MASAKINI.CO – Harga emas perhiasan di Banda Aceh kembali melemah pada perdagangan Kamis (9/7/2026). Harga emas turun Rp40 ribu menjadi Rp7.560.000 per mayam atau sekitar 3,3 gram, dari sehari sebelumnya yang berada di level Rp7.600.000 per mayam.
Harga tersebut belum termasuk ongkos pembuatan perhiasan yang berkisar Rp200 ribu per mayam, tergantung model dan tingkat kerumitannya.
Penurunan harga emas di Banda Aceh sejalan dengan melemahnya harga emas nasional. Berdasarkan laman Logam Mulia, harga emas Antam pada Kamis pagi pukul 08.50 WIB turun menjadi Rp2.633.000 per gram dari sebelumnya Rp2.641.000 per gram.
Pedagang emas di kawasan Pasar Aceh, Daffa, mengatakan turunnya harga emas dipengaruhi oleh perubahan preferensi investor yang mulai beralih ke aset lain, khususnya dolar Amerika Serikat.
“Investor sekarang lebih banyak membeli dolar dibandingkan emas. Ketika suku bunga naik, harga emas biasanya turun. Sebaliknya, saat suku bunga turun, harga emas cenderung naik,” kata Daffa.
Meski harga emas kembali terkoreksi, aktivitas jual beli di toko emas masih berjalan normal. Menurut Daffa, penurunan harga seperti saat ini biasanya dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk membeli emas sebagai investasi maupun perhiasan.
Sementara itu, pembeli yang ingin memiliki emas perhiasan perlu memperhitungkan tambahan biaya pembuatan sekitar Rp200 ribu per mayam di luar harga emas yang berlaku.








Discussion about this post