MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Agustus 23, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

ISPA dan Penyakit Kulit Jadi Keluhan Utama Pengungsi Pascabencana Aceh

Riska Zulfira by Riska Zulfira
20 Desember 2025
in News
0

Warga yang menjadi korban banjir dan tanah longsor di Pidie Jaya mengungsi di Gedung Sekretariat KONI Pidie Jaya | Foto: Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Dinas Kesehatan Aceh mencatat sebanyak 10 jenis penyakit berpotensi terjadi di wilayah terdampak bencana di Aceh. Hingga 19 Desember 2025 dilaporkan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi penyakit dengan jumlah kasus tertinggi sebanyak 9.731 kasus, disusul penyakit kulit 8.026 kasus, Influenza Like Illness (ILI) 1.543 kasus, serta diare sebanyak 1.492 kasus.

Jumlah ini bagian dari total 52.539 warga yang berkunjung ke posko kesehatan di 13 kabupaten/kota.

RelatedPosts

Ketua Baitul Mal Pidie Jaya Ditemukan Meninggal di Banda Aceh, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan

HUT ke-28 PAN, DPW Aceh Pilih Berbagi dengan Anak Yatim

Lima Titik Panas Terdeteksi di Aceh, Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Mengintai Sejumlah Wilayah

“ISPA dan penyakit kulit masih mendominasi kasus penyakit di wilayah terdampak bencana,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, Sabtu (20/12/2025).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Aceh, sebaran kasus tertinggi dilaporkan di Aceh Utara sebanyak 5.803 yang terindikasi penyakit potensial KLB. Kemudian Bireun sebanyak 4.835 kasus, Pidie Jaya 4.288 kasus dan Aceh 860 kasus. 

Ferdiyus menjelaskan, tingginya kasus ISPA dan penyakit kulit dipengaruhi oleh kondisi lingkungan pascabencana. Faktor tersebut antara lain paparan air kotor, sanitasi yang belum optimal, serta kondisi pengungsian yang padat dan lembap.

Selain penyakit yang mendominasi, Dinas Kesehatan Aceh juga mencatat adanya 261 kasus suspek demam tifoid, 9 kasus suspek campak, dan 1 kasus pertusis. Terhadap kasus-kasus tersebut, dilakukan langkah kewaspadaan melalui penyelidikan epidemiologi, penatalaksanaan medis, pengambilan sampel untuk konfirmasi laboratorium, serta pemberian vitamin A dan antibiotik sesuai indikasi.

“Kami melakukan upaya pencegahan untuk menekan risiko penularan dengan respons cepat di lapangan,” ujarnya.

Dinas Kesehatan Aceh juga melaporkan 2 kasus suspek leptospirosis dan 14 kasus suspek dengue. Penanganan dilakukan melalui penyelidikan epidemiologi di lokasi pengungsian dan tempat tinggal pasien, pemeriksaan awal menggunakan Rapid Diagnostic Test (RDT), serta peningkatan edukasi kepada masyarakat.

Ferdiyus mengimbau masyarakat untuk segera mencari layanan kesehatan apabila mengalami gejala demam atau keluhan kesehatan setelah terpapar lingkungan berisiko pascabencana. Ia menegaskan, penyakit berbasis lingkungan masih menjadi perhatian utama.

“Upaya pencegahan terus kami perkuat melalui peningkatan sanitasi, pengawasan kesehatan pengungsi, edukasi masyarakat, serta respons cepat lintas sektor guna mencegah terjadinya KLB,” katanya.

Tags: Dinkes AcehISPAPascabencanapengungsiPenyakit di PengungsianPenyakit Kulit
Previous Post

Pemerintah Aceh Imbau Pengamanan Kendaraan Korban Banjir

Next Post

Jembatan Awe Geutah Bireuen Diberlakukan Sistem Buka Tutup, Kendaraan Roda Enam Bisa Lewat

Related Posts

Ekonomi Aceh Tumbuh 4,86 Persen, BI Sebut Rekonstruksi Pascabencana Jadi Pendorong

by Riska Zulfira
20 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO - Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi ikut menopang pertumbuhan ekonomi Aceh hingga triwulan II 2026 yang mencapai 4,86...

Menteri ATR/BPN Serahkan Sertifikat Wakaf dan Bantuan Rp500 Juta untuk Masjid Aceh Tamiang

by Ahlul Fikar
23 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menyerahkan sertifikat tanah wakaf untuk Masjid Salman...

Cegah Penyakit Bawaan, Jemaah Haji Aceh Dipantau 14 Hari Setelah Pulang

by Riska Zulfira
15 Juni 2026
0

MASAKINI.CO - Dinas Kesehatan Aceh menyiagakan sistem pemantauan kesehatan selama 14 hari bagi jemaah haji yang kembali ke Tanah Air....

Next Post

Jembatan Awe Geutah Bireuen Diberlakukan Sistem Buka Tutup, Kendaraan Roda Enam Bisa Lewat

OJK Beri Perlakuan Khusus Kredit Pembiayaan Korban Bencana di Aceh

Discussion about this post

CERITA

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co