MASAKINI.CO – Langkah demi langkah ditempuh dalam sunyi hutan dan jalur berlumpur. Sebanyak 33 pendaki dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh menempuh jalur ekstrem untuk mengantarkan bantuan logistik kepada warga Samar Kilang, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah. Aksi kemanusiaan ini dilakukan untuk menjangkau wilayah yang terisolasi pascabencana banjir dan longsor.
Salah satu relawan, Mualim Stany, mengatakan tim membawa sekitar 600 kilogram logistik yang dipikul secara bergantian melewati medan berat. Perjalanan dimulai pada Senin lalu dan menempuh total jarak sejauh 110,6 kilometer.
“Kondisi medan sangat berat. Jalurnya curam, berlumpur, dan sebagian merupakan bekas longsoran. Kami harus benar-benar menjaga stamina dan kekompakan tim,” ujar Mualim Stany, Minggu (21/12/2025).
Dalam perjalanan, rombongan relawan sempat bermalam di kawasan Tembolon sebelum melanjutkan perjalanan keesokan harinya. Setelah menempuh perjalanan panjang dan melelahkan, tim akhirnya tiba di Samar Kilang pada Selasa (16/12/2025) sekitar pukul 18.15 WIB.
Penyaluran bantuan ini didukung oleh koordinasi sejumlah posko. Posko utama di Banda Aceh dikoordinasikan oleh Ponjria, Refaul Azmi, dan Sayuni Putri. Sementara Posko Matang di Universitas Almuslim dikoordinasikan oleh Ikram dari UKM PA-LH ALASKA. Dukungan pengamanan dan koordinasi lapangan juga diberikan melalui Posko Kecamatan Bandar yang didukung langsung oleh Kapolsek Bandar, Iptu Dede Moerdhany, S.H., mewakili Polres Bener Meriah.
Mualim Stany menyebut perjalanan tersebut menjadi ujian fisik dan mental bagi para relawan. Namun, kepedulian terhadap warga yang terisolasi menjadi kekuatan utama tim untuk menyelesaikan misi kemanusiaan tersebut.
Selain bantuan logistik, warga Samar Kilang juga menyampaikan kebutuhan mendesak berupa perahu penyeberangan. Pasalnya, lahan kebun dan persawahan warga berada di seberang sungai, sementara jembatan yang biasa digunakan terputus akibat banjir.
“Sejak banjir, jembatan terputus. Sekarang warga kesulitan ke kebun dan sawah karena harus menyeberang sungai,” kata Mualim Stany.
Para relawan berharap, bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban warga, sekaligus mendorong perhatian dari pihak terkait untuk membantu pemulihan akses dan sarana penunjang kehidupan masyarakat di wilayah terdampak bencana tersebut.










Discussion about this post