MASAKINI.CO – Mantan gelandang yang pernah bermain untuk Inter Milan menarik perhatian ketika mengakui bahwa ia menyesal tidak memilih untuk bermain untuk tim nasional Indonesia, di mana ia percaya bahwa ia akan menerima lebih banyak cinta dan rasa hormat.
Mantan pemain internasional Belgia, Radja Nainggolan, baru-baru ini menarik perhatian ketika mengakui bahwa ia pernah berharap untuk bermain untuk tim nasional Indonesia, di mana ia merasakan rasa hormat dan cinta yang luar biasa dari para penggemar.
Dalam percakapan dengan Junior Vertongen, ketika ditanya apakah ia ingin bermain untuk Indonesia jika ada kesempatan, Nainggolan tidak ragu untuk menjawab: “Tentu saja. Bukan karena saya tidak mencintai Belgia, saya telah terlibat dengan tim muda Belgia sepanjang masa muda saya,” mengutip laporan, thethao457, Jumat (31/10/2025).
“Tetapi jika kita berbicara tentang rasa hormat yang saya terima di Indonesia, maka jawabannya adalah Indonesia, 100%.”
Radja Nainggolan adalah salah satu pemain keturunan Indonesia paling menonjol di Eropa pada akhir tahun 2000-an dan 2010-an. Nama belakangnya, Nainggolan, sangat mencerminkan Indonesia, membuat para penggemar di kepulauan itu selalu memandangnya sebagai “anak yang hilang”.
Setiap kali ia menyebutkan asalnya atau memiliki kesempatan untuk menginjakkan kaki di Indonesia, para penggemar menyambutnya dengan hangat.
Meskipun memiliki darah Indonesia, mimpi melihat Nainggolan mengenakan seragam tim nasional Indonesia tidak pernah terwujud. Pada usia 21 tahun, ia menerima panggilan dari tim nasional Belgia dan secara resmi memilih untuk melayani tanah air tempat ia dilahirkan.
Sejak itu, kariernya meningkat pesat. Gelandang ini pernah bermain untuk klub-klub terkenal seperti AS Roma dan Inter Milan, empat musim berturut-turut masuk dalam tim terbaik Serie A, dan bersama tim nasional Belgia berpartisipasi di EURO 2016.
Nainggolan adalah bagian dari generasi emas tim nasional Belgia, tetapi sayangnya generasi itu tidak pernah meraih gelar besar meskipun memiliki banyak bintang top dunia.
Di akhir kariernya, ia pernah kembali ke Asia, bermain untuk Bhayangkara FC, di mana ia sekali lagi dapat merasakan cinta yang membara dari para penggemar Indonesia, tempat yang seperti yang ia katakan “selalu memberi saya rasa hormat yang tidak bisa saya dapatkan di tempat lain.”










Discussion about this post