MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, September 28, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Koalisi Sipil Soroti Pemulihan Pascabencana Aceh, Sebut Dampak Ekologis Masih Berlangsung

Aininadhirah by Aininadhirah
14 Agustus 2026
in News
0

Sejumlah massa aksi dari Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Bencana menyampaikan pernyataan sikap di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (14/8/2026) | Foto : Aininadhirah/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Bencana menilai penanganan dampak bencana ekologis di Aceh belum sepenuhnya tuntas. Sejumlah persoalan seperti banjir berulang, kerusakan infrastruktur, hingga terganggunya sumber ekonomi masyarakat masih terjadi di sejumlah wilayah terdampak.

Puluhan massa aksi menyampaikan pernyataan sikap di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (14/8/2026). Mereka mendesak pemerintah mempercepat proses pemulihan dengan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi.

RelatedPosts

Tiga Pengasuh Daycare di Banda Aceh Divonis hingga 3 Tahun Penjara

Jelang Magrib, WH Banda Aceh Imbau Pengunjung Tinggalkan Pantai Ulee Lheue

Banjir Meluas ke 20 Desa di Aceh Tenggara, 411 Jiwa Terdampak

Koordinator Lapangan Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Bencana, Ahmad Maulidin, mengatakan sejumlah wilayah di Aceh masih menghadapi dampak bencana yang terjadi beberapa bulan terakhir. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan proses pemulihan masih membutuhkan perhatian serius.

“Bencana ekologis Sumatra belum berakhir, bencana masih berlangsung hingga saat ini. Dalam beberapa bulan ini seperti di Gayo Lues, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Utara masih banjir, bahkan kabar terbaru tadi malam di Aceh Barat Daya juga sedang banjir,” ujar Ahmad.

Ia menyebutkan, persoalan serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain di Pulau Sumatra, seperti Sumatera Utara, Tapanuli, dan Padang. Menurutnya, kejadian banjir yang kembali muncul menunjukkan pemulihan kawasan terdampak perlu dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya penanganan darurat.

Ahmad menilai sejumlah kebutuhan dasar masyarakat hingga kini masih menjadi persoalan, mulai dari pembersihan material lumpur, normalisasi sungai, pemulihan lahan pertanian, hingga ketersediaan air bersih.

“Hampir sembilan bulan bencana ekologis ini terjadi, tapi penanganannya bertahan di tempat. Pembersihan lumpur tidak maksimal, sungai masih dangkal, sawah dan kebun sebagai sumber ekonomi masyarakat belum tertangani, air bersih sulit,” katanya.

Selain persoalan lingkungan dan ekonomi, koalisi juga menyoroti kondisi infrastruktur serta fasilitas publik yang belum sepenuhnya pulih. Mereka menyebut masih terdapat masyarakat yang menunggu kepastian hunian tetap, sementara sejumlah aktivitas pendidikan masih berlangsung dengan keterbatasan fasilitas.

“Hunian sementara seadanya, hunian tetap belum ada, sekolah masih tenda, anak-anak masih menggunakan akses sling, jembatan dan jalan masih rusak,” ujar Ahmad.

Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Bencana meminta pemerintah memastikan pemulihan pascabencana berjalan lebih cepat dan terarah. Menurut mereka, rehabilitasi tidak hanya menyelesaikan kerusakan fisik, tetapi juga harus mengembalikan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.

Ahmad menegaskan, masyarakat membutuhkan kepastian agar dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal setelah terdampak bencana ekologis yang berkepanjangan.

Tags: Banjir AcehBencana Ekologis AcehDampak Bencanahunian tetapKoalisi Masyarakat SipilPemulihan Pascabencanarehabilitasi Aceh
Previous Post

Tersangka Pemerasan Wisatawan di Bukit Lamreh Dilimpahkan ke Kejari Aceh Besar

Next Post

Bulog Salurkan 1,8 Juta Kg Beras untuk 60.027 Penerima di Aceh Besar

Related Posts

Pemerintah Pusat Percepat Pemulihan Sekolah Terdampak Bencana

by Ahmad Mufti
23 September 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah pusat mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas pendidikan yang terdampak bencana di Aceh. Upaya tersebut mencakup perbaikan sekolah,...

10 Bulan Terputus, Jembatan Permanen Kutablang Akhirnya Beroperasi

by Riska Zulfira
20 September 2026
0

MASAKINI.CO - Setelah sekitar 10 bulan terputus akibat banjir besar, Jembatan Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, akhirnya kembali...

IDRiM 2026: Dampak Bencana Tak Cukup Diukur Lewat Angka

by Ahmad Mufti
11 September 2026
0

MASAKINI.CO – Jumlah rumah yang rusak, nilai kerugian ekonomi, hingga kebutuhan biaya pemulihan selama ini menjadi ukuran utama dalam melihat...

Next Post

Bulog Salurkan 1,8 Juta Kg Beras untuk 60.027 Penerima di Aceh Besar

MPR Serukan Penghentian Perang Dunia, Dorong Diplomasi sebagai Jalan Perdamaian

Discussion about this post

CERITA

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co