MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Juli 3, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Foto

The Land from Above

Ahmad Mufti by Ahmad Mufti
31 Januari 2026
in Foto, Headline
0

Sejumlah masyarakat melintasi jembatan darurat di Desa Bergang, Ketol, Aceh Tengah. | Foto: Ahmad Mufti/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Daratan Aceh terbentang seperti peta yang berubah paksa. Garis-garis alam kini bergeser, meninggalkan jejak yang tak bisa disembunyikan.

Kondisi permukiman dan lahan Kelapa Sawit pasca diterjang banjir bandang di Desa Babo, Bandar Pusaka, Aceh Tamiang. | Foto: Ahmad Mufti/masakini.co

Sawah, sungai, lahan pertanian dan permukiman selama bertahun-tahun yang membentuk keseimbangan antara manusia dan alam porak-porandan.

RelatedPosts

Banda Aceh Terpilih sebagai Pemenang Seoul ODA Challenge 2026, Siapkan Perpustakaan Outdoor Bertaraf Internasional

Musim Durian Tiba, Pedagang Ramai Jajakan Durian di Kawasan Peunayong Banda Aceh

Korban Jiwa Ledakan KMP Aceh Hebat 2 Bertambah Jadi Dua Orang

Sejumlah tanaman Kelapa Sawit yang rubuh akibat diterjang banjir di Dusun Sukamaju, Desa Pengidam, Bandar Pusaka, Aceh Tamiang. | Foto: Ahmad Mufti/masakini.co

Ketika hujan ekstrem datang, sungai meluap, longsor di perbukitan berubah menjadi kekuatan yang menguasai lanskap.

Foto udara Dusun Lhok Pungki, Desa Gunci, Sawang, Aceh Utara | Foto: Ahmad Mufti/masakini.co

Dari ketinggian, air terlihat menciptakan jalurnya sendiri. Aliran baru memotong sawah, memasuki permukiman dan menghapus pola ruang yang dibangun.

Kondisi permukiman Desa Sekumur, Sekerak, Aceh Tamiang. | Foto: Ahmad Mufti/masakini.co

Perbedaan antara sungai dan daratan lenyap. Hamparan tanah yang luas menjadi penanda betapa dahsyatnya bencana yang melanda.

Kondisi Puskesmas Pembantu (Pustu) yang hancur akibat banjir bandang di Desa Simpang Mulia, Juli, Bireuen. | Foto: Ahmad Mufti/masakini.co

Jalan-jalan yang dahulu menyatukan desa kini terputus. Mobilitas manusia terhenti, menegaskan betapa tipisnya lapisan infrastruktur di hadapan kekuatan air.

Kondisi pasar yang masih porak-poranda di Desa Babo, Bandar Pusaka, Aceh Tamiang. | Foto: Ahmad Mufti/masakini.co

Pola kerusakan ini hanya sepenuhnya terbaca dari udara, ia tampil sebagai krisis lanskap. Dari darat, banjir terasa sebagai peristiwa lokal.

Sejumlah tanaman Kelapa Sawit yang rubuh akibat diterjang banjir di Desa Babo, Bandar Pusaka, Aceh Tamiang. | Foto: Ahmad Mufti/masakini.co

Foto udara merekam bagaimana air membentuk ulang tepian sungai, memperlebar alur dan melahirkan muara-muara baru. Tanah subur berubah menjadi ruang yang tak lagi pasti.

Kondisi permukiman Desa Sekumur, Sekerak, Aceh Tamiang. | Foto: Ahmad Mufti/masakini.co

Banjir ini bukan anomali tunggal. Ia muncul dari pertemuan perubahan iklim, tekanan tata ruang dan daya tahan masyarakat yang terus diuji.

Foto udara kondisi permukiman Desa Batu Sumbang, Simpang Jernih, Aceh Timur. | Foto: Ahmad Mufti/masakini.co

Aceh, dilihat dari atas, menegaskan bahwa lanskap adalah sistem hidup. Ketika keseimbangannya terganggu, perubahan itu menjalar, mengubah ruang, mata pencaharian dan masa depan manusia yang bergantung padanya.

Tags: banjir bandang AcehBanjir LongsorBencana AcehFoto udara
Previous Post

Lahan Ilalang di Leupung Aceh Besar Terbakar

Next Post

AMPI Nilai Banjir Aceh Bukan Sekadar Bencana Alam, Dipicu Salah Kelola Lingkungan

Related Posts

Angin Kencang Rusak 58 Huntara di Aceh Utara, Belasan Unit Hancur

by Riska Zulfira
3 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Puluhan hunian sementara (huntara) di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, rusak setelah diterjang angin kencang yang terjadi secara...

Mualem Terima Delegasi Belanda, Kerja Sama Penanganan Bencana hingga Investasi Dibahas

by Redaksi
7 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menerima kunjungan Wakil Kepala Perwakilan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Adriaan Palm, di...

Bantuan Biaya Hidup Belum Diterima, Mahasiswa Aceh Korban Bencana Sumatra Lapor Ombudsman

Bantuan Biaya Hidup Belum Diterima, Mahasiswa Aceh Korban Bencana Sumatra Lapor Ombudsman

by Ulfah
21 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Ombudsman RI Perwakilan Aceh menerima laporan dugaan permasalahan dalam penyaluran Bantuan Biaya Hidup (BBH) bagi mahasiswa yang terdampak...

Next Post

AMPI Nilai Banjir Aceh Bukan Sekadar Bencana Alam, Dipicu Salah Kelola Lingkungan

Klasemen Bayar Pajak Premier League, Haaland Tembus 388 Miliar

Discussion about this post

CERITA

Menunggu Rezeki di Bawah Tenda Musim Durian

28 Juni 2026

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...