MASAKINI.CO – Pantauan titik panas di Aceh kembali menunjukkan adanya aktivitas kebakaran lahan di sejumlah wilayah. Sebanyak lima titik panas terdeteksi pada Minggu (23/8/2026) pagi, bersamaan dengan peringatan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang hingga 25 Agustus mendatang.
Data Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh mencatat lima titik panas tersebut terpantau pada pukul 00.00 hingga 09.00 WIB menggunakan Sensor MODIS dari satelit Terra, Aqua dan Suomi NPP serta NOAA20/VIIRS.
Lima titik panas itu tersebar di empat wilayah. Masing-masing satu titik terdeteksi di Kecamatan Babah Rot, Aceh Barat Daya; Kecamatan Teripe Jaya, Gayo Lues; Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya; serta dua titik lainnya berada di Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe.
Forecaster On Duty Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Muhammad Niza Andria, mengatakan kondisi atmosfer saat ini juga mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Aceh.
“Beberapa kondisi atmosfer dapat berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Aceh, sehingga masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang,” kata Muhammad Niza Andria.
Menurut prakiraan cuaca, pada Minggu (23/8/2026), hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang berpotensi terjadi di Aceh Singkil, Gayo Lues, Subulussalam dan Nagan Raya.
Potensi tersebut meluas pada Senin (24/8/2026). Wilayah yang perlu mewaspadai kondisi tersebut yakni Aceh Besar, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Pidie dan Nagan Raya.
Sementara pada Selasa (25/8), potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang diprakirakan terjadi di Aceh Tenggara.
Muhammad Niza menjelaskan, potensi cuaca tersebut dipengaruhi aktifnya Gelombang Madden-Julian Oscillation (MJO) secara spasial, adanya daerah belokan angin dan konvergensi yang dapat mendukung aktivitas konvektif di wilayah Aceh.
Selain itu, suhu muka laut yang hangat di Samudra Hindia bagian barat dan utara Sumatera berpotensi meningkatkan penguapan sehingga menambah kandungan uap air di atmosfer. Kondisi itu kemudian dapat mendukung pembentukan awan hujan di Aceh.
Masyarakat juga diminta waspada terhadap hujan yang dapat turun secara tiba-tiba, terutama pada sore hingga malam hari. Cuaca buruk tersebut berpotensi menimbulkan dampak seperti banjir dan tanah longsor.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat di wilayah yang masuk dalam peringatan dini diimbau tetap berhati-hati saat beraktivitas, terutama ketika hujan lebat mulai terjadi dan angin kencang menyertai.









Discussion about this post