MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Agustus 20, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Ekonomi Aceh Tumbuh 4,86 Persen, BI Sebut Rekonstruksi Pascabencana Jadi Pendorong

Riska Zulfira by Riska Zulfira
20 Agustus 2026
in News
0

Plh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Aceh, Hertha Bastiawan dalam kegiatan Aceh Economic Forum (AEF) Agustus 2026 di Banda Aceh, Rabu (19/8/2026). | Foto: Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi ikut menopang pertumbuhan ekonomi Aceh hingga triwulan II 2026 yang mencapai 4,86 persen secara tahunan.

Plh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Aceh, Hertha Bastiawan, mengatakan peningkatan aktivitas pemulihan terlihat dari menguatnya sejumlah sektor utama, terutama pertanian, perdagangan dan konstruksi.

RelatedPosts

Cekcok di Simpang Dodik Berujung Penikaman, Pria di Banda Aceh Diamankan Polisi

Baitul Mal Aceh Salurkan Rp7,92 Miliar Modal Usaha untuk 1.584 Warga

Jelang PBAK, 5.000 Mahasiswa Baru UIN Ar-Raniry Jalani Tes Kesehatan dan Urus Faskes BPJS

“Perekonomian Aceh triwulan I dan II 2026 alhamdulillah tumbuh masing-masing 4,09 persen dan 4,86 persen. Artinya triwulan II ini lebih tinggi,” kata Hertha dalam Aceh Economic Forum (AEF) Agustus 2026 di Banda Aceh, Rabu, (19/8/2026).

Menurut Hertha, pertanian menjadi salah satu penopang penting karena memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Aceh, yakni mencapai 31,16 persen terhadap PDRB Aceh.

Kinerja sektor tersebut juga menunjukkan perbaikan signifikan. Pada triwulan II 2026, pertanian tumbuh 3,98 persen secara tahunan, jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan triwulan I yang hanya 0,35 persen.

Selain pertanian, pertumbuhan ekonomi Aceh juga ditopang sektor perdagangan dan konstruksi yang bergerak seiring dengan aktivitas pemulihan pascabencana.

Hertha mengatakan pertumbuhan ekonomi Aceh pada triwulan II bahkan lebih tinggi dibandingkan sejumlah daerah lain yang mengalami bencana serupa.

“Aceh lebih tinggi dibandingkan Sumatera Barat sekitar 4,54 persen. Tetapi, lebih rendah dari Sumatera Utara yang mampu tumbuh 5,06 persen,” ujarnya.

Bank Indonesia Aceh memperkirakan tren pertumbuhan tersebut masih berlanjut hingga akhir 2026. Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi serta pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah pusat dinilai akan menjadi mesin tambahan bagi perekonomian daerah.

BI memproyeksikan ekonomi Aceh sepanjang 2026 tumbuh pada kisaran 4,6 hingga 5,1 persen.

Namun, Hertha mengingatkan masih terdapat risiko yang dapat menahan laju pertumbuhan, salah satunya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kebijakan ekonomi negara maju dan berdampak terhadap permintaan ekspor komoditas unggulan Aceh.

Di sisi lain, aktivitas rekonstruksi juga mulai memberikan tekanan terhadap harga sejumlah komoditas. Pada Juli 2026, inflasi Aceh tercatat 0,24 persen secara bulanan, turun dari 0,56 persen pada bulan sebelumnya.

Tekanan harga terutama berasal dari kelompok makanan dan minuman, seperti beras, cabai rawit dan tomat. Kondisi cuaca panas serta belum masuknya masa panen menjadi salah satu faktor pendorong kenaikan harga.

Harga bensin juga turut menyumbang inflasi setelah adanya penyesuaian tarif BBM jenis Pertamax.

Sementara itu, meningkatnya kebutuhan material untuk pembangunan pascabencana membuat harga semen ikut memberikan tekanan terhadap inflasi. Permintaan tersebut antara lain berasal dari pembangunan hunian tetap dan percepatan program strategis nasional.

Secara tahunan, inflasi Aceh pada Juli 2026 mencapai 5,38 persen, masih jauh di atas inflasi nasional sebesar 2,88 persen. Komoditas yang menjadi penyumbang utama antara lain nasi dengan lauk, emas perhiasan, beras, cabai merah dan bensin.

Tags: Bank Indonesia Acehekonomi acehInflasiPascabencanapertanianRekonstruksiRekontruski Dorong Pertumbuhan Ekonomi Aceh
Previous Post

Rehabilitasi 57 Ribu Hektare Sawah Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi Aceh Pascabencana

Related Posts

Rehabilitasi 57 Ribu Hektare Sawah Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi Aceh Pascabencana

by Riska Zulfira
20 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO — Pemerintah Aceh mendorong percepatan rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi untuk mengembalikan produktivitas petani sekaligus mempercepat pemulihan...

1.000 Paket Pangan Murah Disediakan untuk Warga Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Akan Gelar Pangan Murah, 2.000 Paket Sembako Disiapkan untuk Warga

by Riska Zulfira
10 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO– Pemerintah Kota Banda Aceh kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik...

Menteri ATR/BPN Serahkan Sertifikat Wakaf dan Bantuan Rp500 Juta untuk Masjid Aceh Tamiang

by Ahlul Fikar
23 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menyerahkan sertifikat tanah wakaf untuk Masjid Salman...

Discussion about this post

CERITA

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co