MASAKINI.CO – Dinas Kesehatan Aceh menyiagakan sistem pemantauan kesehatan selama 14 hari bagi jemaah haji yang kembali ke Tanah Air. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada penyakit yang terbawa dari Arab Saudi serta menjamin kondisi kesehatan jemaah tetap terpantau setelah tiba di daerah asal.
Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, SKM, M.Kes, mengatakan seluruh unsur kesehatan telah bersiap menyambut kepulangan jemaah haji Aceh, mulai dari debarkasi hingga pemantauan lanjutan di kabupaten dan kota.
“Hari ini kita kedatangan tamu Allah. Di bidang kesehatan, kami sudah bergerak secara maksimal agar kedatangan jemaah tidak terkontaminasi dengan yang lainnya,” kata Ferdiyus, Senin (15/6/2026).
Ia menjelaskan, kloter pertama yang tiba di Aceh berjumlah sekitar 393 jemaah dan seluruhnya kembali ke Tanah Air dalam keadaan lengkap.
“Alhamdulillah kloter pertama ini penuh, tidak ada yang meninggal. Secara keseluruhan, jemaah Aceh yang wafat di Tanah Suci tercatat sembilan orang,” ujarnya.
Menurut Ferdiyus, pengawasan kesehatan tidak berhenti saat jemaah tiba di Aceh. Setelah kembali ke kabupaten dan kota masing-masing, jemaah akan dipantau selama 14 hari oleh tim kesehatan setempat.
Pemantauan tersebut melibatkan puskesmas di seluruh daerah untuk mengevaluasi kondisi kesehatan jemaah pasca-perjalanan dari Arab Saudi.
“Di kabupaten dan kota sudah ada tim yang akan mengawasi kesehatan jemaah selama 14 hari ke depan. Seluruh puskesmas juga dilibatkan untuk melakukan pemantauan,” katanya.
Dinas Kesehatan Aceh berharap tidak ada penyakit menular yang terbawa masuk ke daerah seiring kepulangan jemaah haji.
Perhatian khusus juga diberikan kepada jemaah lanjut usia (lansia) yang rentan mengalami kelelahan setelah menempuh perjalanan udara selama delapan hingga sembilan jam.
Ferdiyus menjelaskan, kondisi lemas yang dialami lansia setelah penerbangan panjang belum tentu disebabkan penyakit, tetapi bisa dipengaruhi faktor usia dan kelelahan fisik.
Karena itu, tim kesehatan telah menyiapkan mekanisme rujukan cepat bagi jemaah yang membutuhkan perawatan lebih lanjut.
“Jika ada jemaah yang memerlukan penanganan medis, mereka bisa langsung dirujuk ke rumah sakit. RSUDZA juga sudah menyiapkan tempat sehingga tidak perlu menunggu di IGD,” ujarnya.
RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, lanjut Ferdiyus, telah disiagakan selama 14 hari ke depan untuk menerima jemaah haji yang membutuhkan perawatan.
Dinas Kesehatan Aceh berharap seluruh rangkaian pemulangan jemaah haji 2026 berjalan lancar dan seluruh jemaah kembali ke daerah masing-masing dalam keadaan sehat.
“Mudah-mudahan seluruh tamu Allah kembali dengan selamat dan menjadi haji yang mabrur,” kata Ferdiyus.










Discussion about this post