MASAKINI.CO – Desember 2024, suasana di sekitar Liverpool penuh semangat dan kebahagiaan. Mereka merasa telah menemukan penerus yang tepat untuk menggantikan Jurgen Klopp berkat kedatangan Arne Slot, dan melihat kesempatan besar untuk meraih gelar Premier League mengingat kondisi Manchester City yang dianggap sedang tidak fokus. Namun satu tahun kemudian, posisi Slot semakin diperdebatkan dan ada kemungkinan dia akan dipecat dari jabatannya.
Setahun yang lalu, Liverpool sangat optimis dengan proyek yang dibangun oleh Slot. Klub asal Kota Liverpool itu bahkan sudah mulai menjauhi pesaingnya di klasemen, membuat mereka yakin bisa merebut gelar Premier League. Harapan itu menjadi kenyataan pada bulan Juni, ketika mereka mengangkat trofi tanpa harus menghadapi perlawanan yang terlalu berat. Namun pada Desember 2025, pelatih kelahiran Belanda itu sedang menghadapi masa tersulitnya di Stadion Anfield dengan situasi yang jauh berbeda dari sebelumnya.
Pada masa kejayaan mereka tahun lalu, tiga hal menjadi pilar utama keberhasilan tim: Mohamed Salah sebagai pemain yang paling mampu menentukan hasil pertandingan di kompetisi, sistem tekanan yang sangat efektif untuk menghentikan serangan balik lawan melalui marking individu, serta Dominik Szoboszlai yang membuat heboh dengan tembakan balunya yang luar biasa. Sampai saat ini, hanya Szoboszlai yang masih menunjukkan performa terbaik dan menjadi satu-satunya pemain yang bisa dibanggakan dari ketiga hal tersebut.
Penyebab kemunduran performa bisa jadi karena kurangnya semangat setelah meraih gelar, atau juga karena investasi besar yang dikeluarkan di musim panas tidak cocok dengan sistem permainan yang diterapkan Slot. Klub mengeluarkan dana sekitar Rp 2,2 triliun untuk mendapatkan Florian Wirtz, Rp 2,4 triliun untuk Alexander Isak, dan Rp 720 juta untuk Kerkez. Sayangnya, “ketiga pemain tersebut belum mampu memberikan hasil sesuai dengan ekspektasi, bahkan Isak harus absen karena cedera yang cukup serius,” menukil fichajes, Jumat (26/12/2025).
Para pendukung klub yang telah enam kali meraih gelar Liga Champions Eropa kini hanya bisa bersandar pada harapan dari Hugo Ekitike. Pemain yang awalnya datang sebagai cadangan ini menjadi satu-satunya titik terang di tengah kesulitan tim, padahal mereka masih memiliki pemain berpengalaman seperti Salah. Kondisi menjadi semakin memanas setelah Salah memberikan pernyataan di zona wawancara, di mana dia mengaku bahwa hubungan dengan Slot sudah tidak baik lagi.
Salah yang kini tengah berpartisipasi dalam Piala Afrika menyatakan bahwa dia berhak bermain di setiap laga karena telah membuktikan diri dengan prestasi yang diraih selama ini. Sikap seperti itu tentunya sulit diterima oleh seorang pelatih. Hingga saat ini, belum jelas apakah pertandingan kontra Brighton beberapa pekan yang lalu menjadi laga terakhirnya mengenakan jersey Liverpool, atau dia akan kembali bermain pada dua minggu terakhir bulan Januari mendatang.
Masalah yang dihadapi Liverpool tidak hanya berkutat pada performa Salah yang menurun. Kondisi ini telah menyebar ke seluruh lini permainan yang dikelola Slot, hal yang membuat situasi semakin mengkhawatirkan. “Sinergi antara lini belakang dan tengah lapangan sama sekali tidak terlihat, sementara Gravenberch seringkali terkesan tersesat di tengah lapangan.”










Discussion about this post