MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, September 27, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Aceh Terima Dana Rp27 Miliar atas Pengakuan Capaian Penurunan Emisi 

Ahmad Mufti by Ahmad Mufti
12 Agustus 2026
in Daerah
0

Pemerintah Aceh diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Aceh Teuku Robby Irza bersama sejumlah Staf Khusus Gubernur Aceh dalam penandatanganan kerja sama antara BPDLH dan Yayasan PETAI di Jakarta, Rabu (12/8/2026). | Foto: ist

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh mendapat dukungan pendanaan sekitar Rp27 miliar melalui skema Results-Based Payment (RBP) REDD+ sebagai pengakuan atas keberhasilan menjaga hutan dan menekan emisi akibat deforestasi serta degradasi hutan.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menyebut capaian tersebut menjadi bentuk apresiasi dunia terhadap tata kelola hutan Aceh sekaligus momentum untuk memperkuat upaya perlindungan dan pengelolaan hutan secara berkelanjutan.

RelatedPosts

Bireuen Anggarkan Rp13,6 Miliar untuk Penghasilan 3.745 PPPK Paruh Waktu

Bupati Aceh Besar Minta BPK Kawal Pengelolaan Anggaran Sejak Awal

BPKK Banda Aceh Buka Layanan Pajak di CFD, Diskon Pokok Pajak hingga 75 Persen

“Kita sangat berterima kasih, dan tentu saja apresiasi ini sebagai wujud dari kinerja tata kelola hutan yang baik di Aceh,” kata Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Teuku Kamaruzzaman (Ampon Man), Rabu (12/8/2026).

Dana tersebut merupakan bagian dari pendanaan RBP REDD+ Indonesia melalui Green Climate Fund (GCF), yang diberikan sebagai penghargaan atas capaian Indonesia dalam menurunkan emisi dari sektor kehutanan.

Pengelolaan dana tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan Yayasan Pesona Tropis Alam Indonesia (PETAI) di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Kerja sama itu ditandatangani Direktur Yayasan PETAI Dr. Masrizal Saraan dan Direktur Utama BPDLH Joko Tri Haryanto, serta disaksikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

Pemerintah Aceh diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Aceh Teuku Robby Irza bersama sejumlah Staf Khusus Gubernur Aceh.

Dalam skema tersebut, Pemerintah Aceh menjadi penerima manfaat, sementara Yayasan PETAI berperan sebagai lembaga perantara yang akan mendukung pengelolaan dan pelaksanaan program bersama pemerintah daerah serta para pemangku kepentingan.

Sekretaris Daerah Aceh M Nasir Syamaun menegaskan, dukungan pendanaan tersebut harus diterjemahkan menjadi program nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial.

“Yang lebih penting adalah memastikan setiap rupiah yang diberikan menghasilkan manfaat nyata bagi kelestarian hutan dan masyarakat Aceh. Kita tidak ingin program ini berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus segera diterjemahkan menjadi aksi konkret dan terukur di lapangan,” ujar Nasir.

Menurutnya, implementasi program juga perlu disinergikan dengan agenda rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pascabencana, terutama dalam pemulihan lingkungan, rehabilitasi hutan dan lahan, serta penguatan ekonomi masyarakat.

Pemerintah Aceh selanjutnya akan mendorong pelaksanaan Kick Off Meeting bersama PETAI dan seluruh pemangku kepentingan untuk menyusun rencana kerja, lokasi program, indikator keberhasilan, hingga pembagian peran.

Untuk memperkuat koordinasi, Gubernur Aceh juga telah menerbitkan Surat Keputusan tentang Pembentukan Tim Task Force Pengendalian Gas Rumah Kaca dan Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon Berbasis Yurisdiksi Aceh.

Teuku Robby Izra mengatakan, keberhasilan program REDD+ tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah kabupaten, masyarakat, perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil, hingga dunia usaha.

“Program ini didesain untuk Aceh. Kepemilikan atas agenda ini harus tetap menjadi milik Aceh, sementara PETAI memfasilitasi proses implementasinya,” katanya.

Pemerintah Aceh menargetkan momentum pendanaan RBP REDD+ tidak hanya memperkuat sistem pengelolaan hutan, tetapi juga memastikan manfaat ekonomi dari upaya menjaga lingkungan dapat dirasakan masyarakat.

“Aceh ingin menggunakan momentum ini untuk membangun sistem REDD+ yang kredibel, membuktikan kinerja penurunan emisi, melindungi hutan, dan memastikan manfaat ekonomi kembali kepada masyarakat,” ujar Ampon Man.

Tags: BPDLHDana REDD+ AcehGreen Climate FundPemerintah Acehpenurunan emisi karbonperlindungan hutan Acehprogram REDD+ Acehtata kelola hutan Aceh
Previous Post

Harga Emas Terkoreksi, Tetap Bertahan di Kisaran Rp8 Juta per Mayam

Next Post

Rabu Abeh Aceh Barat: Tradisi Doa Tolak Bala yang Terus Dijaga

Related Posts

Pemerintah Kawal Revisi UUPA, Wagub Tekankan Kewenangan Aceh Tak Boleh Berkurang

by Ahmad Mufti
24 September 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh menyiapkan langkah pengawalan berkelanjutan terhadap revisi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA), setelah...

Bandara SIM Jajaki Rute Baru dan Kembangkan Penerbangan Umrah 

by Riska Zulfira
24 September 2026
0

MASAKINI.CO - Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) akan memperluas konektivitas penerbangan dengan menjajaki pembukaan sejumlah rute domestik dan internasional....

Tambahan TKD Bencana Aceh Baru Terealisasi Rp457 Miliar, Rp1,19 Triliun Masih Berjalan

by Redaksi
23 September 2026
0

MASAKINI.CO – Realisasi tambahan Transfer ke Daerah (TKD) untuk penanggulangan bencana hidrometeorologi di Aceh hingga 18 September 2026 baru mencapai...

Next Post

Rabu Abeh Aceh Barat: Tradisi Doa Tolak Bala yang Terus Dijaga

BFLF Hadirkan Sekolah Lansia, Ubah Masa Tua Jadi Lebih Aktif dan Berdaya

Discussion about this post

CERITA

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co