MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Juli 9, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Lahan Bekas Banjir di Pidie Jaya Kembali Produktif, BI Aceh Panen Perdana Bawang Merah

Riska Zulfira by Riska Zulfira
9 Juli 2026
in News
0

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini memanen perdana bawang di lahan persawahan yang sempat tertimbun pasir dan lumpur banjir di Desa Meunasah Teungoh, Kecamatan Meurah Dua, Selasa (7/7/2026). | Foto: Bank Indonesia

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Lahan persawahan yang sempat tertimbun pasir dan lumpur akibat banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya kini kembali produktif. Melalui program percontohan budidaya bawang merah yang digagas Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh bersama Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, lahan terdampak bencana berhasil dimanfaatkan kembali sebagai sumber penghasilan masyarakat.

Keberhasilan tersebut ditandai dengan panen perdana bawang merah di Desa Meunasah Teungoh, Kecamatan Meurah Dua, Selasa (7/7/2026) lalu. Kegiatan itu juga dirangkai dengan penyerahan bantuan sarana dan prasarana bagi kelompok tani dan kelompok garam terdampak bencana di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya.

RelatedPosts

Harga Emas Turun Lagi, Kini Rp7,56 Juta per Mayam

Bea Cukai Gagalkan Dugaan Penyelundupan Nyaris 1.000 Mayam Emas Aceh oleh WNA Asal China

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Rp7,6 Juta per Mayam, Pembeli Tetap Ramai

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen BI dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian.

Menurutnya, program tidak hanya difokuskan pada pemulihan lahan bekas banjir, tetapi juga mendorong masyarakat kembali berproduksi sehingga memperoleh penghasilan dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

“Melalui pendampingan dan praktik Good Agricultural Practices yang berkelanjutan, lahan bekas banjir diharapkan tidak hanya menghasilkan bawang merah, tetapi juga menjadi model pemulihan ekonomi masyarakat berbasis pertanian,” ujar Agus.

Program percontohan tersebut dikembangkan pada lahan seluas lima hektare dengan tingkat kerusakan yang bervariasi. Selain bawang merah, BI Aceh juga mengembangkan cabai dan jagung untuk mengidentifikasi komoditas yang paling sesuai dibudidayakan di lahan bekas banjir.

Budidaya bawang merah dipilih karena dinilai memiliki prospek ekonomi lebih baik dibandingkan menunggu revitalisasi lahan sawah untuk kembali ditanami padi. Komoditas tersebut juga diharapkan membantu menjaga stabilitas harga karena menjadi salah satu penyumbang inflasi di Aceh.

Keberhasilan panen perdana turut didukung pendampingan teknis dari Fakultas Pertanian USK. Pendampingan dilakukan sejak tahap survei kondisi lahan, analisis unsur hara tanah, penyusunan rekomendasi pemupukan, hingga pengendalian hama dan penyakit agar lahan tetap layak dibudidayakan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie Jaya, Muhammad Nur, mengatakan panen perdana tersebut menjadi momentum kebangkitan sektor pertanian pascabencana. Pemerintah daerah bersama Pemerintah Aceh juga tengah menyiapkan rehabilitasi gratis bagi lahan sawah yang mengalami kerusakan berat agar petani dapat kembali bercocok tanam.

Sementara itu, anggota Kelompok Tani Jaya, Muhammad Nurdin, mengaku sempat kehilangan harapan setelah sawahnya tertutup pasir dan lumpur akibat banjir. Namun melalui pendampingan dan bantuan yang diberikan, lahannya kini kembali menghasilkan bawang merah.

Bank Indonesia Aceh memastikan dukungan tidak berhenti pada masa tanam. Pendampingan akan terus dilakukan hingga pascapanen, termasuk pelatihan pengolahan hasil pertanian dan pembukaan akses pemasaran agar hasil panen memiliki nilai tambah.

Tags: Bank Indonesia AcehLahan Persawahan Bekas Banjir ACehLahan Persawahan PIdie JayaPanen Bawang Perdana di Pidie Jaya
Previous Post

Pondasi Miring, Kementerian PU Segera Perkuat Jembatan Enang-Enang

Next Post

Bea Cukai Gagalkan Dugaan Penyelundupan Nyaris 1.000 Mayam Emas Aceh oleh WNA Asal China

Related Posts

KKI 2026 Angkat Tema Aceh, UMKM dan Wastra Tanah Rencong Siap Tampil di Panggung Nasional

by Redaksi
15 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Provinsi Aceh akan menjadi wajah utama dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar oleh Bank Indonesia...

BI Aceh Siapkan Rp4 Triliun untuk Penukaran Uang Ramadan–Idulfitri, Layanan Mulai 23 Februari

by Riska Zulfira
19 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh menyiapkan Uang Layak Edar (ULE) sebesar Rp4 triliun untuk kebutuhan penukaran...

Perekonomian Aceh Pasca Bencana Diperkirakan Tumbuh pada Triwulan Kedua 2026

by Riska Zulfira
22 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Memasuki tahun 2026, perekonomian Aceh berada dalam tahap pemulihan pasca bencana. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh,...

Next Post

Bea Cukai Gagalkan Dugaan Penyelundupan Nyaris 1.000 Mayam Emas Aceh oleh WNA Asal China

Harga Emas Turun Lagi, Kini Rp7,56 Juta per Mayam

Discussion about this post

CERITA

Keberanian yang Mengantar Ghaisya ke Podium Emas

8 Juli 2026

Menunggu Rezeki di Bawah Tenda Musim Durian

28 Juni 2026

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co