MASAKINI.CO – Banjir meluas di Kabupaten Aceh Tenggara dengan menerjang 20 desa yang tersebar di delapan kecamatan. Bencana tersebut berdampak terhadap 103 kepala keluarga (KK) atau 411 jiwa.
Banjir tersebut setelah hujan dengan intensitas tinggi meningkatkan debit Sungai Lawe Kisam dan Sungai Lawe Kinga secara signifikan.
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Lawe Sumur, Bukit Tusam, Bambel, Ketambe, Babussalam, Darul Hasanah, Lawe Bulan, dan Deleng Pokhkison.
Banjir tidak hanya berdampak pada permukiman warga, tetapi juga merusak lahan pertanian serta sejumlah akses jalan dan jembatan.
Di Desa Terutung Megara Lawe Pasaran dan sekitarnya, sekitar 40 hektare lahan pertanian masyarakat rusak. Sementara di Desa Kisam Gabungan, sekitar 10 hektare lahan sawah terdampak banjir.
Sejumlah ruas jalan juga mengalami kerusakan. Badan jalan Kutacane-Blangkejeren di Desa Kati Maju, Kecamatan Ketambe, tertimbun longsor dan menyebabkan tiang listrik PLN tumbang.
Tanggul Sungai Lawe Kisam di Desa Terutung Megara Lawe Pasaran dan Desa Pancar Iman, Kecamatan Bambel, juga jebol dan menyebabkan air meluap ke wilayah permukiman.
Dampak lainnya terjadi pada jalan darurat penghubung antarkecamatan di sekitar Jembatan Natam-Simpang Empat Tanjung serta akses Jembatan Mbarung menuju Kecamatan Lawe Alas. Kedua akses tersebut tidak dapat dilalui setelah hanyut dan tergerus arus sungai.
Oprit Jembatan Mbarung Datuk-Lawe Sikap juga amblas sehingga untuk sementara tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Sementara jalan Pulonas Baru menuju Lawe Rutung mengalami abrasi akibat gerusan Sungai Lawe Bulan sepanjang sekitar 50 meter.
Pada Jembatan Rangka Baja Biakmuli yang merupakan jembatan nasional, sebagian badan jalan juga mulai mengalami amblas.
BPBD Kabupaten Aceh Tenggara telah melakukan kajian cepat dan mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan pendataan. Petugas juga menurunkan alat berat excavator untuk menutup tanggul dan melakukan normalisasi Sungai Lawe Kisam di Desa Pancar Iman.
Petugas TRC BPBD turut membersihkan pohon tumbang yang menutup jalan nasional Kutacane-Blangkejeren di kawasan Tanjakan Gurah, Kecamatan Ketambe.
Hingga Senin (28/9/2026) pukul 15.20 WIB, air mulai surut. Tidak ada korban jiwa maupun pengungsi dalam kejadian tersebut, sementara penanganan masih dilakukan di sejumlah lokasi terdampak.









Discussion about this post