MASAKINI.CO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh mengingatkan tingginya risiko penyebaran penyakit di posko pengungsian usai banjir dan tanah longsor yang melanda 18 kabupaten/kota. Kondisi penampungan yang padat dan minim sanitasi dinilai menjadi pemicu utama meningkatnya kasus penyakit menular.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Aceh, dr. Iman Murahman, mengatakan sedikitnya 10 penyakit berpotensi muncul, seperti ISPA, ILI, diare, campak, hingga berbagai infeksi kulit. Ia menegaskan balita menjadi kelompok yang paling terdampak karena daya tahan tubuh mereka lebih rentan. “Sebagian besar kasus terjadi pada anak di bawah lima tahun, terutama diare, ISPA, campak, dan masalah kulit,” ujarnya, Selasa (2/12/2025).
Iman menjelaskan kondisi pengungsian saat ini memperparah risiko. Kurangnya air bersih dan sanitasi membuat penyebaran penyakit sulit dicegah. “Pemulihan akses air bersih sangat mendesak. Jika tidak segera dibenahi, potensi diare dan gangguan pernapasan akan meningkat,” katanya.
Sebagai langkah awal, Dinkes Aceh telah memulai imunisasi campak, polio, serta rotavirus di sejumlah posko besar. Program ini diprioritaskan untuk balita guna mencegah penularan penyakit yang paling berisiko menyerang anak. “Untuk campak dan diare, pencegahan sudah mulai dilakukan di berbagai titik pengungsian,” tambah Iman.
Namun, ia mengakui layanan kesehatan belum dapat menjangkau semua wilayah terdampak. Minimnya tenaga medis menjadi kendala besar karena sebagian petugas juga terdampak bencana. “Belum semua lokasi terlayani. Pemeriksaan langsung ke pengungsi masih sangat terbatas,” ungkapnya.
Dinkes Aceh juga baru memulai pendataan kesehatan secara menyeluruh. Dari 18 daerah terdampak, baru Pidie Jaya dan Aceh Barat yang mengirimkan laporan awal. “Kami terus berupaya mengumpulkan data, namun akses informasi dari lapangan masih banyak hambatan,” kata Iman.
Dengan kondisi pemulihan yang masih berjalan, Dinkes Aceh meminta pemerintah daerah segera memperbaiki sanitasi, menambah suplai air bersih, dan memperkuat layanan kesehatan di posko untuk mencegah terjadinya wabah di masa pasca banjir.










Discussion about this post