MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, November 3, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Hujan Diprediksi Meningkat hingga Desember, Gubernur Aceh Minta Warga Siaga Banjir dan Longsor

Riska Zulfira by Riska Zulfira
17 September 2026
in Daerah
0

Mualem dalam rapat percepatan penyediaan lahan integrasi mantan kombatan GAM sekaligus penataan Hak Guna Usaha (HGU) di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Jumat (11/9/2026). | Foto: Adpim Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Aceh diprediksi menghadapi peningkatan intensitas curah hujan dalam tiga bulan ke depan. Kondisi tersebut membuat Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) meminta seluruh bupati dan wali kota memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Prediksi BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Aceh menunjukkan curah hujan dengan intensitas menengah hingga tinggi berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Aceh pada Oktober hingga Desember 2026.

RelatedPosts

Kader PKK Aceh Jaya Diminta Aktif Perkuat Layanan Posyandu dan Cegah TB

Setelah 11 Kali Raih Adipura, Banda Aceh Bidik Adipura Kencana

Peukan Bada Juara Umum MTQ ke-35 Aceh Besar, Ungguli Darul Imarah 68 Poin

Gubernur Mualem menyampaikan permintaan tersebut secara tertulis kepada seluruh kepala daerah melalui surat Nomor 300.2/11114 tertanggal 14 September 2026. Surat itu ditandatangani Plt Sekda Aceh Taufik atas nama Gubernur Aceh.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan langkah kesiapsiagaan diperlukan untuk mengantisipasi dampak peningkatan curah hujan dalam tiga bulan mendatang.

“Langkah itu perlu dilakukan untuk mengantisipasi dampak dari peningkatan intensitas curah hujan yang akan terjadi selama kurun waktu tiga bulan ke depan,” kata Nurlis di Banda Aceh, Kamis (17/9/2026).

BMKG juga membagi langkah kesiapsiagaan berdasarkan kondisi curah hujan yang diprediksi di masing-masing wilayah.

Untuk daerah dengan curah hujan rendah, masyarakat diminta melakukan penghematan dan konservasi air, memperbaiki kebocoran, serta membangun sarana resapan seperti biopori, sumur resapan dan embung.

Penyesuaian sektor pertanian dengan varietas tahan kering dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan juga menjadi bagian dari langkah yang disarankan.

Sementara daerah yang berpotensi mengalami curah hujan tinggi hingga sangat tinggi diminta lebih mewaspadai risiko banjir dan dampak lainnya. Langkah yang disarankan antara lain membersihkan lingkungan dan drainase melalui gotong royong, menyiapkan Tas Siaga Bencana berisi dokumen penting dan kebutuhan dasar, serta mengamankan instalasi listrik dan barang berharga.

Masyarakat juga diminta memantau informasi peringatan dini BMKG dan bersiap melakukan evakuasi apabila kondisi mengharuskan.

Peringatan tersebut kembali disampaikan setelah Gubernur Mualem sebelumnya mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai bencana memasuki musim hujan. Imbauan itu disampaikan menyusul banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah wilayah Aceh.

Nurlis mengatakan kondisi tanah di sejumlah kawasan yang pernah dilanda bencana hidrometeorologi setahun lalu masih perlu diwaspadai karena dinilai belum sepenuhnya kokoh.

“Pak Gubernur menyampaikan bahwa bencana hidrometeorologi yang terjadi setahun lalu membuat tanah di kawasan bencana belum kokoh dan labil,” ujarnya.

Sebelumnya, pada 3 September 2026, Mualem juga mengingatkan bahwa kondisi musim hujan dapat meningkatkan risiko banjir, longsor dan bencana lainnya di sejumlah wilayah Aceh.

Untuk menghadapi potensi tersebut, Mualem menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten/kota, Forkopimda Aceh, TNI dan Polri, instansi terkait, serta perguruan tinggi negeri dan swasta.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan, mempercepat respons ketika bencana terjadi dan memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas.

Tags: Bencana di AcehBencana hidrometeorologibmkgCurah Hujan TinggiMualemPemerintah AcehPeringatan Dini Hujan DerasWaspada Banjir dan Longsor
Previous Post

FOTO: Aktivitas di Kawasan Industri

Next Post

KEMANDIRIAN BANGSA: Jejak Hilirisasi Inalum dari Hulu hingga ke Hilir

Related Posts

Awal November, BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Aceh

by Alya Ulfa
1 November 2026
0

MASAKINI.CO - Sejumlah wilayah di Aceh berpotensi dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang pada...

Aceh Prioritaskan Pemulihan Pascabencana dalam Pembangunan 2027

by Alya Ulfa
27 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh memprioritaskan percepatan pemulihan pascabencana dalam arah pembangunan 2027. Upaya tersebut akan dipadukan dengan penguatan ekonomi, penurunan...

Pemerintah Aceh Ajukan Rancangan APBA 2027 Sebesar Rp10,37 Triliun

by Alya Ulfa
26 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Aceh menyampaikan Nota Keuangan dan Rancangan Qanun (Raqan) Aceh tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun...

Next Post

KEMANDIRIAN BANGSA: Jejak Hilirisasi Inalum dari Hulu hingga ke Hilir

BMKG Imbau Waspada Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia 15-21 Februari

Hujan Masih Guyur Aceh hingga 19 September

Discussion about this post

CERITA

Di Sudut Punti, Rindu yang Panjang Menemukan Tempat untuk Pulang

2 November 2026

Menyusuri Kisah di Balik Nama Pulau Rubiah

28 Oktober 2026

Dari Lumpur Banjir, Kebun Edukasi MIN 42 Bireuen Tumbuhkan Semangat Baru

27 Oktober 2026

Gampong Nusa, Merawat Tradisi Aceh Lewat Wisata Budaya dan Permainan Masa Kecil

26 Oktober 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co