

Pemko Banda Aceh Tegaskan Penegakan Syariat Islam Tak Pandang Bulu, Termasuk ASN

by Riska Zulfira
18 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Kota Banda Aceh menegaskan penegakan syariat Islam tetap berlaku bagi seluruh masyarakat tanpa melihat latar belakang maupun status...

Pejabat Inspektorat Banda Aceh Diberhentikan Usai Jadi Tersangka

by Aininadhirah
18 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh memberhentikan FD (58) dari tugas jabatannya sebagai kepala Inspektorat usai ditetapkan sebagai tersangka dalam...

Next Post

Bea Cukai Gagalkan Dugaan Penyelundupan Nyaris 1.000 Mayam Emas Aceh oleh WNA Asal China

Harga Emas Turun Lagi, Kini Rp7,56 Juta per Mayam

Discussion about this post

CERITA

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co