MASAKINI.CO – 35 hari setelah banjir besar melanda Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, aktivitas pendidikan anak usia dini di Gampong Meunasah Blang belum juga pulih. Kerusakan parah pada Taman Kanak-Kanak (TK) Payoeng Hate membuat puluhan anak terpaksa kehilangan ruang belajar.
Bangunan TK Payoeng Hate rusak berat akibat terjangan banjir. Sejumlah ruang kelas roboh dan sebagian bangunan dilaporkan hanyut terbawa arus, sehingga kegiatan belajar anak-anak terhenti total sejak bencana terjadi.
Kepala TK Payoeng Hate, Sumarni, mengatakan hingga kini sekolah belum menerima bantuan darurat pendidikan. Padahal seluruh perlengkapan belajar, termasuk buku dan alat peraga anak, hilang terseret banjir.
“Sekolah sudah rusak, buku dan alat belajar juga habis dibawa air. Kami sudah laporkan, tapi sampai sekarang belum ada bantuan,” ujar Sumarni saat ditemui di Meunasah Blang.
Menurutnya, pihak sekolah telah menyampaikan laporan kerusakan kepada Dinas Pendidikan Aceh Utara sekitar satu pekan lalu. Informasi yang diterima, rencana penanganan berupa pembersihan lokasi dan penyediaan tenda belajar sementara masih dalam proses.
Terhentinya aktivitas belajar ini berdampak langsung pada anak-anak usia dini yang membutuhkan pembelajaran dan interaksi sosial secara rutin. Para orang tua khawatir kondisi ini akan memengaruhi perkembangan anak, terutama karena masa belajar mereka terputus cukup lama.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memulihkan layanan pendidikan di wilayah terdampak, termasuk menyediakan ruang belajar sementara dan bantuan sarana pendidikan, agar anak-anak dapat kembali belajar meski dalam kondisi darurat.










Discussion about this post