MASAKINI.CO – Kota Banda Aceh kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Bersama Kota San Salvador Centro, El Salvador, Banda Aceh terpilih sebagai dua kota pemenang Seoul ODA Challenge Project 2026, setelah menyisihkan peserta dari 40 kota di 28 negara.
Keberhasilan tersebut membuka peluang bagi Banda Aceh untuk mengembangkan konsep perpustakaan outdoor dengan dukungan langsung dari Pemerintah Kota Seoul, Korea Selatan. Program ini diharapkan menjadi langkah baru dalam meningkatkan minat baca masyarakat sekaligus memperkuat budaya literasi di ibu kota Provinsi Aceh.
Seoul ODA Challenge merupakan kompetisi tahunan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Seoul untuk memperkenalkan berbagai inovasi pelayanan publik yang telah berhasil diterapkan, salah satunya pengelolaan perpustakaan outdoor yang kini menjadi ikon literasi di kota tersebut.
Saat ini, Seoul memiliki tiga lokasi perpustakaan outdoor yang beroperasi di ruang terbuka, yakni di kawasan Seoul Plaza, Sungai Cheonggyecheon, dan Gwanghwamun. Ketiga lokasi tersebut menjadi destinasi favorit masyarakat maupun wisatawan mancanegara dan telah meraih berbagai penghargaan internasional, termasuk tercatat dalam Guinness World Records sebagai perpustakaan dengan jumlah pengunjung terbanyak dalam satu waktu.
Melihat keberhasilan tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh mengajukan konsep serupa dengan memanfaatkan taman-taman kota yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Melalui proyek Seoul ODA Challenge 2026, Pemerintah Kota Seoul akan memberikan pendampingan teknis serta bantuan sebagian peralatan untuk mendukung operasional perpustakaan outdoor di Banda Aceh.
Sebagai bagian dari implementasi program tersebut, tiga aparatur Pemerintah Kota Banda Aceh telah mengikuti pelatihan intensif di Seoul pada 24–30 Juni 2026. Mereka terdiri atas Sekretaris Bappeda Banda Aceh Rahmatsyah Alam, Perencana Ahli Madya Bappeda Mirzayanto, serta Pustakawan Ahli Muda Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Banda Aceh Musnahayati.
Pelatihan tersebut membekali peserta dengan pengetahuan mengenai pengelolaan, operasional, hingga strategi pengembangan perpustakaan outdoor yang telah sukses diterapkan di Seoul.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyambut baik terpilihnya Banda Aceh dalam program tersebut. Ia menegaskan Pemerintah Kota akan memberikan dukungan penuh agar proyek perpustakaan outdoor dapat segera diwujudkan.
Menurutnya, kehadiran perpustakaan outdoor diharapkan mampu meningkatkan minat baca masyarakat, terutama di kalangan generasi muda, sekaligus mendongkrak Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Banda Aceh.
Pada 2026, Pemerintah Kota Seoul menawarkan 10 proyek pelayanan publik unggulan kepada berbagai kota di dunia melalui Seoul ODA Challenge. Banda Aceh memilih proyek perpustakaan outdoor karena dinilai paling sesuai dengan kebutuhan daerah dalam memperkuat budaya literasi melalui pemanfaatan ruang publik yang lebih produktif.
Konsep tersebut juga dinilai lebih efisien karena tidak memerlukan pembangunan gedung baru, melainkan mengoptimalkan taman kota sebagai ruang baca yang nyaman, terbuka, dan mudah diakses masyarakat.










Discussion about this post