MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Juli 11, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Akademisi Sorot Optimalisasi RTH Taman Sari, Dorong Wali Kota Perkuat Reorientasi Tata Ruang Banda Aceh

Redaksi by Redaksi
25 Februari 2026
in News
0
Akademisi Sorot Optimalisasi RTH Taman Sari, Dorong Wali Kota Perkuat Reorientasi Tata Ruang Banda Aceh

Akademisi muda Aceh, Nuzulul Fahmi. | Foto : Ist

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Akademisi muda Aceh, Nuzulul Fahmi, menyampaikan pandangan terbuka terkait kondisi Taman Sari Banda Aceh yang dinilai belum optimal sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Dalam keterangannya, Rabu (24/2/2026), ia menilai kawasan strategis tersebut semestinya menjadi ikon ruang publik hijau kota, namun pemanfaatannya masih didominasi bangunan sehingga fungsi ekologis dan sosialnya belum maksimal dirasakan masyarakat.

RelatedPosts

Bahlil: Usulan Pengolahan Gas Blok Andaman di KEK Arun Masih Dikaji

Golkar Aceh Minta Dukungan Bahlil Perjuangkan Dana Otsus 2,5 Persen

Bahlil Lantik Pengurus Baru Golkar Aceh

Menurut Nuzulul, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal perlu menjadikan pembenahan Taman Sari sebagai instrumen strategis dalam mewujudkan visi kepemimpinan kota yang sejuk, nyaman, dan berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa RTH bukan sekadar elemen estetika kota, melainkan fondasi fundamental kualitas lingkungan perkotaan yang berpengaruh langsung pada kesehatan, keseimbangan ekologi, dan interaksi sosial warga.

Ia menyoroti proporsi ruang terbuka di Taman Sari yang dinilai tidak ideal. Berdasarkan prinsip tata ruang RTH, luas bangunan dalam kawasan hijau seharusnya maksimal 20 persen dari total area. Namun di lapangan, kata Nuzulul, dominasi struktur fisik justru lebih besar, sehingga ruang vegetasi dan ruang terbuka publik menjadi terbatas.

“Jika fungsi RTH ingin optimal, komposisi ruang hijau harus menjadi prioritas, bukan sebaliknya,” ujarnya.

Nuzulul juga mengingatkan bahwa secara normatif, Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang mewajibkan setiap kota menyediakan minimal 30 persen RTH dari luas wilayah, terdiri atas 20 persen RTH publik dan 10 persen RTH privat.

RTH sendiri didefinisikan sebagai area tempat tumbuh tanaman yang berfungsi sebagai paru-paru kota, resapan air, serta ruang rekreasi dan aktivitas masyarakat. “RTH adalah ruang hidup bersama yang menjaga keseimbangan lingkungan dan keharmonisan sosial kota,” jelasnya.

Ia menambahkan, ruang terbuka hijau ideal harus mampu mengakomodasi aktivitas fisik warga seperti berjalan kaki, olahraga, bermain anak, hingga ruang interaksi komunitas.

Karena itu, revitalisasi Taman Sari perlu diarahkan pada penguatan vegetasi, pengurangan dominasi bangunan, serta peningkatan fungsi publik yang ramah keluarga dan inklusif. “Kota yang sehat adalah kota yang memberi ruang hidup bagi warganya,” kata Nuzulul.

Sebagai referensi, Nuzulul mencontohkan kota Bandung dan Surabaya yang berhasil menjadikan RTH sebagai identitas kota melalui penataan taman publik yang luas, bersih, dan fungsional.

Ia menilai Banda Aceh memiliki peluang besar mengikuti jejak tersebut jika pemerintah kota melakukan reorientasi tata ruang secara konsisten dan kolaboratif.

“Ini momentum bagi kepemimpinan Illiza untuk menghadirkan Banda Aceh sebagai kota hijau yang sejuk dan nyaman. Sinergi semua pihak sangat dibutuhkan agar Taman Sari benar-benar menjadi paru-paru kota,” pungkasnya.

Tags: Kota Banda AcehRuang Terbuka HijauTaman SariWali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal
Previous Post

Sambai Oen Peugaga, Kuliner Ramadan Penuh Khasiat

Next Post

Permintaan Cincau Melejit di Bulan Puasa

Related Posts

Illiza Tinjau UMKM Capli, Dorong Produk Lokal Lebih Kompetitif

by Ahmad Mufti
10 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu memperluas pasar dan...

Pemko Banda Aceh Susun Rencana Aksi Gender dan Perubahan Iklim

by Ahmad Mufti
9 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh mulai menyusun Rencana Aksi Daerah Gender dan Perubahan Iklim (RAD-GPI) sebagai langkah memastikan setiap...

Banda Aceh Terpilih sebagai Pemenang Seoul ODA Challenge 2026, Siapkan Perpustakaan Outdoor Bertaraf Internasional

by Masa Kini
2 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Kota Banda Aceh kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Bersama Kota San Salvador Centro, El Salvador, Banda Aceh...

Next Post

Permintaan Cincau Melejit di Bulan Puasa

Masyarakat menikmati hidangan bubur kanji glee taron, dan beberapa makanan khas Aceh Besar saat berbuka puasa | Foto: MC Aceh Besar

Kanji Glee Taron, Paduan 44 Dedaunan Hutan yang Jadi Primadona Berbuka di Aceh Besar

Discussion about this post

CERITA

Keberanian yang Mengantar Ghaisya ke Podium Emas

8 Juli 2026

Menunggu Rezeki di Bawah Tenda Musim Durian

28 Juni 2026

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co