MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh bersama Perum Bulog Kanwil Aceh menyalurkan bantuan pangan bagi 9.996 keluarga Penerima Bantuan Pangan (PBP) di seluruh kecamatan di Banda Aceh.
Bantuan tersebut berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng Minyakita per keluarga, untuk alokasi bulan Oktober–November 2025.
Kepala Perum Bulog Kanwil Aceh, Ihsan, mengatakan program ini merupakan bagian dari bantuan pangan nasional yang digulirkan pemerintah pusat sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat berpenghasilan rendah, sekaligus upaya menjaga ketahanan pangan dan pengendalian inflasi.
“Hari ini kita khusus luncurkan bantuan pangan ini di Kecamatan Baiturrahman dari seluruh Aceh sebanyak 303 penerima manfaat hari ini,” kata Ihsan di Banda Aceh, Kamis (30/10/2025).
Ihsan menjelaskan, pada tahap ini setiap penerima mendapatkan dua kali lipat dari bantuan bulanan, yakni 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng Minyakita untuk dua bulan sekaligus dengan total 199.920 kilogram beras dan 39.984 liter minyak goreng.
Untuk Kota Banda Aceh, penyaluran diberikan kepada 9.996 keluarga, dengan rincian Kecamatan Baiturrahman: 1.330 PBP (26,6 ton beras, 5.320 liter minyak) Banda Raya: 901 PBP (18 ton beras, 3.604 liter minyak), Jaya Baru: 881 PBP (17,6 ton beras, 3.524 liter minyak), Kuta Alam: 1.269 PBP (25,3 ton beras, 5.076 liter minyak).
Selanjutnya, Kuta Raja: 903 PBP (18 ton beras, 3.612 liter minyak), Lueng Bata: 1.204 PBP (24 ton beras, 4.816 liter minyak), Meuraxa: 1.149 PBP (22,9 ton beras, 4.596 liter minyak), Syiah Kuala: 1.190 PBP (23,8 ton beras, 4.760 liter minyak) dan Ulee Kareng: 1.169 PBP (23,3 ton beras, 4.676 liter minyak).
Sedangkan secara keseluruhan, total bantuan yang disalurkan di wilayah Aceh mencapai
10.613 ton beras dan 2,12 juta liter minyak goreng, dengan jumlah penerima 530.682 PBP yang tersebar di 23 kabupaten/kota, 290 kecamatan, dan 6.494 gampong.
Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, menyampaikan bantuan pangan ini sangat membantu masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih belum stabil.
“Kalau sebelumnya hanya diberikan 20 kilo beras, sekarang ada tambahan 4 liter minyak goreng. Ini sangat membantu masyarakat kita, sekaligus menjaga inflasi daerah di tengah ekonomi yang sulit,” ujar Illiza.
Illiza juga menegaskan meski jumlah penerima di Banda Aceh sedikit menurun dari periode sebelumnya, Illiza menyebut hal tersebut bisa menjadi indikator positif menurunnya tingkat kemiskinan.
Berdasarkan data BPS, tingkat kemiskinan di Banda Aceh kini berada di angka 5,6 persen, turun sekitar 1,5 persen dibanding tahun lalu.
“Kami akan sinkronkan data dari Dinas Sosial dan BPS agar satu data. Kalau penurunan penerima disebabkan karena warga makin sejahtera, tentu itu hal yang baik, tapi itu belum pasti,” kata Illiza.










Discussion about this post