MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Maret 12, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Suluk Jadi Tempat Pulang Terakhir Jariyah di Bulan Ramadan

Riska Zulfira by Riska Zulfira
31 Januari 2026
in Cerita
0

Jariyah (70) warga Desa Lueng Tuha, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara berdiri di depan tenda pengungsi yang pernah ditempatinya. | Foto: Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Di depan tenda pengungsian di Desa Lueng Tuha, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Jariyah duduk diam. Usianya 70 tahun. Tatapannya kosong, seolah masih menyusuri arus banjir besar yang beberapa waktu lalu datang tanpa permisi membawa pergi rumah, harta, dan rasa aman yang puluhan tahun ia bangun.

Rumah kayu yang ia tempati sejak lama kini tak lagi ada. Hanyut. Tak tersisa apa pun untuk kembali.

RelatedPosts

Culture Shock Ramadan Banda Aceh bagi Mahasiswa Non-Muslim

Sepi Pembeli, Nurmala Tetap Setia Menjual Wajan Tanah Liat

Belajar Menerima “Tidak”: Pelajaran Kedewasaan dari Sebuah Penolakan

“Semuanya habis. Rumah hanyut,” ucapnya lirih, Sabtu (31/1/2026).

Sejak hari itu, Jariyah tak punya alamat tetap. Ia berpindah dari satu rumah ke rumah lain. Menumpang di rumah anak, kadang di rumah kerabat, kadang tetangga. Bukan karena ingin, melainkan karena tak punya pilihan. Setiap perpindahan selalu diiringi rasa sungkan, takut merepotkan, takut dianggap beban.

Anaknya lima, semuanya perempuan, semuanya sudah berkeluarga. Hidup mereka pun pas-pasan. “Kalau numpang terus, kan malu juga. Anak-anak juga punya keluarga yang harus mereka pikirkan,” katanya pelan.

Di tengah kondisi pascabencana yang serba terbatas, tubuhnya pun kerap tak bersahabat. Debu di pengungsian membuatnya sering batuk dan sesak. Malam hari terasa dingin. Siang hari terasa pengap. Namun, di tengah semua itu, ada satu harapan yang terus ia simpan, ingin bersuluk (menempuh jalan spiritual untuk menuju Allah) di bulan Ramadan.

Bagi Jariyah, suluk bukan sekadar ritual ibadah. Ia adalah ruang tenang, tempat menenangkan batin setelah kehilangan segalanya. Sudah 12 tahun ia rutin mengikuti suluk setiap Ramadan. Biasanya, selepas Lebaran, ia kembali ke kampung. Kali ini, kampung itu telah tiada.

“Sekarang rumah juga tidak ada. Lebih baik saya beribadah,” katanya pelan.

Namun, keinginan itu terbentur kenyataan. Untuk mengikuti suluk, Jariyah harus membayar sekitar Rp300 ribu dan membawa beras. Ia juga membutuhkan kain dan kelambu. Semua kebutuhan itu kini tak ia miliki.

Masalahnya, untuk masuk suluk, Jariyah harus menyiapkan biaya. Sekitar Rp300 ribu dan membawa beras sebagai bekal. Ia juga membutuhkan kain dan kelambu. Semua itu kini tak ia miliki.

“Saya tidak punya uang. Kain tidak ada, kelambu juga tidak ada,” katanya jujur.

Ia tahu, selepas Ramadan nanti, hidupnya kembali menggantung. Kembali menumpang. Kembali berpindah. Namun setidaknya, selama suluk, ia punya tempat bernaung tempat yang memberi ketenangan di tengah kehilangan yang bertubi-tubi.

Foto udara Dusun Lhok Pungki, Desa Gunci, Sawang, Aceh Utara | Foto: Ahmad Mufti/masakini.co

Jariyah hanya berharap bantuan rumah. Bukan besar, bukan mewah. Asal milik sendiri.

“Kalau ada rumah, lebih nyaman. Tidak numpang-numpang. Tapi sampai sekarang belum ada kabar rumah bantuan dari pemerintah,” katanya.

Di tenda pengungsian yang berdebu, Jariyah menunggu. Menunggu bantuan yang tak kunjung pasti. Menunggu Ramadan untuk masuk suluk. Menunggu takdir membawanya ke tempat yang sedikit lebih tenang.

Bagi Nenek Jariyah, bersuluk bukan pelarian. Ia adalah pegangan terakhir jalan sunyi untuk tetap hidup, saat dunia seakan tak lagi menyediakan tempat pulang.

Tags: Banjir Aceh UtaraBantuanpengungsiRamadanSuluk
Previous Post

Harga Emas di Banda Aceh Turun Drastis, Waktu Tepat Beli?

Next Post

Lahan Ilalang di Leupung Aceh Besar Terbakar

Related Posts

Lamine Yamal Dapat Izin Tidak Berpuasa Ramadan, Nah Tapi…

by Ahmad Mufti
19 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Bintang muda Barcelona, Lamine Yamal mengaku menjalankan ibadah puasa di luar jadwal pertandingan, namun ia tidak berpuasa bila...

Jelang Ramadan, Ini Tips Puasa Sehat Ala Rasulullah

by Aininadhirah
14 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Berpuasa tidak hanya menjadi kewajiban ibadah bagi umat Muslim, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan jika dilakukan sesuai tuntunan....

Jelang Ramadan, Harga Bahan Dapur Mulai Naik

by Riska Zulfira
4 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Jelang Ramadan, harga beberapa komoditas bahan dapur di Aceh Besar mulai naik. Pedagang di Pasar Induk Lambaro, Muhammad...

Next Post

Lahan Ilalang di Leupung Aceh Besar Terbakar

The Land from Above

Discussion about this post

CERITA

Culture Shock Ramadan Banda Aceh bagi Mahasiswa Non-Muslim

11 Maret 2026

Sepi Pembeli, Nurmala Tetap Setia Menjual Wajan Tanah Liat

9 Maret 2026

Belajar Menerima “Tidak”: Pelajaran Kedewasaan dari Sebuah Penolakan

8 Maret 2026

Kisah Saidah: Hanya Sempat Menyusui Sehari, Lalu Kehilangan Selamanya

3 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...