MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Februari 18, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Tetap Sehat dan Langsing Selama Menyusui

Redaksi by Redaksi
9 Agustus 2025
in News
0
Tetap Sehat dan Langsing Selama Menyusui

dr Marisa, dokter spesialis gizi klinik di RSUD Dr. Zainoel Abidin dan Program Studi Gizi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, yang juga konselor menyusui dari AIMI Aceh. | Foto : Divisi Komunikasi AIMI Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO — Menyusui sering kali diasosiasikan sebagai masa penuh tantangan, baik secara fisik maupun emosional. Namun di balik rasa lelah dan perjuangan yang kadang tak terlihat, tersimpan kekuatan biologis dan kasih sayang yang luar biasa besar.

Itulah yang ingin diangkat dalam sesi edukatif bertajuk “Tetap Sehat dan Langsing Selama Menyusui” yang digelar di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh pada Senin, 4 Agustus 2025, bekerjasama dengan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Aceh.

RelatedPosts

Hilal Tak Terlihat, Awal Ramadan 1447 H Dipastikan Jatuh pada 19 Februari 2026

Banjir Kembali Rendam Permukiman Warga Pidie Jaya

Penjualan Bumbu Siap Masak di Pasar Rukoh Meningkat Saat Meugang

Acara ini digelar dalam rangka Pekan Menyusui Dunia 2025, yang setiap tahunnya diperingati untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menyusui. Hadir sebagai narasumber utama adalah Marisa, dokter spesialis gizi klinik di RSUD Dr. Zainoel Abidin dan Program Studi Gizi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, yang juga konselor menyusui dari AIMI Aceh.

Dalam suasana hangat, Marisa menyapa para peserta yang terdiri dari ibu menyusui, keluarga pasien, tenaga kesehatan, serta mahasiswa kedokteran, dengan satu pesan utama: “Menjadi sehat dan langsing saat menyusui bukanlah hal yang mustahil, asalkan dilakukan dengan bijak dan ilmiah.”

Menyusui: Lebih dari Sekadar Memberi ASI

Edukasi ini tidak sekadar menyoal angka di timbangan atau ukuran pakaian pasca melahirkan. Sebaliknya, ia membentangkan fakta ilmiah tentang keajaiban ASI, yang tak hanya menyempurnakan gizi bayi, tetapi juga menciptakan ikatan emosional yang kuat antara ibu dan anak.

“ASI itu bukan hanya cairan putih. Ia adalah jaringan hidup yang diciptakan khusus untuk bayi manusia. Komposisinya dinamis, berubah sesuai kebutuhan tumbuh kembang bayi,” ujar Marisa.

Ia merinci bahwa lebih dari 200 komponen aktif terdapat dalam ASI, mulai dari air, lemak sehat, protein, karbohidrat, antibodi, enzim, hormon, probiotik, hingga sel punca (stem cell) yang tidak ditemukan dalam susu formula. Kombinasi ini menjadi dasar kuat mengapa WHO dan Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, dan dilanjutkan hingga usia dua tahun.

Sehatnya Ibu, Sehatnya Anak
Manfaat menyusui juga tidak berhenti pada bayi. Tubuh ibu mengalami sejumlah perubahan positif saat menyusui. Dalam pemaparannya, Marisa menekankan bahwa menyusui membantu rahim berkontraksi dan kembali ke bentuk semula lebih cepat. Selain itu, proses menyusui membantu menurunkan berat badan secara alami, dengan pembakaran energi hingga 500 kkal per hari.

“Menyusui sama halnya dengan melakukan olahraga jogging 60 menit, atau bersepeda 5-7 km. Tentu saja, ini tetap harus disertai dengan pola makan yang sehat dan hidrasi yang cukup,” ujarnya.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa penurunan berat badan saat menyusui sebaiknya tidak dilakukan terburu-buru. Tubuh ibu memerlukan waktu untuk pulih, dan produksi ASI harus menjadi prioritas utama.

Diet Ekstrem selama menyusui? Tunggu Dulu!

Dalam era media sosial yang sarat dengan tren diet cepat, seperti intermittent fasting, diet keto, atau konsumsi shakes pelangsing, banyak ibu menyusui merasa tertekan untuk segera “kembali langsing”. Di sinilah, edukasi berbasis bukti menjadi penting.

“Banyak yang tidak tahu bahwa diet rendah karbohidrat saat menyusui bisa memicu kondisi langka tapi serius yang disebut lactational ketoacidosis. Tubuh ibu bisa mengalami stres metabolik berat, bahkan membahayakan kesehatan bayi,” tegas Marisa.

Ia pun menyarankan pola makan seimbang, penuh warna, dengan sumber karbohidrat kompleks, protein berkualitas, lemak sehat, serta sayur dan buah segar. Minuman berenergi dan makanan olahan berlebihan (ultra-processed food) juga perlu dibatasi, karena merupakan makanan yang minim zat gizi, sehingga sedikit banyak akan berpengaruh terhadap kesehatan Ibu dan kualitas ASI.

Bagaimana dengan olahraga?

Apakah olahraga dibolehkan saat menyusui? Jawaban dr. Marisa jelas: ya. Bahkan dianjurkan. “Olahraga ringan seperti jalan kaki, yoga, atau stretching bisa dimulai setelah 6-8 minggu melahirkan, dan tergantung pada kondisi ibu,” paparnya. “Yang penting, konsisten dan menyenangkan.”

Ia pun menepis mitos bahwa olahraga dapat mengubah rasa atau volume ASI. “Penelitian membuktikan bahwa olahraga tidak menurunkan kualitas ASI. Justru meningkatkan endorfin, yang baik untuk suasana hati ibu.”

Langsing Adalah Bonus, Sehat Adalah Tujuan

Edukasi ini ditutup dengan satu pesan kunci yang disampaikan dr. Marisa: penurunan berat badan bukanlah perlombaan. Target yang aman adalah sekitar 0,5 kilogram per minggu atau 2 kilogram per bulan.

Langsing itu boleh, tapi tidak dengan mengorbankan kesehatan. Fokuslah pada tubuh yang bertenaga, pikiran yang sehat, dan bayi yang tumbuh optimal.

“Menyusui sejatinya adalah aktivitas maraton, jadi perlu terus mengupayakan pola hidup sehat agar dapat menjaga ‘endurance’ hingga sampai ke garis finish. Bonusnya, badan kembali langsing,” ujarnya.

Acara ditutup dengan pembagian doorprize berupa sejumlah paket sayuran sehat dari tim AIMI Aceh.

Tags: ASIAsosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) AcehMenyusuiRSUD Dr. Zainoel Abidin
Previous Post

Bryan Mbeumo Dinobatkan sebagai Mohamed Salah Baru Manchester United

Next Post

Tak Masuk Nominasi, Ronaldo Sebut Ballon d’Or Penghargaan Fiktif

Related Posts

Saran Dokter Ahli Gizi Meracik MPASI Berkualitas untuk Bayi

Tips Pemberian MPASI untuk Bayi, Ini 4 Syarat yang Harus Dipenuhi

by Alfath Asmunda
21 Desember 2024
0

MASAKINI.CO - Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Kementerian Kesehatan, dr. Lovely Daisy, menyampaikan pemberian Makanan Pendamping ASI...

Hanya 10 Persen Bayi di Banda Aceh Diberi ASI, Apa Penyebabnya?

by Riska Zulfira
24 Januari 2024
0

MASAKINI.CO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banda Aceh, menyatakan capaian pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif untuk bayi masih sangat...

Next Post

Tak Masuk Nominasi, Ronaldo Sebut Ballon d'Or Penghargaan Fiktif

AgenBRILink Dekatkan Akses Layanan Keuangan bagi Petani di Gowa

AgenBRILink Dekatkan Akses Layanan Keuangan bagi Petani di Gowa

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co