MASAKINI.CO – Hujan deras yang terus terjadi sejak sepekan terakhir menyebabkan sungai di Gampong Jruek Balee, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar meluap. Akibatnya puluhan hektar lahan pertanian warga terendam dan memicu kekhawatiran besar terhadap potensi gagal panen.
Air yang meningkat drastis hingga setinggi dada orang dewasa membuat tanaman jagung, cabai, dan timun dipastikan rusak dan tidak dapat dipanen.
Seorang warga desa Jruek Balee, Jaswadi mengatakan banjir terjadi secara tiba-tiba setelah debit air sungai naik akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa malam.
“Air naik cepat dan langsung merendam seluruh lahan pertanian. Tanaman yang baru saja memasuki masa produksi semuanya rusak,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).
Selain menggenangi lahan pertanian, banjir juga merendam lapangan sepak bola desa yang biasa digunakan sebagai pusat aktivitas masyarakat. Beberapa ternak milik warga terpaksa diungsikan ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari risiko hanyut terbawa arus.
Meski luapan air cukup besar, Jaswadi memastikan bahwa banjir tidak sampai memasuki permukiman warga. Namun, kerugian diperkirakan cukup besar karena sebagian besar masyarakat Gampong Jruek Balee menggantungkan penghasilan dari hasil pertanian tersebut.
“Permukiman aman, tapi lahan kami yang terdampak parah. Kerugian tentu sangat terasa bagi warga yang menggantungkan hidup dari hasil kebun,” katanya.
Hingga hari ini, air masih menggenangi lahan pertanian dan warga berharap kondisi segera membaik agar dapat melakukan pembersihan dan penanaman ulang.










Discussion about this post