MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Oktober 9, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Hari ke-16 Pascabencana, Warga Aceh Masih Berburu Listrik dan Internet untuk Bertahan Hidup

Riska Zulfira by Riska Zulfira
11 Desember 2025
in News
0

Masyarakat masih memburu WiFi dan listrik di warung kopi di Banda Aceh. | Foto : Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Enam belas hari setelah bencana melanda sejumlah wilayah di Aceh, warga masih berjibaku memenuhi kebutuhan dasar akibat belum stabilnya pasokan listrik dan jaringan komunikasi. Dari pekerja kantoran hingga ibu rumah tangga, semuanya bergantung pada genset yang tersedia di warung kopi maupun fasilitas gampong.

Di kawasan perkotaan, warung kopi menjadi “kantor darurat” bagi banyak pekerja yang membutuhkan internet. Seorang warga kota Banda Aceh, Nurdiani mengaku harus berpindah-pindah tempat demi mendapatkan jaringan yang bisa dipakai bekerja.

RelatedPosts

Zaini Bakri Resmi Duduki Kursi DPRA, Gantikan Mawardi Basyah

Segini Harga Emas Perhiasan Hari Ini

Lima Motif Ornamen Aceh Dipilih untuk Dikembangkan ke Produk Fesyen

“Hanya ini harapan kita untuk kerja. Sehari bisa ke dua sampai tiga warung kopi hanya untuk cari internet,” ujarnya, Kamis (11/12/2025).

Ia mengatakan pengeluaran ikut melonjak karena harus membeli makanan atau minuman setiap menumpang wifi ditambah harga makanan yang ikut naik. “Jadi pengeluaran kami jga ikut bertambah, harga makanan minuman pada naik di Warkop. Apalagi sejak kemarin jaringan mulai bermasalah lagi seperti awal bencana,” tambahnya.

Sementara itu, di gampong-gampong seperti Seulangai, Kecamatan Indrapuri, warga menghadapi kondisi yang tak jauh berbeda. Listrik yang belum stabil dan sinyal komunikasi yang terus hilang memaksa masyarakat mencari sumber daya yang bisa diandalkan. Genset meunasah menjadi sandaran utama.

Setiap sore hingga malam, meunasah berubah menjadi tempat berkumpul warga untuk memenuhi kebutuhan dapur. Ibu-ibu datang membawa rice cooker, blender, hingga lampu darurat. Mereka bergiliran memakai listrik dari genset yang disediakan pemerintah gampong.

Warga Aceh masih berburu listrik untuk bertahan hidup, mulai ngecas handphone hingga memasak nasi di rice cooker. | Foto : Dok untuk masakini.co

“Ini sudah hari ke-16 tanpa listrik stabil. Jaringan juga sering mati. Jadi warga terpaksa datang ke meunasah untuk masak dan giling bumbu,” kata warga Seulangai, Ade Juana.

Menurut Ade, suasana di meunasah hampir seperti dapur umum. Setelah Magrib, warga berdatangan sambil membawa peralatan masing-masing. Ada yang memasak nasi, ada yang menggiling bumbu, ada pula yang sekadar mengisi daya peralatan rumah tangga kecil. “Desa memfasilitasi genset supaya kebutuhan dasar tetap bisa terpenuhi. Kalau tidak ada ini, lebih sulit lagi,” ujarnya.

Selain memanfaatkan listrik di meunasah, sebagian warga tetap memburu sumber daya di warung kopi yang menggunakan genset. Tempat-tempat tersebut menjadi lokasi alternatif untuk mengisi ponsel, lampu emergency, hingga peralatan elektronik lainnya.

Kondisi ini menunjukkan betapa beratnya aktivitas warga di tengah keterbatasan energi selama lebih dari dua pekan. Meski demikian, solidaritas antar warga tetap terjaga dengan bergantian menggunakan listrik, saling membantu, dan berbagi waktu agar semua kebutuhan dasar tetap dapat terpenuhi.

“Kami sangat berharap listrik bisa kembali normal. Hidup 16 hari begini benar-benar menguji,” tutup Ade.

Tags: Banda AcehBanjir AcehBanjir LongsorBencana AcehBerburu listrik
Previous Post

Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana hingga 25 Desember

Next Post

Layanan RSUD Langsa Mulai Beroperasi Kembali

Related Posts

Penataan Tgk Chik Pante Kulu Diarahkan Jadi Ruang Publik dan Penggerak UMKM

by Riska Zulfira
8 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Penataan Kawasan Jalan Tgk. Chik Pante Kulu, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh diarahkan tidak hanya untuk memperbaiki infrastruktur, tetapi...

Pemko Banda Aceh Dorong Sekolah Inklusif Jadi Ruang Aman bagi Semua Anak

by Riska Zulfira
7 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh mendorong sekolah dasar tidak hanya menerima peserta didik berkebutuhan khusus, tetapi juga membangun...

UIN Ar-Raniry Wisuda 1.618 Lulusan, 11 di Antaranya Mahasiswa Asal Malaysia

by Ahmad Mufti
6 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mewisuda 1.618 lulusan pada Wisuda Gelombang III Tahun 2026. Dari jumlah...

Next Post

Layanan RSUD Langsa Mulai Beroperasi Kembali

Sisir Lokasi Banjir Aceh Tamiang, Laporan Bau Menyengat Ternyata Bangkai Hewan

Discussion about this post

CERITA

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...