MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Maret 16, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Hilal Tak Terlihat, Awal Ramadan 1447 H Dipastikan Jatuh pada 19 Februari 2026

Riska Zulfira by Riska Zulfira
17 Februari 2026
in News
0

Masyarakat melakukan pemantauan hilal di Observatorium Hilal Tgk. Chiek Kuta Karang, Lhoknga, Aceh Besar | Foto: Riska Z/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Aceh memastikan posisi hilal pada 29 Sya’ban 1447 H masih berada di bawah ufuk, sehingga tidak mungkin terlihat di seluruh wilayah Indonesia. Dengan kondisi tersebut, awal Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Ketua Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh, Dr Alfirdaus Putra, menjelaskan ijtimak awal Ramadan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 19.01.07 WIB. Ijtimak berlangsung setelah matahari terbenam, sehingga saat waktu magrib hilal dipastikan belum berada di atas ufuk.

RelatedPosts

122 Armada Dikerahkan, Pemerintah Aceh Berangkatkan Ribuan Peserta Mudik Gratis

Awardee BIB Aceh Salurkan 65 Paket Makanan kepada Warga di Bulan Ramadan

100 Armada Disiapkan untuk Mudik Gratis dari Banda Aceh

Ia merinci, matahari terbenam pada pukul 18.52 WIB dengan azimut 258 derajat. Sementara itu, bulan lebih dulu terbenam pada pukul 18.48 WIB dengan azimut 257 derajat dari utara searah jarum jam.

“Ketika matahari terbenam, posisi hilal di markaz rukyat Observatorium Tgk. Chiek Kuta Karang, Lhoknga, berada pada minus 0,97 derajat di bawah ufuk dengan elongasi 0,93 derajat,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi serupa juga terjadi di seluruh Indonesia. Di wilayah Sumatra, posisi hilal berada sekitar minus 1 derajat, sedangkan di Papua mencapai minus 2,4 derajat di bawah ufuk.

“Dengan posisi minus seperti ini, dapat dipastikan hilal tidak mungkin terlihat di Aceh maupun di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Karena hilal tidak terlihat, maka bulan Sya’ban 1447 H harus digenapkan menjadi 30 hari atau diistikmalkan. Dengan demikian, 1 Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Meski demikian, Alfirdaus menegaskan penetapan resmi awal Ramadan tetap menunggu keputusan Menteri Agama RI yang akan diumumkan melalui sidang isbat pada Selasa malam, 17 Februari 2026 pukul 19.00 WIB.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, menjelaskan pemantauan hilal tetap dilakukan meskipun secara perhitungan sudah dipastikan tidak terlihat. Hal tersebut menjadi bagian dari edukasi kepada masyarakat mengenai metode rukyat dan hisab dalam penentuan awal bulan hijriah.

“Kita tetap melakukan pemantauan sebagai pembelajaran. Ketika hilal tidak nampak, maka Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari,” jelasnya.

Azhari juga mengimbau masyarakat untuk menunggu pengumuman resmi dari pemerintah agar tidak terjadi perbedaan dalam pelaksanaan ibadah puasa.
“Untuk masyarakat, kita harapkan mendengar pengumuman Menteri Agama. Kapan ditetapkan, maka di situlah kita mulai puasa,” ujarnya.

Ia berharap tidak terjadi perbedaan yang dapat menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. Menurutnya, dinamika perbedaan memang kerap terjadi, namun masyarakat diimbau mengikuti keputusan pemerintah sebagai otoritas resmi.

“Biasanya ada perbedaan, itu dinamika. Tapi karena kita masyarakat awam soal hisab dan rukyat, lebih baik mengikuti pengumuman pemerintah,” tambahnya.

Tags: Awal Ramadan 1447 HHilal MinusIjtimak 17 Februari 2026Kemenag AcehObservatorium Tgk. Chiek Kuta Karang Lhokngasuai ramadanSya’ban Digenapkan 30 Hari
Previous Post

Banjir Kembali Rendam Permukiman Warga Pidie Jaya

Next Post

Tiga Kampus Tiga Negara Gelar Misi Kemanusiaan di Pidie Jaya, 29 Dosen dan Mahasiswa Terlibat

Related Posts

I’tikaf Cara Mendekatkan Diri Kepada Allah

I’tikaf Cara Mendekatkan Diri Kepada Allah

by Ulfah
14 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Memasuki 10 malam terakhir Ramadan, intensitas ibadah seharusnya semakin meningkat bukan menurun, melainkan mencapai puncaknya. Salah satu cara...

Ustadz Adi Hidayat: Bangun Setiap Malam Ramadan untuk Menggapai Lailatul Qadr

by Aininadhirah
10 Maret 2026
0

MASAKINI.CO – Umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah pada malam hari selama bulan Ramadan guna meraih keutamaan malam Lailatul Qadr,...

Pentingnya Menjaga Silaturrahmi di Bulan Ramadan

by Aininadhirah
10 Maret 2026
0

MASAKINI.CO – Menjaga silaturrahmi menjadi salah satu amalan penting yang perlu diperhatikan umat Muslim, terutama di bulan suci Ramadan. Selain...

Next Post

Tiga Kampus Tiga Negara Gelar Misi Kemanusiaan di Pidie Jaya, 29 Dosen dan Mahasiswa Terlibat

Dikatai Monyet, Vinicius Jr Laporkan Gianluca Prestianni

Discussion about this post

CERITA

Cinta Ibu yang Mengetuk Pintu Surga: Kisah di Balik Baju Lebaran Hasan dan Husein

15 Maret 2026
Warga Gampong Leu Ue Aceh Besar Mulai Tunaikan Zakat Fitrah

Warga Gampong Leu Ue Aceh Besar Mulai Tunaikan Zakat Fitrah

14 Maret 2026

Menunggu Lebaran di Tenda Pengungsian

12 Maret 2026

Culture Shock Ramadan Banda Aceh bagi Mahasiswa Non-Muslim

11 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co