MASAKINI.CO – Usia lanjut tak membuat lima perempuan di Kemukiman Lamlhom, Aceh Besar, berhenti berkarya. Mereka justru mengisi hari dengan mengelola usaha peternakan ayam kampung secara berkelompok.
Bagi kelompok Lampoh Keude, beternak bukan sekadar aktivitas untuk mengisi waktu. Usaha tersebut juga menjadi sumber kegiatan produktif sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan.
Kegiatan itu dijalankan melalui program Lansia Wanita Tangguh dari Lamlhom (LAWANG LAMLHOM) yang diinisiasi dan dikembangkan PT Solusi Bangun Andalas.
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan lanjut usia melalui usaha yang dapat dikelola secara bersama dan berkelanjutan.
General Affairs & Community Relation Manager Solusi Bangun Andalas, Tafaul Rijal, mengatakan kelompok lansia tersebut memiliki potensi yang tetap dapat dikembangkan meski berada pada usia lanjut.
“Perempuan lanjut usia tetap memiliki potensi dan pengalaman yang dapat dikembangkan. Melalui LAWANG LAMLHOM, kami ingin memberikan ruang agar mereka tetap aktif, produktif, dan memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi,” ujar Tafaul, Rabu (7/9/2026).
Untuk menunjang usaha, perusahaan membantu pembangunan kandang ayam dan menyediakan perlengkapan dasar peternakan. Kelompok juga mendapat pendampingan dalam pengurusan legalitas usaha, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK).
Para anggota juga dibekali pelatihan pembukuan sederhana. Mereka diajarkan mencatat pemasukan dan pengeluaran serta mengelola keuangan kelompok agar perkembangan usaha dapat dipantau.
Ketua Kelompok Lampoh Keude, Mursyidah, mengatakan kegiatan tersebut membuat dirinya dan anggota lainnya memiliki aktivitas bersama yang produktif.
“Sekarang kami punya kegiatan bersama. Tidak hanya di rumah, tetapi bisa berkumpul dan mengurus usaha bersama. Kami juga bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari usaha ini,” kata Mursyidah.
Program LAWANG LAMLHOM mendapat penghargaan Bakti Perempuan Bagi Perusahaan, Komunitas & Negeri (Perempuan Berbakti) 2026 yang diselenggarakan Corporate Forum for CSR Development (CFCD) di Binakarna Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, pada 29 September 2026.
Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kontribusi program dalam membuka ruang produktivitas dan pemberdayaan ekonomi bagi perempuan lanjut usia di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Tafaul mengatakan penghargaan tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi perusahaan untuk melanjutkan program pemberdayaan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami ingin dukungan yang diberikan dapat menjadi modal awal bagi kelompok untuk tumbuh dan menciptakan manfaat yang lebih luas,” ujarnya.








Discussion about this post