MASAKINI.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Aceh untuk tetap waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai angin kencang dalam beberapa hari ke depan.
Menurut Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Aceh Besar, Amat Komi, kondisi cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh aktifnya monsoon Asia di wilayah Aceh serta nilai Dipole Mode yang saat ini terpantau negatif. Faktor tersebut memicu meningkatnya pembentukan awan hujan di kawasan Indonesia bagian barat, termasuk Aceh.
Selain itu, BMKG juga mencatat adanya aktivitas gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial, belokan angin, dan area konvergensi di wilayah Aceh yang memperkuat potensi hujan deras.
Suhu muka laut yang hangat di Samudera Hindia Barat Sumatera dan Perairan Timur Aceh turut meningkatkan proses penguapan, sehingga berkontribusi besar terhadap terbentuknya awan hujan tebal.
BMKG juga mengingatkan agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang dapat terjadi akibat hujan lebat yang berlangsung lama.
“Masyarakat diimbau segera menjauh dari daerah lereng atau aliran sungai apabila melihat awan hitam pekat di pegunungan dan hujan mulai turun,” katanya.
Secara umum, cuaca di wilayah Aceh didominasi kondisi berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang pada siang, sore, dan malam hari. Angin bertiup dari arah barat daya dengan kecepatan mencapai 30 km per jam.
Suhu udara berkisar antara 18–32 derajat Celsius dengan kelembapan udara tinggi, yakni di kisaran 60–100 persen.
Sementara itu, kondisi gelombang laut di perairan sekitar Aceh juga diprakirakan relatif tenang hingga sedang, dengan ketinggian mencapai 0,5 hingga 2,5 meter. Meski demikian, nelayan dan pengguna transportasi laut tetap diminta berhati-hati terhadap potensi peningkatan gelombang sewaktu-waktu.










Discussion about this post