MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Agustus 5, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Warisan Budaya Aceh Didorong Jadi Aset Ekonomi, UIN Ar-Raniry Kembangkan Grand Design KIL

Redaksi by Redaksi
5 Agustus 2026
in News
0

Focus Group Discussion (FGD) dan Implementasi Kekayaan Intelektual Lokal (KIL) yang digelar Tim Riset MORA di Ruang Pertemuan LP2M UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Rabu (5/8/2026). | Foto: dok untuk masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Tim Riset MORA Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mendorong penguatan perlindungan Kekayaan Intelektual Lokal (KIL) sebagai strategi menjaga warisan budaya sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis komunitas.

Upaya tersebut dibahas dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Implementasi Kekayaan Intelektual Lokal (KIL) serta Penandatanganan Komitmen Bersama di Ruang Pertemuan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Rabu (5/8/2026).

RelatedPosts

Kekeringan Aceh Besar Meluas, 2.125 Hektare Sawah Terdampak

Nilai Tukar Petani Aceh Naik 1,57 Persen, Gabah hingga Sawit Dongkrak NTP

Atasi Keterbatasan Pasokan, SIG Tingkatkan Produksi dan Percepat Distribusi Semen di Aceh

Kegiatan itu merupakan bagian dari penelitian bertajuk “Grand Design Kekayaan Intelektual Lokal (KIL) sebagai Strategi Hilirisasi Ekonomi dan Pelestarian Cagar Budaya Berbasis Komunitas.”

Ketua Tim Riset MORA, Prof. Dr. Inayatillah, mengatakan kekayaan budaya lokal tidak cukup hanya dijaga sebagai peninggalan sejarah, tetapi perlu dikelola agar memiliki nilai ekonomi dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Budaya tidak hanya dipandang sebagai warisan masa lalu, tetapi juga dapat menjadi sumber penguatan ekonomi kreatif masyarakat apabila dikelola secara baik dan berkelanjutan,” ujar Prof. Inayatillah.

Menurutnya, berbagai aset budaya Aceh seperti ornamen tradisional, kerajinan khas daerah, pengetahuan tradisional, hingga ekspresi budaya masyarakat memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Namun, potensi tersebut masih menghadapi tantangan karena belum seluruhnya memperoleh perlindungan hukum dan skema hilirisasi yang optimal.

Melalui penelitian ini, tim riset mengembangkan konsep Grand Design Kekayaan Intelektual Lokal sebagai instrumen untuk memperkuat pelestarian budaya sekaligus mendorong pemanfaatan ekonomi kreatif berbasis komunitas.

Salah satu fokus yang dikembangkan adalah penyusunan infografis Kekayaan Intelektual Lokal yang memuat data historis dan arkeologis yang terintegrasi dengan sistem metadata kekayaan intelektual. Selain itu, penelitian ini juga mendorong model ekonomi kreatif yang menempatkan komunitas lokal sebagai pelaku utama dalam pengelolaan dan pemanfaatan budaya.

Dalam FGD tersebut, sejumlah pemangku kepentingan menyoroti masih banyaknya warisan budaya lokal yang belum mendapatkan perlindungan melalui skema hukum seperti Indikasi Geografis maupun Hak Komunal.

Padahal, perlindungan tersebut dinilai penting untuk mencegah hilangnya nilai budaya sekaligus memastikan masyarakat sebagai pemilik pengetahuan dan tradisi lokal dapat memperoleh manfaat dari pengembangannya.

Kegiatan ini melibatkan akademisi, budayawan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah I, Bale Inong, serta para pengrajin.

Diskusi menghasilkan sejumlah masukan strategis terkait pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem perlindungan Kekayaan Intelektual Lokal yang lebih kuat.

Sebagai tindak lanjut, para peserta menandatangani komitmen bersama untuk mendukung penguatan perlindungan dan pengembangan KIL di Aceh. Komitmen tersebut diharapkan menjadi dasar kolaborasi dalam menjaga warisan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat

Tags: ekonomi kreatifKekayaan Intelektual LokalPelestarian BudayaTim Riset MORA Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda AcehUIN AR RANIRY
Previous Post

Nilai Tukar Petani Aceh Naik 1,57 Persen, Gabah hingga Sawit Dongkrak NTP

Next Post

Kekeringan Aceh Besar Meluas, 2.125 Hektare Sawah Terdampak

Related Posts

Masa Jabatan Mujiburrahman sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Diperpanjang hingga Rektor Baru Dilantik

by Riska Zulfira
31 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Menteri Agama memperpanjang masa jabatan tugas tambahan Prof. Dr. H. Mujiburrahman, M.Ag. sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN)...

UIN Ar-Raniry Selangkah Lagi Buka Fakultas Kedokteran, Target Terima Mahasiswa Agustus 2026

by Ahmad Mufti
30 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh selangkah lagi membuka Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi...

Perkuat Kajian Filologi Arab–Melayu, Prodi BSA UIN Ar-Raniry dan USIM Bangun Kolaborasi

Perkuat Kajian Filologi Arab–Melayu, Prodi BSA UIN Ar-Raniry dan USIM Bangun Kolaborasi

by Ahlul Fikar
7 Juli 2026
0

MASAKINI.CO - Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh bersama Universiti Sains Islam...

Next Post

Kekeringan Aceh Besar Meluas, 2.125 Hektare Sawah Terdampak

Discussion about this post

CERITA

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

17 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co