MASAKINI.CO – Menjadi satu-satunya perwakilan dari Kabupaten Bireuen, Haikal Riza menerima penghargaan sebagai penulis dan penerjemah buku cerita anak dwibahasa (Aceh–Indonesia) dari Balai Bahasa Provinsi Aceh.
Penghargaan tersebut diberikan setelah karyanya berjudul “Sapa Seuniman Seumapa” atau dalam judul bahasa Indonesia “Menyapa Seniman Seumapa” memenangkan sayembara yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Aceh.
Sayembara penulisan dan penerjemahan tersebut sudah berlangsung sejak Maret 2025, serta pengumuman naskah terpilih diumumkan pada akhir Mei 2025.
Meskipun begitu, penyerahan penghargaan baru diberikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Cerita Anak yang berlangsung pada 29 September – 2 Oktober 2025, di Portola Grand Arabia Hotel, Banda Aceh.
Hal ini dilakukan karena para pemenang sayembara harus melewati tahap pembacaan ulang dan penyuntingan sebelum akhirnya naskah para pemenang layak diserahkan ke illustrator dan diuji keterbacaannya.
Haikal dalam naskahnya mengangkat isu tentang seni tutur Aceh yang mulai pudar yaitu Seumapa. Menurutnya, pemilihan isu atau tema tersebut sarat akan keresahan pribadinya yang menyayangkan seni budaya Aceh yang mulai luntur.
“Harapannya melalui cerita anak yang menyasar pembaca-pembaca generasi baru dapat menumbuhkan rasa penasaran, keingintahuan, sehingga dapat memantik daya berpikir kritis sehingga pembaca yang merupakan anak-anak mulai menggalakkan kembali seni tutur Aceh tersebut,” harapnya.
Haikal yang juga merupakan alumni Magister Sastra, Universitas Gadjah Mada, dikenalaktif sebagai penulis dan peneliti sastra. Ia telah melahirkan berbagai karya, seperti puisi, cerpen, dan kajian-kajian sastra. Kajian-kajian sastranya diterbitkan melalui media daring, jurnal ilmiah, dan buku.
Bersama sejumlah penulis lain, ia menulis kajian sastra dalam beberapa buku; Sastra Trauma dan Memori (2025), Selintas Naratologi Sastra dan Film Indonesia (2024), dan Trinitas Suci Pascakolonial dalam Sastra (2024).
Buku kumpulan cerita pendek pertamanya berjudul Kubangan terbit tahun 2020. Puisinya yang berjudul Singkong pertama kali terbit di Harian Serambi Indonesia tahun 2017.







Discussion about this post