MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Oktober 6, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Bahasa Aceh Mulai Ditinggalkan Generasi Muda, Bupati Aceh Besar Ingatkan Ancaman Hilangnya Identitas

Redaksi by Redaksi
6 Oktober 2026
in Daerah
0

Syech Muharram seusai melantik kepengurusan Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Besar periode 2026-2031 di Aula Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Lubok Sukon, Kecamatan Ingin Jaya, Senin (5/10/2026). | Foto: Pemkab Aceh Besar

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Bupati Aceh Besar H Muharram Idris mengingatkan penggunaan bahasa Aceh di kalangan generasi muda perlu dijaga agar tidak semakin tergerus perkembangan zaman. Menurutnya, bahasa merupakan bagian penting dari identitas dan warisan budaya suatu bangsa.

Hal itu disampaikan Muharram atau yang akrab disapa Syech Muharram seusai melantik kepengurusan Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Besar periode 2026-2031 di Aula Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Lubok Sukon, Kecamatan Ingin Jaya, Senin (5/10/2026).

RelatedPosts

Aceh Besar Siapkan Payung Hukum Pageu Gampong untuk Cegah Ancaman Sosial

Pemko Banda Aceh Dorong Sekolah Perkuat Pendidikan Inklusif

MTQ Aceh Besar ke-35 Segera Digelar, 23 Kecamatan Diminta Siapkan Kafilah

“Bahasa itu menandakan sebuah bangsa. Mari kita jaga khazanah yang ditinggalkan nenek moyang kita agar tetap ada sampai akhir zaman,” kata Muharram.

Ia menilai kondisi ketika anak-anak mulai jarang menggunakan bahasa Aceh dalam kehidupan sehari-hari perlu menjadi perhatian bersama. Sebab, jika kebiasaan tersebut terus berkurang, generasi berikutnya dikhawatirkan semakin jauh dari bahasa daerahnya sendiri.

“Kalau hari ini anak-anak kita sudah tidak lagi menggunakan bahasa Aceh dan terus menjawab orang tuanya dengan bahasa Indonesia, kita harus khawatir suatu saat generasi berikutnya tidak lagi memahami bahasa Aceh,” ujarnya.

Menurut Muharram, Aceh Besar memiliki posisi penting dalam sejarah perkembangan Islam dan kebudayaan Aceh. Karena itu, warisan budaya yang ditinggalkan leluhur tidak cukup hanya dikenang, tetapi perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.

Ia juga meminta MAA Aceh Besar berperan aktif menghidupkan kembali nilai-nilai adat dalam kehidupan masyarakat.

Muharram mengatakan keberadaan MAA merupakan bagian dari kekhususan dan keistimewaan Aceh yang perlu dijaga bersama. Penguatan lembaga adat, kata dia, tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan tokoh adat, ulama, masyarakat dan generasi muda.

“Pemerintah pusat sudah memberikan keistimewaan ini. Pertanyaannya, apakah kita sudah melaksanakannya dengan ikhlas dan sungguh-sungguh? Mari kita sama-sama membesarkan lembaga-lembaga istimewa ini,” katanya.

Ia mendorong MAA bersama pemerintah dan masyarakat memperkuat kembali adat yang berjalan selaras dengan syariat Islam, terutama dalam kehidupan sosial masyarakat.

Muharram menegaskan adat dan hukum Islam di Aceh pada prinsipnya saling mendukung dan tidak boleh dipertentangkan.

“Adat dan hukum Islam di Aceh pada dasarnya saling mendukung. Adat tidak boleh bertentangan dengan syariat. Seperti ungkapan orang Aceh, adat bak po teumeureuhom, hukum bak Syiah Kuala,” ujarnya.

Tags: Adat AcehBahasa AcehBudaya AcehBupati Aceh BesarMAA Aceh BesarPemerintah Aceh Besar
Previous Post

Presiden FIFA Puji Indonesia Usai Sukses Gelar FIFA ASEAN Cup 2026

Next Post

Hendak Tebus Motor yang Digadaikan, Warga Banda Aceh Kaget Kendaraannya Sudah Diambil

Related Posts

Aceh Besar Siapkan Payung Hukum Pageu Gampong untuk Cegah Ancaman Sosial

by Ahmad Mufti
6 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar tengah menyiapkan Rancangan Peraturan Bupati (Ranperbup) tentang Pageu Gampong sebagai payung hukum bagi masyarakat...

MTQ Aceh Besar ke-35 Segera Digelar, 23 Kecamatan Diminta Siapkan Kafilah

by Redaksi
5 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar meminta kafilah dari 23 kecamatan mempersiapkan diri sebaik mungkin menjelang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)...

13.407 Warga Akses MPP Lambaro dalam Dua Bulan, Layanan Dukcapil Paling Banyak Digunakan

by Redaksi
2 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Mal Pelayanan Publik (MPP) Lambaro Kabupaten Aceh Besar mencatat 13.407 orang mengakses layanan terpadu tersebut selama Agustus hingga...

Next Post

Hendak Tebus Motor yang Digadaikan, Warga Banda Aceh Kaget Kendaraannya Sudah Diambil

Pemko Banda Aceh Dorong Koperasi Merah Putih Masuk Ekosistem Digital

Discussion about this post

CERITA

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co