MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Juli 19, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

AMPI Nilai Banjir Aceh Bukan Sekadar Bencana Alam, Dipicu Salah Kelola Lingkungan

Redaksi by Redaksi
31 Januari 2026
in News
0

Wakil Ketua DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), M. Deni Fitriadi | Foto: dok untuk masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) menilai banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh bukan semata-mata bencana alam, melainkan juga dipicu oleh kebijakan pengelolaan lingkungan yang tidak tepat.

Wakil Ketua DPD AMPI, M. Deni Fitriadi menyebutkan deforestasi, eksploitasi sumber daya alam, serta tumpang tindih perizinan telah memperparah dampak banjir yang terjadi di berbagai daerah di Aceh.

RelatedPosts

Pernah Menginap di Rumah Korban, Pemuda Ini Diduga Curi Motor di Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Hidupkan Taman Putroe Phang sebagai Ruang Kreatif Berkelanjutan

Warga Banda Aceh Penderita Kanker Butuh Uluran Tangan untuk Jalani Operasi di Bandung

“Banjir ini tidak bisa hanya dilihat sebagai peristiwa alam. Ada faktor kebijakan yang memperburuk kondisi, seperti pembukaan hutan yang tidak terkendali dan lemahnya pengawasan izin,” ujar Deni, Sabtu (31/1/2026). 

Ia menyampaikan, banjir tersebut telah menyebabkan dampak besar terhadap masyarakat. Bahkan hingga saat ini pasca dua bulan bencan terdapat 91.663 jiwa yang masih mengungsi.

Selain itu, ribuan rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.

Berdasarkan data pemerintah, tercatat 64.740 rumah rusak ringan, 40.103 rumah rusak sedang, 29.527 rumah rusak berat, serta 13.969 rumah hanyut akibat banjir di Aceh. Pemerintah juga telah membangun 3.248 unit hunian sementara (huntara) dan menyalurkan skema Dana Tunggu Harian (DTH) kepada 9.766 jiwa warga terdampak.

Deni menegaskan, pemerintah perlu meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana, tidak hanya melalui penanganan darurat, tetapi juga perbaikan tata kelola lingkungan secara menyeluruh.

Menurutnya, Aceh merupakan wilayah rawan bencana karena berada di zona pertemuan lempeng aktif dan jalur cincin api. Oleh karena itu, edukasi kebencanaan kepada masyarakat harus dilakukan secara berkelanjutan.

Selain itu, AMPI mendorong penguatan pengawasan dan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam perusakan lingkungan.

“Perusahaan yang terbukti merusak lingkungan harus diproses secara hukum dan diberikan sanksi tegas,” katanya.

Di sisi lain, AMPI mengapresiasi langkah pemerintah, TNI, Polri, serta relawan dalam menangani dampak banjir. Namun, Deni menekankan bahwa upaya pemulihan harus disertai dengan kebijakan pencegahan agar bencana serupa tidak terus berulang.

AMPI juga meminta pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang bulan Ramadan serta mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak.

Saat ini, pemerintah telah mengusulkan 153 titik lahan relokasi dengan total luas 473,09 hektare yang berpotensi menampung hingga 28.311 unit rumah. Dari jumlah tersebut, 24 titik lahan telah dinyatakan layak berdasarkan hasil verifikasi lapangan.

Tags: AMPIBanjir Acehkerusakan lingkungan
Previous Post

The Land from Above

Next Post

Klasemen Bayar Pajak Premier League, Haaland Tembus 388 Miliar

Related Posts

Aceh Tamiang Mulai Tanam Padi Perdana Pascabencana

by Ahmad Mufti
6 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh memulai gerakan tanam padi perdana pascabencana hidrometeorologi di Desa Bukit Panjang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh...

Enam Bulan Pascabencana, Gubernur Minta Prioritas Pemulihan Sawah dan Irigasi Terdampak

by Redaksi
10 Juni 2026
0

MASAKINI.CO - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menegaskan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam pemulihan dampak banjir dan longsor...

Di Antara Barak dan Doa

by Hendra Syamhari
28 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Gema takbir dari Masjid Darussalam memecah subuh di kompleks Hunian Sementara (Huntara) Kampung Simpang Empat Opak, Kecamatan Karang...

Next Post

Klasemen Bayar Pajak Premier League, Haaland Tembus 388 Miliar

Militer Pakistan Menewaskan 92 Militan Setelah Serangan Mematikan

Discussion about this post

CERITA

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

17 Juli 2026

Gigi Ngilu Jangan Diabaikan, Kenali 5 Varian Sensodyne Sesuai Keluhan Sebelum Membeli

16 Juli 2026

Keberanian yang Mengantar Ghaisya ke Podium Emas

8 Juli 2026

Menunggu Rezeki di Bawah Tenda Musim Durian

28 Juni 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co