MASAKINI.CO — Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Demokrat Aceh mengusulkan dua nama untuk dipilih sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Aceh. Keduanya yakni Nurdiansyah Alasta dan Sayuti Abu Bakar.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, E. Herman Khaeron, mengatakan kedua nama tersebut telah memenuhi syarat pencalonan karena memperoleh dukungan minimal 20 persen.
“Yang mendaftar dan mendapatkan dukungan di atas 20 persen ada dua orang, yaitu Bung Dian dan Bung Sayuti,” kata Herman saat membuka Musda di Banda Aceh, Rabu (19/8/2026).
Menurut Herman, Musda tidak langsung menetapkan ketua. Kedua nama tersebut akan diajukan kepada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk dipilih dan ditetapkan sebagai Ketua DPD Demokrat Aceh.
Ia menyebut keputusan tersebut diperkirakan keluar dalam satu hingga dua pekan setelah seluruh tahapan Musda selesai.
“Biasanya satu-dua minggu Ketum sudah bisa memutuskan. Kalau dua, tentu ada pertimbangan-pertimbangan khusus yang secara objektif pasti Ketum akan memilih yang terbaik,” ujarnya.
Herman mengatakan, penentuan ketua akan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kapasitas dan posisi masing-masing kandidat yang saat ini berada di ranah eksekutif dan legislatif.
Herman menegaskan, Musda VI bukan sekadar forum memilih ketua, tetapi harus menjadi momentum konsolidasi untuk mengembalikan kekuatan Demokrat Aceh menuju Pemilu 2029.
Ia mengingatkan Demokrat pernah menjadi kekuatan politik besar di Aceh dengan meraih 7 dari 13 kursi DPR RI pada periode sebelumnya.
“Untuk bisa sampai ke tujuh kursi mungkin berat, tetapi paling tidak di semua dapil kita bisa memperoleh kursi,” katanya.
Karena itu, ia meminta kader tidak larut dalam persaingan internal. Setelah ketua ditetapkan, seluruh pendukung kedua kandidat harus kembali bersatu dan bekerja memenangkan Demokrat.
“Setelah nanti Ketua Umum memutuskan, bersatu. Jangan saling meninggalkan para pendukungnya,” tegas Herman.
Ia menilai tantangan utama Demokrat bukan persaingan antara Dian dan Sayuti, melainkan partai politik lain yang akan menjadi lawan dalam perebutan suara pada Pemilu 2029.
“Kita tidak saling berhadapan. Rivalitas sesungguhnya adalah dengan partai-partai lain,” ujarnya.
Herman juga meminta kader kembali memperkuat kerja politik di akar rumput dengan mendengar persoalan masyarakat dan menghadirkan solusi.
“Yang penting bagaimana kita bekerja keras dan meraih hati serta pikiran rakyat,” katanya.










Discussion about this post