MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Agustus 14, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Koalisi Sipil Soroti Pemulihan Pascabencana Aceh, Sebut Dampak Ekologis Masih Berlangsung

Aininadhirah by Aininadhirah
14 Agustus 2026
in News
0

Sejumlah massa aksi dari Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Bencana menyampaikan pernyataan sikap di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (14/8/2026) | Foto : Aininadhirah/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Bencana menilai penanganan dampak bencana ekologis di Aceh belum sepenuhnya tuntas. Sejumlah persoalan seperti banjir berulang, kerusakan infrastruktur, hingga terganggunya sumber ekonomi masyarakat masih terjadi di sejumlah wilayah terdampak.

Puluhan massa aksi menyampaikan pernyataan sikap di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (14/8/2026). Mereka mendesak pemerintah mempercepat proses pemulihan dengan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi.

RelatedPosts

Kibarkan Bendera Putih, Simbol Protes terhadap Penanganan Bencana Aceh-Sumatra

Satpol PP-WH Banda Aceh Tertibkan Bengkel yang Gunakan Badan Jalan di Peunayong

Bulog Salurkan 1,8 Juta Kg Beras untuk 60.027 Penerima di Aceh Besar

Koordinator Lapangan Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Bencana, Ahmad Maulidin, mengatakan sejumlah wilayah di Aceh masih menghadapi dampak bencana yang terjadi beberapa bulan terakhir. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan proses pemulihan masih membutuhkan perhatian serius.

“Bencana ekologis Sumatra belum berakhir, bencana masih berlangsung hingga saat ini. Dalam beberapa bulan ini seperti di Gayo Lues, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Utara masih banjir, bahkan kabar terbaru tadi malam di Aceh Barat Daya juga sedang banjir,” ujar Ahmad.

Ia menyebutkan, persoalan serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain di Pulau Sumatra, seperti Sumatera Utara, Tapanuli, dan Padang. Menurutnya, kejadian banjir yang kembali muncul menunjukkan pemulihan kawasan terdampak perlu dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya penanganan darurat.

Ahmad menilai sejumlah kebutuhan dasar masyarakat hingga kini masih menjadi persoalan, mulai dari pembersihan material lumpur, normalisasi sungai, pemulihan lahan pertanian, hingga ketersediaan air bersih.

“Hampir sembilan bulan bencana ekologis ini terjadi, tapi penanganannya bertahan di tempat. Pembersihan lumpur tidak maksimal, sungai masih dangkal, sawah dan kebun sebagai sumber ekonomi masyarakat belum tertangani, air bersih sulit,” katanya.

Selain persoalan lingkungan dan ekonomi, koalisi juga menyoroti kondisi infrastruktur serta fasilitas publik yang belum sepenuhnya pulih. Mereka menyebut masih terdapat masyarakat yang menunggu kepastian hunian tetap, sementara sejumlah aktivitas pendidikan masih berlangsung dengan keterbatasan fasilitas.

“Hunian sementara seadanya, hunian tetap belum ada, sekolah masih tenda, anak-anak masih menggunakan akses sling, jembatan dan jalan masih rusak,” ujar Ahmad.

Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Bencana meminta pemerintah memastikan pemulihan pascabencana berjalan lebih cepat dan terarah. Menurut mereka, rehabilitasi tidak hanya menyelesaikan kerusakan fisik, tetapi juga harus mengembalikan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.

Ahmad menegaskan, masyarakat membutuhkan kepastian agar dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal setelah terdampak bencana ekologis yang berkepanjangan.

Tags: Banjir AcehBencana Ekologis AcehDampak Bencanahunian tetapKoalisi Masyarakat SipilPemulihan Pascabencanarehabilitasi Aceh
Previous Post

Tersangka Pemerasan Wisatawan di Bukit Lamreh Dilimpahkan ke Kejari Aceh Besar

Next Post

Bulog Salurkan 1,8 Juta Kg Beras untuk 60.027 Penerima di Aceh Besar

Related Posts

KKP Targetkan 15 Ribu Hektare Tambak Aceh Kembali Produktif Pasca Bencana

by Ahlul Fikar
31 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan 15 ribu hektare tambak terdampak bencana di Aceh kembali berproduksi hingga akhir...

Pemerintah Gelontorkan Rp58,9 T untuk Pulihkan Aceh Pascabencana hingga 2028

by Ahlul Fikar
24 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp58,97 triliun untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pascabencana alam yang terjadi pada akhir...

Menteri ATR/BPN Serahkan Sertifikat Wakaf dan Bantuan Rp500 Juta untuk Masjid Aceh Tamiang

by Ahlul Fikar
23 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menyerahkan sertifikat tanah wakaf untuk Masjid Salman...

Next Post

Bulog Salurkan 1,8 Juta Kg Beras untuk 60.027 Penerima di Aceh Besar

MPR Serukan Penghentian Perang Dunia, Dorong Diplomasi sebagai Jalan Perdamaian

Discussion about this post

CERITA

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co