MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar memberangkatkan 22 juara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Aceh XXXVII di Pidie Jaya dan Musabaqah Qiraatil Kutub (MKQ) Provinsi Aceh Tahun 2025 di Banda Aceh untuk menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci.
Sebelum keberangkatan, para peserta mengikuti prosesi peusijuek dan pelepasan di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Sabtu (27/6/2026).
Prosesi pelepasan dilakukan oleh Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris (Syech Muharram) didampingi Wakil Bupati Drs. H. Syukri A. Jalil. Sementara prosesi peusijuek dipimpin Imuem Chiek Masjid Agung Al-Munawwarah, Tgk. Junaidi atau Abah Junaidi.
Rombongan yang diberangkatkan berjumlah 22 orang, terdiri atas 16 juara MTQ Provinsi Aceh XXXVII, dua juara MKQ Provinsi Aceh Tahun 2025, tiga pendamping, dan satu pembimbing. Seluruh rombongan dijadwalkan bertolak ke Tanah Suci pada Senin (29/6/2026) pukul 05.00 WIB.
Dalam sambutannya, Bupati Aceh Besar Syech Muharram mengatakan pemberangkatan umrah tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada para qari, qariah, dan peserta MKQ yang telah mengharumkan nama Aceh Besar di tingkat provinsi.
“Ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam memberikan apresiasi kepada anak-anak kami yang telah mengharumkan nama daerah melalui prestasi di MTQ dan MKQ. Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat bagi generasi Qurani lainnya untuk terus berprestasi,” ujarnya.
Ia menegaskan, kesempatan berangkat ke Tanah Suci bukan semata-mata hadiah atas prestasi yang diraih, tetapi juga merupakan panggilan dari Allah SWT yang harus disyukuri dan dimanfaatkan untuk beribadah dengan sebaik-baiknya.
“Keberangkatan ini bukan hanya karena menjadi juara, tetapi karena Allah SWT telah memberikan kesempatan kepada kalian untuk menjadi tamu-Nya di Tanah Suci. Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk beribadah,” katanya.
Syech Muharram juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga kesehatan, kekompakan, dan mematuhi seluruh ketentuan selama berada di Arab Saudi. Menurutnya, kondisi di Tanah Suci masih cukup padat karena masih berlangsung proses pemulangan jamaah haji.
“Saya berharap seluruh calon jamaah umrah saling menjaga, tetap kompak, mematuhi aturan yang berlaku, serta selalu berada dalam lindungan Allah SWT sehingga memperoleh umrah yang mabrur,” pungkasnya.
Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah Aceh Besar Bahrul Jamil, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Besar Rusdi, Staf Ahli Bupati Abu Bakar, Asisten III Sekda Aceh Besar Abdullah, Plt Direktur PDAM Tirta Mountala Aceh Besar Yusmadi, Camat Ingin Jaya Al Mubarak Akbar, para pembimbing, serta orang tua peserta Kafilah Aceh Besar.









Discussion about this post