MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Oktober 7, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Pemko Banda Aceh Dorong Sekolah Inklusif Jadi Ruang Aman bagi Semua Anak

Riska Zulfira by Riska Zulfira
7 Oktober 2026
in Daerah
0

Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Banda Aceh, DR. dr. Siti Hajar | Foto: Pemko Banda Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh mendorong sekolah dasar tidak hanya menerima peserta didik berkebutuhan khusus, tetapi juga membangun lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mampu mengakomodasi perbedaan setiap anak.

Hal itu disampaikan Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Banda Aceh, DR. dr. Siti Hajar, M.Kes, M.Ked(Oph), Sp.M., saat membuka Workshop Identifikasi dan Pendampingan Peserta Didik dalam Pendidikan Inklusif bagi Guru Sekolah Dasar se-Kota Banda Aceh di Balee Keurukon Balai Kota, Senin (5/10/2026).

RelatedPosts

68 Mukim di Aceh Besar Diakui sebagai Masyarakat Hukum Adat

Bahasa Aceh Mulai Ditinggalkan Generasi Muda, Bupati Aceh Besar Ingatkan Ancaman Hilangnya Identitas

Aceh Besar Siapkan Payung Hukum Pageu Gampong untuk Cegah Ancaman Sosial

Siti Hajar mengatakan setiap anak memiliki keunikan, baik dari sisi kecepatan belajar, cara berkomunikasi maupun kebutuhan pendidikannya. Karena itu, perbedaan tersebut perlu dipahami dan direspons oleh para pendidik.

“Pendidikan inklusif bukan sekadar menerima peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah reguler. Lebih dari itu, pendidikan inklusif adalah upaya membangun lingkungan sekolah yang menghargai keberagaman, menjamin rasa aman, dan memastikan tidak ada anak yang tersisih atau tertinggal,” katanya.

Menurutnya, anak merupakan amanah yang harus dijaga, dididik, dan dikembangkan potensinya. Pendekatan pendidikan pun perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing anak.

Ia juga menekankan pentingnya proses transisi dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke sekolah dasar berlangsung secara menyenangkan, ramah anak, dan tanpa tekanan.

Anak, kata dia, harus memasuki jenjang SD dengan rasa bahagia serta keyakinan bahwa sekolah merupakan tempat yang aman untuk belajar dan berkembang.

Untuk mewujudkan lingkungan tersebut, Siti Hajar menyebut empat langkah yang dapat dilakukan para pendidik. Pertama, menjadikan sekolah sebagai zona aman dan nyaman. Kedua, menanamkan empati dan toleransi sejak dini.

“Ketiga, meningkatkan kepekaan dan respons cepat guru, serta keempat memperkuat kemitraan dengan orang tua,” ujarnya.

Ia berharap workshop tersebut tidak berhenti pada pemahaman secara teori, tetapi dapat diterapkan dalam proses pembelajaran dan pendampingan peserta didik di sekolah masing-masing.

Siti Hajar juga meminta para guru mengikuti kegiatan tersebut dengan sungguh-sungguh dan menjadikan pengetahuan yang diperoleh sebagai modal untuk menghadirkan perubahan nyata dalam penerapan pendidikan inklusif di sekolah.

Tags: Banda AcehGuru SDPAUDPendidikan Inklusifpeserta didikSekolah Ramah Anak
Previous Post

Harga BBM Indonesia Disebut Lebih Murah dari Sejumlah Negara Asia Tenggara

Related Posts

UIN Ar-Raniry Wisuda 1.618 Lulusan, 11 di Antaranya Mahasiswa Asal Malaysia

by Ahmad Mufti
6 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mewisuda 1.618 lulusan pada Wisuda Gelombang III Tahun 2026. Dari jumlah...

Pemko Banda Aceh Dorong Koperasi Merah Putih Masuk Ekosistem Digital

by Riska Zulfira
6 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh mendorong Koperasi Merah Putih Syariah (KDMPS) mempercepat transformasi digital agar pengelolaan koperasi lebih tertata...

Hendak Tebus Motor yang Digadaikan, Warga Banda Aceh Kaget Kendaraannya Sudah Diambil

by Redaksi
6 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Seorang warga Banda Aceh, Sulastari (48), harus melapor ke polisi setelah sepeda motor Yamaha Aerox miliknya yang digadaikan...

Discussion about this post

CERITA

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co